Susunan pemain Meksiko vs Inggris – Marcus Rashford dicadangkan

Susunan Pemain Meksiko vs Inggris, Marcus Rashford Dicadangkan

Susunan pemain Meksiko vs Inggris – Babak 16 besar Piala Dunia 2026 menjadi momen kritis bagi tim-tim yang berlaga di babak penyisihan grup. Pertandingan antara Meksiko dan Inggris, yang dijadwalkan di stadion kandang Meksiko, menarik perhatian publik sekaligus menghadirkan dinamika baru dalam susunan pemain. Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, memutuskan untuk tidak memasukkan Marcus Rashford ke dalam starting XI, sebaliknya memberikan peluang kepada Anthony Gordon dari Barcelona. Perubahan ini memicu perbincangan di kalangan penggemar sepak bola, karena Rashford sebelumnya menjadi andalan tim di dua pertandingan terakhir penyisihan grup melawan Panama dan Republik Demokratik Kongo. Dengan dicadangkan, pemain berusia 27 tahun itu harus memulai pertandingan dari pinggir lapangan, sementara Gordon diberi posisi sayap kiri yang diharapkan bisa menambah variasi serangan Inggris.

Strategi Tuchel dalam memilih formasi 4-2-3-1 terlihat jelas dalam susunan pemain. Di sektor sayap kanan, Bukayo Saka kembali menjadi starter, sesuai peran yang ia perlihatkan di dua pertandingan grup terakhir. Kemunculan Saka diiringi oleh Jude Bellingham di posisi tengah, menjadikannya menjadi duo serangan yang dinamis. Di belakang mereka, Harry Kane tetap menjadi ujung tombak The Three Lions, yang dikenal sebagai striker berpengalaman dan memiliki ketajaman dalam menyelesaikan serangan. Pemain bertahan, Ezri Konsa dan Marc Guehi, juga tetap dipertahankan untuk membangun pertahanan yang stabil.

Perubahan besar dalam susunan pemain Inggris terjadi di lini tengah. Jarrel Quansah, bek kanan yang baru diperkenalkan, dipasukkan sejak awal menggantikan Djed Spence, yang sebelumnya bermain di posisi itu. Ini menunjukkan upaya Tuchel untuk menyesuaikan rotasi pemain, mengingat ketersediaan pemain yang terbatas dalam babak 16 besar. Di sisi lain, posisi sayap kiri diisi oleh Gordon, yang menunjukkan bahwa pelatih berusaha menambah dimensi serangan dengan memasukkan pemain muda yang dinilai mampu memberikan energi baru.

Strategi Meksiko: Konsistensi dan Ketenangan

Di kubu Meksiko, pelatih Javier Aguirre memilih untuk tetap mempertahankan sebelas pemain utama yang sama seperti saat menghadapi Ekuador di babak penyisihan grup sebelumnya. Ini menunjukkan kepercayaan Aguirre terhadap kesetiaan para pemain inti, terutama di sektor penyerangan. Raul Jimenez, bintang tim yang sudah lama dipercaya, kembali menjadi kapten di depan barisan, ditemani oleh Roberto Alvarado dan Julian Quinones sebagai penyerang pendukung. Formasi 4-1-2-3 yang diterapkan Aguirre memungkinkan Meksiko memainkan peran tengah yang lebih mengontrol bola, sementara bek sayap diisi oleh Jorge Sanchez dan Cesar Montes yang dianggap andal dalam mengamankan lini pertahanan.

Konsistensi ini juga terlihat dari pemilihan Gilbertho Mora, Erik Lira, dan Luis Romo sebagai trio lini tengah. Ketiganya dikenal memiliki kemampuan teknis serta ketahanan fisik yang mumpuni, sehingga diharapkan bisa menyeimbangkan permainan antara serangan dan pertahanan. Dengan formasi yang sama, Meksiko berusaha memanfaatkan pengalaman dan ketangguhan pemain inti untuk mencapai target ketiga keikutsertaan mereka dalam babak perempat final Piala Dunia, yang sebelumnya tercapai pada edisi 1970 dan 1986.

Pertarungan Taktik dan Harapan Tim

Meksiko dan Inggris masing-masing membawa harapan besar dalam pertandingan ini. Untuk Meksiko, target utamanya adalah mencapai babak perempat final setelah melewati babak penyisihan grup dengan baik. Sementara Inggris ingin mengakhiri rekor tanpa gelar juara dunia yang berlangsung sejak 1966. Kedua tim memiliki kekuatan berbeda; Meksiko mengandalkan ketangguhan fisik dan kecepatan sayap, sementara Inggris berfokus pada teknik individu dan kecepatan serangan yang cepat.

Pertandingan ini juga menjadi ujian untuk kedua pelatih dalam menghadapi tekanan dari publik. Tuchel, dengan perubahan susunan pemain, mencoba mengeksplorasi potensi pemain muda seperti Gordon dan Quansah, sementara Aguirre tetap mempercayai kekuatan pemain senior dalam mengatur ritme pertandingan. Dalam laga ini, lini tengah akan menjadi titik kuncinya, karena duet Elliott Anderson dan Declan Rice dari Inggris akan berduel dengan trio Mora, Lira, dan Romo. Kekuatan dominasi bola di lini tengah akan menjadi penentu apakah Inggris bisa memanfaatkan peluang mereka di sayap, atau Meksiko akan menguasai pertandingan melalui pengaturan permainan yang terorganisir.

Menariknya, Norwegia yang sebelumnya menyingkirkan Brasil di babak 16 besar lainnya, menjadi lawan berikutnya yang dinanti oleh pemenang pertandingan ini. Kekuatan Norwegia dalam pertandingan melawan Brasil menunjukkan bahwa mereka siap menghadapi tantangan besar, dan hal ini membuat Meksiko serta Inggris harus memperkuat strategi mereka. Kedua tim juga berharap bisa memperoleh kemenangan besar untuk mengamankan posisi di babak perempat final.

Susunan Pemain Kedua Tim

Di bawah bimbingan FIFA, berikut susunan pemain kedua tim yang siap melakoni laga penting ini:

Meksiko (4-1-2-3): Raul Rangel; Jorge Sanchez, Cesar Montes, Johan Vasquez, Jesus Gallardo; Gilberto Mora, Erik Lira, Luis Romo; Roberto Alvarado, Raul Jimenez, Julian Quinones.

Inggris (4-2-3-1): Jordan Pickford; Jarrell Quansah, Ezri Konsa, Marc Guehi, Nico O’Reilly; Elliott Anderson, Declan Rice; Bukayo Saka, Jude Bellingham, Anthony Gordon; Harry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *