Kemendag luncurkan cetak biru SDM perdagangan menuju Indonesia Emas
Peran sumber daya manusia dalam sektor perdagangan selama ini kerap menjadi titik lemah yang membatasi daya saing nasional di arena…
Restoran-restoran di Indonesia kerap memajang stiker atau plang bertuliskan "no pork, no lard" di area kasir maupun menu. Bagi sebagian konsumen Muslim
Peran sumber daya manusia dalam sektor perdagangan selama ini kerap menjadi titik lemah yang membatasi daya saing nasional di arena ekonomi global. Menyadari

Pemandanganindah.com – Film horor komedi “Warga Rusun 609” yang disutradarai Herwin Novianto dijadwalkan tayang di layar lebar Indonesia mulai 1 Oktober 2026. Namun jauh sebelum penonton berkesempatan menyaksikan hasil akhirnya di bioskop, proses produksi film ini ternyata dipenuhi peristiwa-peristiwa yang sama sekali tidak tercantum di naskah. Aktris sekaligus komedian Pham Ashari, yang akrab disapa Papham, baru-baru ini membuka cerita tentang pengalaman tak terduga yang ia hadapi selama pengambilan gambar berlangsung di kawasan rumah susun.
Rumah susun atau rusun sendiri merupakan hunian vertikal milik negara yang dihuni oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Lokasi semacam ini kerap menjadi latar yang autentik bagi film-film bertema kehidupan urban kelas bawah, dan “Warga Rusun 609” memanfaatkan setting tersebut sebagai panggung utama cerita horor komedinya. Namun justru karena lokasi syuting berada di tengah permukiman aktif, para pemain dan kru harus beradaptasi dengan dinamika kehidupan warga sekitar yang tidak pernah bisa dikendalikan dari balik kamera.…
Setiap orang pernah menyentuh area ketiak dan menemukan gumpalan kecil yang membuat kaget, terutama ketika ditekan terasa nyeri. Reaksi pertama…
Pameran properti berskala nasional yang digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, pada 27–30 Agustus 2026, meninggalkan jejak
Setelah lima hingga enam hari penuh tekanan dari kelas, ruang kerja, atau laboratorium, banyak orang menantikan hari Sabtu dan Minggu…
Di tengah perdebatan panjang tentang arah pembangunan nasional, satu pertanyaan terus mengemuka: apakah Indonesia cukup memiliki daya dorong teknologi tanpa