pemandanganindah.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BUMDes Pertala HST tingkatkan sektor pertanian lewat agrowisata melon

Published July 23, 2026 · Updated July 23, 2026 · By Matthew Brown - pemandanganindah.com

Foto : Matthew Brown - pemandanganindah.com

Agrowisata Melon BUMDes Pertala Hadirkan Inovasi Baru di Sektor Pertanian HST

Pemandanganindah.com – Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) di Kalimantan Selatan kini memiliki terobosan menarik dalam pengembangan sektor pertanian. BUMDes Pertala yang berlokasi di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, telah berhasil menghadirkan konsep agrowisata melon yang semakin hari semakin diminati masyarakat. Langkah ini merupakan hasil dari kolaborasi berbagai pihak yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga melalui pemanfaatan potensi pertanian lokal. Dengan pendekatan yang tepat, BUMDes Pertala HST tingkatkan sektor pertanian secara signifikan melalui program agrowisata yang inovatif.

Menurut Kepala Desa Jatuh, Nasirul Islam, inisiatif ini bermula dari keberhasilan dua petani setempat yang telah berpengalaman dalam budidaya melon. "Awalnya dari dua petani lokal yang sudah berhasil. Kami kemudian berdayakan mereka sebagai tenaga ahli untuk mengembangkan usaha melon ini di BUMDes," jelas Nasirul Islam saat ditemui di Barabai pada hari Kamis. Pengalaman para petani lokal menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap program agrowisata ini.

Kolaborasi dengan Berbagai Instansi Pemerintah

Untuk memastikan kesuksesan program ini, pihak desa tidak bekerja sendiri. Mereka menggandeng berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang relevan di wilayah HST. Selain itu, penyuluh pertanian juga dilibatkan secara intensif, baik melalui pendekatan langsung maupun tidak langsung. Semua upaya ini dilakukan dengan satu tujuan bersama, yaitu mendorong pertumbuhan agrowisata melon di desa tersebut. Sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan pengembangan sektor pertanian di tingkat desa.

Hasil dari kerja keras tersebut cukup menggembirakan. Dalam beberapa periode panen, BUMDes Pertala berhasil mencatatkan produksi rata-rata antara 3 hingga 6 ton melon. Angka ini dicapai dari lahan yang relatif sempit, yakni seluas 0,4 hektare. Keberhasilan ini tentu saja memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan desa dari sektor pertanian. Produktivitas yang tinggi menunjukkan bahwa metode budidaya yang diterapkan sangat efektif.

Agrowisata Menjadi Daya Tarik Wisatawan

Ketua BUMDes Pertala, Muhammad Sata, mengungkapkan bahwa agrowisata melon ini telah menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai wilayah. Khususnya, masyarakat HST yang memadati kebun melon untuk menikmati pengalaman memetik buah secara langsung. "Mereka datang ada bersama keluarga maupun kerabat untuk merasakan sensasi memetik buah langsung di kebun, sekaligus jadi wadah edukasi bagi pengunjung," ujarnya. Kehadiran agrowisata ini tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mempererat hubungan sosial masyarakat.

Dari sisi ekonomi, kehadiran agrowisata ini memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan penjualan hasil panen, masyarakat desa juga dapat menjual produk tanpa melalui tengkulak. Muhammad Sata menjelaskan bahwa harga melon di agrowisata dipatok sebesar Rp12 ribu per kilogram. "Hadirnya agrowisata ini dapat mempermudah kami untuk menjual hasil panen langsung ke masyarakat dan menghindari tengkulak. Namun, kami hanya membuka saat musim panen tiba," jelasnya. Model penjualan langsung ini memberikan margin keuntungan yang lebih baik bagi petani.

Dukungan Pemerintah Daerah untuk Pengembangan Lebih Lanjut

Meskipun telah berjalan dengan baik, pihak BUMDes masih membutuhkan dukungan lebih lanjut dari pemerintah daerah. Fokus utama adalah pada penyediaan sarana pertanian dan pendampingan pemasaran. Hal ini bertujuan agar hasil panen dapat dijual secara lebih optimal dan menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan dukungan yang memadai, BUMDes Pertala HST tingkatkan sektor pertanian menuju skala yang lebih besar.

Dinas Pertanian HST juga turut serta memberikan kontribusi melalui penyuluh pertanian, Amrudin. Menurutnya, dukungan tersebut merupakan bagian dari strategi optimasi pengembangan tanaman hortikultura di wilayah tersebut. Saat menjadi narasumber di desa, Amirudin memberikan bimbingan teknis mengenai pengendalian hama serta perawatan tanaman agar menghasilkan panen yang berkualitas. Pendampingan berkelanjutan ini memastikan kualitas produk tetap terjaga.

"Ke depan, BUMDes juga disarankan untuk mencoba mengembangkan melon premium lewat hidroponik, serta dikemas optimalisasi publikasi di sosial media agar bisa menambah daya tarik para pengunjung," ujarnya.

Langkah ke depan yang direncanakan mencakup adopsi teknologi hidroponik untuk produksi melon premium. Selain itu, pemanfaatan media sosial secara maksimal diharapkan dapat meningkatkan visibilitas agrowisata ini. Dengan demikian, kunjungan wisatawan tidak hanya terbatas pada wilayah lokal, tetapi juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Inovasi ini akan menjadi pendorong utama dalam pengembangan sektor pertanian berkelanjutan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.