Program Terbaru: Perang dengan Iran, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah

Perang dengan Iran, AS Minta Warganya Segera Tinggalkan Timur Tengah

Jakarta, IDN Times – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran semakin memanas. Untuk mengantisipasi risiko yang membesar, Departemen Luar Negeri AS mengajukan permintaan kepada warganya agar segera berpindah dari beberapa negara di kawasan Timur Tengah. Seruan ini muncul setelah kekerasan antara pihak AS-Israel dan Iran memasuki tahap baru, yang bisa berpotensi merambat ke wilayah lain.

Menurut asisten sekretaris Departemen Luar Negeri untuk urusan konsuler, Mora Namdar, pemerintah AS mendesak penduduk negara-negara seperti Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat, Gaza yang diduduki, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab, dan Yaman untuk meninggalkan wilayah tersebut. Tindakan ini dilakukan karena keadaan keamanan kawasan terus menurun, terutama setelah serangan militer dan respons balik terjadi secara intens.

Eskalasi Konflik Setelah Serangan Iran

Situasi kian kritis setelah berita pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, mengemuka. Peristiwa tersebut dianggap sebagai titik balik yang memperbesar kemungkinan perang berkepanjangan, dengan dampak signifikan ke stabilitas regional.

Dalam laporan terbaru dari Al Jazeera pada Selasa (3/3/2026), terdengar sejumlah ledakan di langit Doha, Qatar. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran konflik ke negara-negara Teluk.

“Kami menyerang pangkalan militer musuh (AS) yang menggunakan wilayah negara tetangga kami. Pangkalan itu merupakan bagian dari wilayah musuh, sehingga kami tidak bermaksud menargetkan negara-negara tetangga, tetapi hanya membela diri dari serangan yang dilakukan di wilayah kita,” kata Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.

Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik bisa berlangsung selama empat hingga lima minggu ke depan. Ia juga menyampaikan kejutan atas tindakan Iran yang menyerang negara tetangganya. Meski serangan Teheran mengenai wilayah sekitar, Iran membantah maksud awalnya adalah menargetkan negara-negara tersebut.

Konflik antara AS-Israel dan Iran kini mendapat perhatian internasional. Selain ancaman perang regional, situasi ini juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi serta pasokan energi global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *