pemandanganindah.com
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Ahli: Protein sebelum tidur belum terbukti tingkatkan kualitas tidur

Published July 19, 2026 · Updated July 20, 2026 · By Emily Garcia - pemandanganindah.com

Protein Sebelum Tidur: Manfaat yang Masih Perlu Dibuktikan untuk Kualitas Istirahat

Pemandanganindah.com – Ahli - Jakarta - Banyak orang yang memilih mengonsumsi camilan kaya protein menjelang waktu tidur dengan harapan dapat meningkatkan kualitas istirahat mereka. Namun, menurut para ahli gizi, klaim tersebut belum sepenuhnya terbukti secara ilmiah. Meskipun camilan protein memang efektif meredakan rasa lapar di malam hari, penelitian menunjukkan bahwa dampaknya terhadap kualitas tidur dan kecepatan seseorang terlelap masih perlu pembuktian lebih lanjut.

Johannah Katz, seorang ahli gizi terkemuka, menjelaskan bahwa sebagian besar studi mengenai konsumsi protein sebelum tidur lebih banyak menyoroti manfaat bagi pemulihan otot dan rasa kenyang pada keesokan harinya. Dampak langsung terhadap pola tidur manusia masih relatif minim. Katz menegaskan bahwa bukti-bukti ilmiah saat ini lebih kuat mendukung peran protein dalam membantu tubuh pulih setelah aktivitas fisik serta menjaga rasa kenyang hingga pagi hari, bukan dalam mempercepat proses tertidur atau mencegah terbangun di tengah malam.

"Penelitian mengenai protein sebelum tidur lebih kuat untuk pemulihan otot dan rasa kenyang pada pagi hari daripada untuk membantu seseorang lebih cepat tertidur atau mencegah terbangun di malam hari," kata Katz, seperti dikutip dari Eating Well, Sabtu (18/7).

Pendapat serupa disampaikan oleh Jennifer Scherer, ahli gizi lainnya yang juga meneliti topik ini. Menurut Scherer, camilan tinggi protein memberikan manfaat signifikan bagi individu yang sering mengalami rasa lapar di malam hari atau kesulitan memenuhi kebutuhan protein harian mereka. Namun, penting untuk dipahami bahwa manfaat utama camilan tersebut adalah mengurangi gangguan akibat rasa lapar, bukan secara langsung meningkatkan kualitas tidur itu sendiri.

Scherer memberikan beberapa rekomendasi praktis mengenai jenis camilan yang tepat untuk dikonsumsi sebelum tidur. Ia menyarankan untuk memilih camilan dalam porsi kecil agar tidak membebani sistem pencernaan. Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain yogurt Yunani atau greek yogurt yang dipadukan dengan buah-buahan segar, keju cottage yang disajikan bersama beri-berian, serta edamame sebagai alternatif yang kaya protein nabati.

Para ahli juga memberikan peringatan penting terkait waktu konsumsi camilan malam. Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat memicu rasa penuh yang tidak nyaman dan bahkan memperburuk kondisi refluks asam lambung pada individu yang rentan terhadap masalah pencernaan tersebut. Oleh karena itu, pengaturan waktu makan menjadi faktor krusial yang tidak boleh diabaikan.

Ahli gizi Erin Palinski-Wade memberikan panduan spesifik mengenai jumlah protein yang ideal untuk camilan malam. Ia menyarankan agar camilan sebelum tidur mengandung sekitar tujuh gram protein. Jumlah ini dinilai cukup untuk membuat perut terasa kenyang tanpa menyebabkan ketidaknyamanan akibat perut yang terlalu penuh saat beristirahat.

Faktor Penting Lainnya dalam Kualitas Tidur

Selain memperhatikan jenis dan waktu konsumsi camilan sebelum tidur, para ahli menekankan bahwa kualitas tidur lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan tidur yang sehat secara keseluruhan. Menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap hari menjadi salah satu fondasi utama untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Pembatasan konsumsi kafein beberapa jam sebelum waktu tidur juga merupakan langkah penting yang sering kali diabaikan. Kafein dapat mengganggu proses alami tubuh untuk mempersiapkan diri menuju tidur nyenyak. Selain itu, aktivitas olahraga secara rutin terbukti memberikan kontribusi positif terhadap kualitas tidur, sementara menciptakan lingkungan kamar yang nyaman dan kondusif untuk beristirahat melengkapi seluruh strategi peningkatan kualitas tidur.

Dengan memahami bahwa protein sebelum tidur memiliki manfaat yang lebih spesifik daripada yang sering diklaim, masyarakat dapat membuat pilihan yang lebih tepat dan realistis mengenai kebiasaan makan dan tidur mereka. Kombinasi antara camilan yang tepat, waktu konsumsi yang sesuai, serta kebiasaan tidur yang sehat akan memberikan hasil terbaik untuk kesehatan secara keseluruhan.