DLH Jabar siapkan mitigasi cegah kebakaran TPA Sarimukti saat kemarau
DLH Jawa Barat Siapkan Strategi Mitigasi Kebakaran TPA Sarimukti di Musim Kemarau
Langkah Pencegahan Proaktif untuk Mengurangi Risiko
DLH Jabar siapkan mitigasi cegah kebakaran – Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat telah menyusun serangkaian langkah strategis guna mencegah terjadinya kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat. Upaya ini dilakukan secara khusus untuk menghadapi tantangan selama musim kemarau panjang yang diprediksi akan berlangsung cukup lama.
Menurut Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional Jawa Barat, Arief Perdana, yang menyampaikan keterangan di Bandung Barat pada hari Rabu, salah satu tindakan prioritas adalah melakukan penataan ulang terhadap timbunan sampah. Tujuannya adalah agar gas metana tidak terkumpul pada satu titik tertentu yang berpotensi memicu api.
> “Kami sudah menyiapkan anggaran tahun ini untuk penutupan sampah. Tumpukan itu ditata supaya gas metana lebih tersebar merata. Jadi, alat berat kami tambah untuk menata timbunan dan mengurangi tumpukan,” jelas Arief Perdana.
Peningkatan Kesiapsiagaan dan Perlengkapan
Selain melakukan penataan fisik terhadap timbunan sampah, pihak pengelola juga memperkuat sistem kesiapsiagaan dengan menyediakan berbagai jenis peralatan pemadam kebakaran. Hidran dan alat pemadam api dengan kapasitas besar maupun ringan telah disiapkan di lokasi untuk memastikan penanganan dapat dilakukan secara cepat apabila muncul titik api.
> “Sudah ada hidran dan alat pemadam api, baik yang berat maupun ringan, sehingga kami siap melakukan penanganan jika terjadi kebakaran,” tambahnya.
Kolaborasi dengan instansi terkait juga menjadi bagian penting dari strategi ini. DLH Jawa Barat bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Barat untuk melaksanakan simulasi penanganan kebakaran secara berkala. Selain itu, latihan bersama serta penyuluhan kepada para pemulung dan pengemudi truk dilakukan agar mereka tidak menyalakan api maupun merokok di sekitar area landfill.
> “Penyuluhan kepada para pemulung sudah dilaksanakan bersama Damkar agar masyarakat lebih berhati-hati saat berada di lokasi landfill,” paparnya.
Potensi Gas Metana dan Faktor Pemicu Kebakaran
Arief Perdana menjelaskan bahwa kandungan gas metana di zona perluasan TPA Sarimukti memang belum diukur secara rinci. Namun, keberadaan sampah organik dalam jumlah besar berpotensi menghasilkan gas metana yang lebih mudah naik ke permukaan saat suhu udara meningkat pada musim kemarau.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan suhu di dalam timbunan sampah, sehingga memicu kebakaran, terlebih apabila terdapat sumber pemantik, seperti pecahan kaca yang memantulkan sinar matahari atau api terbuka.
Pengalaman Kebakaran Sebelumnya
TPA Sarimukti sebelumnya mengalami kebakaran besar pada Agustus 2023 di zona lama yang sudah tidak dioperasikan. Insiden tersebut menyebabkan status tanggap darurat diberlakukan hingga September 2023 setelah api diduga dipicu puntung rokok dan meluas akibat kandungan gas metana di dalam timbunan sampah.
DLH Jawa Barat berharap penguatan mitigasi, peningkatan kesiapsiagaan personel, serta kedisiplinan seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan TPA Sarimukti dapat meminimalkan risiko kebakaran selama puncak musim kemarau tahun ini.