Ahli nutrisi sebut makanan tradisional sejalan dengan prinsip gizi
Ahli Nutrisi Sebut Makanan Tradisional Sejalan dengan Prinsip Gizi Modern
Pemandanganindah.com – Jakarta – Ahli nutrisi sebut makanan tradisional sejalan dengan prinsip gizi yang diterapkan dalam olahraga modern. Menurut Dr. Luigi Gratton, Wakil Presiden bidang Kesehatan dan Kebugaran Herbalife, hidangan-hidangan warisan leluhur dari berbagai belahan dunia ternyata memiliki kesamaan prinsip dengan pola makan yang digunakan oleh para atlet tingkat dunia. Pendekatan ini menekankan pada keseimbangan zat gizi, penggunaan bahan pangan alami, serta kemampuan memenuhi kebutuhan energi dan proses pemulihan tubuh setelah aktivitas fisik intensif.
Gratton mengungkapkan bahwa pengalaman puluhan tahunnya di dunia nutrisi olahraga justru membawanya pada kesimpulan menarik. Ia menyadari bahwa masakan-masakan yang dahulu sering dimasak oleh para nenek kita sebenarnya lebih dekat dengan prinsip nutrisi atlet elite dibandingkan dengan persepsi umum yang selama ini kita pegang. Pernyataan ini disampaikan Gratton melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada hari Senin.
Konsep Performance Plate dalam Hidangan Tradisional
Menurut Gratton, berbagai hidangan tradisional di seluruh dunia telah lama menerapkan konsep yang dikenal sebagai Performance Plate. Kerangka penyusunan menu ini digunakan oleh atlet profesional untuk mendukung performa mereka melalui keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta asupan sayur dan buah yang memadai.
Kuliner Asia, khususnya dari Korea dan Jepang, menjadi contoh yang menarik. Bibimbap dari Korea dan sup miso dari Jepang mengombinasikan sumber karbohidrat, protein rendah lemak, sayuran segar, serta pangan fermentasi yang mendukung kesehatan pencernaan. Selain itu, rempah-rempah seperti kunyit juga dinilai memiliki manfaat penting dalam membantu pemulihan setelah aktivitas fisik karena sifat antiinflamasi yang dimilikinya.
"Selama puluhan tahun berkecimpung di bidang nutrisi olahraga, saya justru belajar bahwa makanan yang dahulu dimasak oleh nenek kita sesungguhnya jauh lebih dekat dengan prinsip nutrisi atlet elite daripada yang kita bayangkan," kata Gratton.
Kekayaan Hidangan dari Berbagai Benua
Di kawasan Amerika Tengah dan Meksiko, kombinasi nasi, kacang-kacangan, serta telur pada hidangan seperti huevos rancheros dinilai mampu menyediakan protein dan karbohidrat yang sesuai untuk dikonsumsi sebelum maupun sesudah latihan. Sementara di Amerika Selatan, hidangan seperti feijoada dan ceviche disebut memenuhi kebutuhan protein dan karbohidrat untuk pemulihan, sedangkan minuman tradisional yerba mate mengandung kafein yang kerap dimanfaatkan atlet untuk menunjang performa.
Gratton juga menilai pola makan Mediterania yang kaya makanan laut, biji-bijian utuh, minyak zaitun, dan sayuran telah lama menjadi acuan dalam berbagai penelitian nutrisi karena mendukung kesehatan sekaligus proses pemulihan tubuh. Di kawasan Timur Tengah, makanan seperti hummus, falafel, tabbouleh, dan kurma menyediakan protein nabati, lemak sehat, vitamin, mineral, serta karbohidrat alami yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi sebelum berolahraga.
Sementara itu, hidangan khas Afrika seperti jollof rice dan shakshuka juga dinilai memenuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan mikronutrien sehingga dapat mendukung aktivitas fisik sehari-hari.
Prinsip Universal yang Dapat Diterapkan Siapa Saja
Gratton mengatakan prinsip nutrisi olahraga tidak mengharuskan seseorang meninggalkan makanan tradisional yang telah menjadi bagian dari budaya. Yang terpenting adalah memahami bahwa keseimbangan makronutrien, konsumsi makanan utuh, sayur dan buah berwarna-warni, hidrasi yang cukup, serta pola makan yang disesuaikan dengan tingkat aktivitas merupakan prinsip yang bersifat universal.
"Yang terpenting adalah memahami bahwa keseimbangan makronutrien, konsumsi makanan utuh, sayur dan buah berwarna-warni, hidrasi yang cukup, serta pola makan yang disesuaikan dengan tingkat aktivitas merupakan prinsip yang bersifat universal," ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat dapat menerapkan prinsip tersebut dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk berolahraga maupun menjaga kebugaran, dengan memanfaatkan makanan tradisional yang tersedia di lingkungan masing-masing. Pendekatan ini memungkinkan setiap individu untuk tetap terhubung dengan warisan kuliner sambil memenuhi kebutuhan nutrisi modern.
FAQ: Makanan Tradisional dan Gizi
Apa itu konsep Performance Plate? Performance Plate adalah kerangka penyusunan menu yang digunakan atlet profesional untuk mendukung performa melalui keseimbangan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta asupan sayur dan buah yang memadai.
Apakah makanan tradisional sudah memenuhi kebutuhan nutrisi atlet? Ya, menurut Dr. Luigi Gratton, banyak hidangan tradisional seperti bibimbap, feijoada, dan hummus telah lama menerapkan prinsip keseimbangan gizi yang sejalan dengan kebutuhan atlet modern.
Bagaimana cara menerapkan prinsip ini dalam kehidupan sehari-hari? Masyarakat dapat memanfaatkan makanan tradisional yang tersedia di lingkungan masing-masing dengan memastikan keseimbangan makronutrien, konsumsi makanan utuh, sayur dan buah berwarna-warni, serta hidrasi yang cukup sesuai tingkat aktivitas.
Apakah ada makanan tradisional yang mengandung kafein untuk performa? Ya, minuman tradisional yerba mate dari Amerika Selatan mengandung kafein yang kerap dimanfaatkan atlet untuk menunjang performa selama aktivitas fisik.