Yayasan Amanah jadikan momen HAN 2026 untuk hargai anak berkebutuhan
Yayasan Amanah Poppy Amalya Rayakan HAN 2026 dengan Fokus pada Anak Berkebutuhan Khusus
Pemandanganindah.com – Yayasan Amanah jadikan momen HAN 2026 di Banda Aceh sebagai kesempatan istimewa untuk menghargai anak-anak berkebutuhan khusus. Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini menjadi momentum yang sangat berarti bagi yayasan untuk menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak. Melalui berbagai program layanan yang telah dikembangkan, yayasan ini terus berupaya memastikan bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus dapat tumbuh, belajar, dan berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki.
Mengangkat Tema "Setiap Anak Istimewa, Setiap Mimpi Berharga"
Dalam sambutannya di Banda Aceh pada hari Sabtu, Hema Sunarja yang menjabat sebagai Kepala Layanan Terapi Yayasan Amanah Poppy Amalya menyampaikan pesan yang sangat menyentuh hati. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki mimpi-mimpi mereka sendiri-sendiri. Tidak ada satupun anak yang bisa dikatakan gagal, karena mereka semua memiliki cara unik untuk berkembang, baik dalam aspek belajar, bermain, maupun pendidikan formal.
"Semua anak punya mimpinya masing-masing. Tidak ada anak yang gagal, tetapi mereka memiliki cara yang berbeda untuk berkembang baik dalam belajar, bermain, maupun pendidikan," ujar Hema Sunarja.
Peringatan hari anak nasional telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh yayasan ini setiap tahunnya. Namun, pada kesempatan kali ini, kegiatan digelar secara internal dengan melibatkan langsung anak-anak binaan. Pengangkatan tajuk "Setiap Anak Istimewa, Setiap Mimpi Berharga" menjadi pilihan yang tepat. Tema ini dipilih dengan tujuan untuk mengingatkan masyarakat bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bertumbuh dan berkembang tanpa memandang kondisi fisik maupun mental yang mereka miliki.
Layanan Komprehensif di Humaira Special Needs Center
Saat ini, Yayasan Amanah Poppy Amalya sedang mendampingi sekitar 95 anak. Sebagian besar dari mereka merupakan anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan layanan melalui Humaira Special Needs Center. Pusat layanan ini menyediakan berbagai jenis terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Anak-anak dengan autisme, gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas, keterlambatan bicara, serta gangguan sensori mendapatkan perhatian khusus.
Layanan yang diberikan sangat beragam dan komprehensif. Terapi sensori integrasi membantu anak mengolah informasi dari lingkungan sekitar. Terapi perilaku digunakan untuk membentuk respons yang lebih baik terhadap situasi tertentu. Sementara itu, terapi okupasi membantu anak mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar. Edukasi juga menjadi bagian penting dari program yang ditawarkan untuk mendukung perkembangan akademik anak.
"Tema tersebut dipilih untuk mengingatkan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk bertumbuh dan berkembang tanpa memandang kondisi yang mereka dimiliki," tambahnya.
Selain fokus pada anak berkebutuhan khusus, yayasan ini juga tidak melupakan anak-anak umum. Program yang dibuka meliputi baca tulis hitung untuk memperkuat dasar akademik. Bimbingan belajar memberikan dukungan tambahan bagi siswa yang membutuhkan. Sanggar tari juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri melalui gerakan dan seni.
Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Inklusif
Hema Sunarja menyampaikan bahwa peringatan hari anak nasional bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat lebih menerima keberadaan anak berkebutuhan khusus. Memberikan ruang bagi mereka untuk berinteraksi serta mengembangkan potensi yang dimiliki merupakan langkah penting menuju masyarakat yang lebih inklusif.
Sebagai penutup, Hema berharap pemerintah Aceh terus meningkatkan dukungan terhadap anak berkebutuhan khusus. Penyediaan sarana dan prasarana terapi yang memadai menjadi prioritas utama. Pengadaan alat terapi yang berkualitas juga diperlukan untuk mendukung proses pembelajaran. Selain itu, peningkatan kapasitas tenaga terapis menjadi hal yang tidak boleh diabaikan agar layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dapat terus ditingkatkan kualitasnya.
"Kita juga berharap peningkatan kapasitas tenaga terapis agar layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus dapat terus ditingkatkan," demikian Hema Sunarja.
Frequently Asked Questions
Berapa jumlah anak yang didampingi oleh Yayasan Amanah Poppy Amalya?
Saat ini, yayasan sedang mendampingi sekitar 95 anak yang sebagian besar merupakan anak berkebutuhan khusus. Mereka mendapatkan berbagai layanan terapi melalui Humaira Special Needs Center.
Apa saja jenis terapi yang tersedia di Humaira Special Needs Center?
Humaira Special Needs Center menyediakan berbagai jenis terapi termasuk terapi sensori integrasi, terapi perilaku, terapi okupasi, serta program edukasi untuk mendukung perkembangan akademik anak.
Bagaimana cara yayasan mendukung anak-anak umum selain anak berkebutuhan khusus?
Yayasan juga membuka program baca tulis hitung, bimbingan belajar, dan sanggar tari untuk mendukung perkembangan anak-anak secara menyeluruh.
Apa harapan utama Hema Sunarja terkait dukungan pemerintah Aceh?
Hema berharap pemerintah Aceh terus meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana terapi, pengadaan alat terapi berkualitas, serta peningkatan kapasitas tenaga terapis untuk mendukung layanan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.