Key Discussion: China kritik RUU pengendalian ekspor AS
China Kritik RUU Pengendalian Ekspor AS
Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China XI Jinping yang dijadwalkan pada Mei mendatang menimbulkan sorotan terkait ketegangan ekonomi antara dua negara. Sebelumnya, perundingan tersebut tertunda karena konflik dengan Iran. Dalam konteks ini, China memperingatkan AS terhadap draf RUU pengendalian ekspor yang baru disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat (DPR AS), khususnya RUU Penyelarasan Multilateral Pengendalian Teknologi pada Perangkat Keras (MATCH Act), yang berpotensi memperketat pengawasan terhadap peralatan produksi chip canggih.
Respon dari Pihak China
Juru bicara Kementerian Perdagangan China menyatakan bahwa RUU tersebut, jika diberlakukan, akan mengganggu stabilitas industri semikonduktor global dan menghambat alur pasokan internasional. Ia juga mengkritik perluasan konsep keamanan nasional yang berlebihan, serta penyalahgunaan pengendalian ekspor untuk tujuan politik.
“China akan memantau proses legislatif secara teliti, mengevaluasi dampak RUU tersebut terhadap kepentingan nasional, dan mengambil langkah tegas jika diperlukan untuk melindungi hak sah perusahaan-perusahaan Tiongkok,” ujar juru bicara tersebut.
Komite Urusan Luar Negeri DPR AS telah menyetujui MATCH Act dan sejumlah RUU lainnya pada awal April. RUU ini dianggap akan merusak tatanan ekonomi global, menurut perwakilan China, karena menghambat kerja sama perdagangan dan teknologi antar negara. Meski demikian, AS dan Tiongkok tetap berselisih dalam berbagai isu, termasuk soal perdagangan dan keterlibatan Taiwan dalam konflik geopolitik.