Oman tolak penerapan tol kapal – kaji tarif keselamatan di Hormuz

Oman Tolak Penerapan Biaya Tol Kapal, Kaji Tarif Keselamatan di Hormuz

Oman tolak penerapan tol kapal – Muscat, 18 Juni – Pemerintah Oman menolak rencana mengenakan tarif pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, namun secara aktif meninjau kembali tarif khusus untuk menjamin keselamatan transportasi laut. Dalam wawancara dengan Radio Prancis Monte Carlo Doualiya, Menteri Luar Negeri Badr Albusaidi menjelaskan bahwa negara tersebut berkomitmen untuk menjaga jalur air strategis ini tetap terbuka bagi semua kapal, termasuk yang berasal dari negara-negara regional seperti Iran. Menurut Albusaidi, keputusan ini bertujuan untuk menegaskan prioritas ketersediaan jalur laut sebagai bagian penting dari kehidupan perekonomian global.

Kebutuhan Keselamatan Tidak Bisa Dihalangi

Meski menolak biaya tol kapal, Oman tetap menyatakan keberatannya terhadap tarif khusus yang diperkenalkan oleh pihak-pihak lain. Albusaidi menekankan bahwa biaya tarif keselamatan hanya akan diterapkan jika diperlukan untuk mengatasi ancaman yang mengancam perjalanan laut. “Kami ingin menjaga kebebasan navigasi, tetapi tetap mempertimbangkan kebutuhan investasi dalam layanan seperti keselamatan, persiapan darurat, dan penanggulangan bencana lingkungan,” ujarnya.

Selat Hormuz, yang berada di perairan antara Teluk Persia dan Laut Arab, merupakan salah satu jalur pelayaran paling kritis di dunia. Setiap hari, ratusan kapal memasuki atau meninggalkan area ini, termasuk minyak mentah dan barang komoditas penting. Dengan menolak pengenalan biaya toll, Oman berusaha menunjukkan dukungannya terhadap kebebasan berlayar, sekaligus menghindari pengurangan kapasitas navigasi yang mungkin terjadi. Namun, ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah Oman tidak menolak kemungkinan menetapkan tarif khusus yang diperlukan untuk memastikan keselamatan.

Kolaborasi dengan Iran untuk Kerangka Hukum Baru

Menurut Albusaidi, Oman telah sepakat dengan Iran untuk menyusun kerangka hukum baru yang mengatur pelayaran di Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa langkah ini akan diambil setelah konsultasi dengan pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penggunaan jalur tersebut. “Kami ingin semua negara yang menggunakan selat ini memiliki kesempatan sama untuk melintasi tanpa hambatan,” jelasnya.

Kerangka hukum ini bertujuan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan keamanan dan akses bebas bagi kapal-kapal lintas negara. Albusaidi menekankan bahwa Oman tidak ingin menjadi penentu utama biaya transportasi, tetapi ingin memastikan bahwa layanan seperti navigasi, penyelamatan darurat, dan pengurangan risiko pencemaran laut tetap dijaga. “Kami berharap kerja sama dengan Iran bisa menghasilkan solusi yang menjamin kestabilan jalur ini,” ujarnya.

Iran Berharap Kebijakan Tarif Keselamatan Berjalan

Dalam wawancara terpisah, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa pihaknya masih menekankan pentingnya pengenakan biaya untuk menjaga keamanan pelayaran. Menurutnya, tarif ini bukanlah bea masuk, melainkan dana yang digunakan untuk investasi dalam pengamanan. “Setelah serangan AS-Israel, kami merasa perlu mengenakan biaya agar jalur ini tetap aman untuk semua pihak,” tambah Araghchi.

