Key Discussion: Dokter sebut vaksin HPV tetap ampuh bagi wanita yang sudah melahirkan
Dokter Sebut Vaksin HPV Masih Efektif Bagi Wanita yang Sudah Melahirkan
Jakarta – Sabtu
Menurut Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Darrell Fernando, Sp.OG, SubspFER, MRCOG, MM, MARS, vaksin Human Papillomavirus (HPV) tetap bisa memberikan perlindungan kepada wanita yang telah melahirkan, terutama di usia produktif, untuk mencegah risiko kanker serviks. Meski banyak wanita di Indonesia yang sudah menikah dan memiliki anak, sebagian dari mereka belum menerima vaksin ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan organ reproduksinya.
“It’s never too late, misalnya sudah menikah, sudah pernah berhubungan intim ngak apa-apa, cek dulu, nanti kita lihat kondisinya masing-masing. Never too late to catch up on the vaccine anyway,”
Dokter Darrell menjelaskan bahwa HPV adalah virus yang menular melalui aktivitas seksual. Bagi perempuan yang belum terlindungi oleh vaksin, virus ini bisa menyebabkan kondisi serius seperti kanker serviks atau kanker mulut rahim. Berdasarkan data Globocan tahun 2022, kanker serviks menempati peringkat ketiga penyakit kanker terbanyak di Indonesia dengan 36.964 kasus.
Agar mengurangi angka kasus baru di masa depan, pemberian vaksin HPV pada kelompok wanita produktif perlu didorong. Dokter Darrell menyoroti kesalahan persepsi masyarakat yang menganggap perempuan aman dari infeksi HPV setelah menikah dan melahirkan karena hanya memiliki satu pasangan seksual. Ia menegaskan bahwa virus ini bisa menyebar melalui kontak kulit, termasuk saat berhubungan intim.
Dokter Darell juga menekankan bahwa vaksin HPV tidak hanya mencegah kanker serviks, tetapi juga bisa mengurangi risiko penyakit lain seperti kanker anus, vagina, atau orofariangeal. Selain itu, vaksin ini efektif mencegah kanker penis dan kutil kelamin pada laki-laki. Menurutnya, virus HPV bisa menyebar ke pasangan seksual, baik melalui hubungan monogami maupun poligami.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga menggalakkan vaksinasi HPV sebagai langkah untuk mengeliminasi kanker serviks pada 2030. Salah satu inisiatifnya adalah pemberian vaksin gratis kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD (usia 11-12 tahun) melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Terbaru, Kemenkes berencana memperluas program ini ke anak laki-laki berusia 11 tahun untuk mengurangi penyebaran virus HPV.