Iran juga mengungkapkan bahwa mereka berkomitmen pada 18 Juni untuk tidak memungut biaya apa pun dari kapal selama 60 hari setelah memperkuat memorandum kerja sama dengan AS. Keputusan ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap tekanan internasional, tetapi tidak menghilangkan keinginan untuk menetapkan tarif keselamatan secara permanen. “Kami percaya bahwa penerapan tarif khusus adalah langkah yang logis untuk menjaga kestabilan pelayaran dan keamanan selat,” kata Araghchi.

Albusaidi menyebutkan bahwa Iran tetap menjadi pihak utama yang bertanggung jawab atas tugas pembersihan ranjau di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Oman akan mendukung tindakan Iran dalam hal ini, meski negara Arab tersebut ingin memastikan bahwa keputusan akhir tetap berdasarkan kesepakatan bersama. “Muscat terbuka terhadap berbagai usulan, tapi kami ingin prosesnya dilakukan dengan konsultasi mendalam,” ujarnya.

Strategi Pembiayaan Keselamatan yang Beragam

Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pelayaran, Oman dan Iran sedang membahas berbagai alternatif biaya. Menurut Albusaidi, pemerintah Oman berharap kebijakan ini bisa disusun sedemikian rupa sehingga tidak memberatkan para pelaku usaha, namun tetap efektif dalam memperkuat keamanan. “Kami ingin menjamin bahwa layanan seperti navigasi dan penanggulangan bencana lingkungan tetap tersedia untuk semua kapal, termasuk yang berasal dari negara-negara lain,” jelasnya.

Dalam konteks ini, pemerintah Oman juga menyebutkan bahwa negara tersebut ingin meniru model yang diterapkan di Selat Malaka dan Singapura, di mana tarif khusus digunakan untuk mendanai infrastruktur dan layanan keselamatan. “Model ini bisa menjadi referensi bagi kami, tetapi kami akan menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal Selat Hormuz,” tambah Albusaidi.

Ketersediaan dan Kepentingan Global

Kelangsungan Selat Hormuz sangat penting bagi perekonomian global, terutama karena ketergantungan pada perdagangan minyak dan komoditas lainnya. Albusaidi menyoroti bahwa kebijakan biaya tol kapal bisa memberi dampak signifikan terhadap volume lalu lintas laut di daerah tersebut. “Jika diterapkan secara mendadak, ini bisa mengurangi jumlah kapal yang melintas, sehingga menimbulkan masalah bagi ekonomi regional dan global,” ujarnya.

Oman juga mengingatkan bahwa ketersediaan jalur laut ini tidak hanya penting bagi negara-negara seperti Iran, tetapi juga bagi negara-negara lain yang bergantung pada pasokan energi dan komoditas dari kawasan tersebut. Dengan menolak biaya toll kapal, Oman ingin menunjukkan bahwa mereka tetap menjaga kebebasan lintas laut, sementara mereka memperhatikan kebutuhan investasi dalam keselamatan.

Selat Hormuz juga menjadi area yang sering terkena ancaman dari berbagai pihak, termasuk ranjau yang ditempatkan oleh kelompok-kelompok teroris. Kebijakan pembersihan ranjau ini menjadi perhatian utama Iran, yang menyatakan bahwa tugas utama untuk menjaga keamanan jalur laut berada di bahu mereka. “Oman akan mendukung usaha Iran, tapi kami ingin kebijakan ini dibuat dengan konsensus bersama,” tambah Albusaidi.

Sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan, pemerintah Oman menekankan bahwa keputusan tentang tarif keselamatan akan dibuat setelah analisis mendalam dan konsultasi dengan pihak yang terlibat. “Kami tidak ingin kebijakan ini diambil tanpa dasar yang kuat, terutama karena Selat Hormuz memiliki peran vital dalam perdagangan internasional,” jelasnya.

Secara keseluruhan, Oman dan Iran sedang berusaha mencapai keseimbangan antara pengamanan jalur laut dan kebebasan akses. Kebijakan yang diusulkan, termasuk tarif keselamatan, bertujuan untuk menjaga keberlanjutan pelayaran di Sel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *