Special Plan: RI dorong pemuda jadi inovator AI dan perlindungan anak di forum PBB
Special Plan: Indonesia Dorong Pemuda Jadi Inovator AI dan Pelindung Anak
Special Plan – Jenewa, Swiss kembali menjadi pusat perhatian dunia digital. Pada Kamis (9/7), Indonesia hadir dalam forum internasional bergengsi melalui sesi Leaders TalkX 9. Forum ini mengangkat tema Cyber Confidence: Enhancing Security in the Digital Age sebagai bagian dari World Summit on the Information Society (WSIS) Forum 2026. Dalam kerangka Special Plan yang digagas pemerintah, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan visi strategis Indonesia untuk era transformasi digital global.
Generasi Muda sebagai Pencipta Teknologi AI
Indonesia membawa dua agenda prioritas ke hadapan dunia internasional. Pertama, menyiapkan generasi muda agar tidak sekadar menjadi pengguna pasif, melainkan pencipta teknologi kecerdasan buatan. Kedua, memperkuat mekanisme perlindungan anak di ruang digital yang semakin luas. Data menunjukkan bahwa sekitar 68 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Angka ini merupakan modal demografi yang sangat berharga untuk melahirkan talenta digital berkualitas.
Tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi AI yang ada, generasi muda Indonesia juga diharapkan dapat menciptakan inovasi baru dan memimpin pengembangannya di kancah internasional. Special Plan ini menekankan bahwa Indonesia telah mencatatkan diri dalam peringkat sepuluh besar dunia berdasarkan minat pencarian AI harian. Di tingkat domestik, lebih dari 70 persen organisasi dan korporasi lokal telah mengadopsi teknologi AI generatif dalam operasional sehari-hari mereka.
Tujuan akhir kami bukan hanya mempersiapkan generasi muda Indonesia untuk menggunakan AI, tetapi juga memberdayakan mereka untuk mencipta, berinovasi, dan menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dalam ekosistem AI dunia.
Untuk memastikan pemanfaatan AI berjalan secara aman dan etis, pemerintah sedang memfinalisasi Peraturan Presiden tentang Tata Kelola AI. Dokumen regulasi ini akan berfungsi sebagai pedoman pengembangan ekosistem AI nasional. Selain itu, regulasi tersebut juga memberikan kepastian hukum bagi para inovator dan investor yang ingin berkontribusi dalam perkembangan teknologi di Indonesia.
Komitmen Perlindungan Anak di Ruang Digital
Selain fokus pada inovasi teknologi, Indonesia juga menegaskan komitmennya dalam melindungi anak-anak di dunia digital. Pemerintah telah mewajibkan platform digital kategori risiko tinggi untuk menerapkan pembatasan usia yang ketat. Salah satu ketentuan utamanya adalah larangan bagi anak di bawah 16 tahun untuk membuka akun secara mandiri tanpa pengawasan orang tua atau wali.
Sebagai langkah konkret implementasi kebijakan tersebut, lebih dari lima juta akun anak-anak telah dinonaktifkan oleh berbagai platform digital atas permintaan pemerintah. Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menciptakan lingkungan digital yang aman bagi generasi penerus bangsa. Special Plan ini juga mencakup edukasi digital bagi orang tua dan guru.
Koneksi tanpa perlindungan tidak akan berkelanjutan. Kami tidak hanya membangun ekonomi digital yang lebih cepat, tetapi juga ingin membangun ekosistem dengan tata kelola yang baik dan melindungi warga negara kita.
Menurut Meutya, pendekatan Indonesia dalam transformasi digital dibangun di atas tiga pilar utama. Pertama adalah konektivitas atau connected yang memastikan akses teknologi merata. Kedua adalah pertumbuhan atau growing yang mendorong ekonomi digital berkembang. Ketiga adalah perlindungan atau protected yang menjamin keamanan bagi seluruh pengguna, khususnya anak-anak.
Ketiga pilar tersebut menjadi landasan kuat bagi Indonesia untuk memastikan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya menghadirkan manfaat ekonomi, tetapi juga menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan strategi ini, Indonesia berharap dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam menyeimbangkan inovasi dan perlindungan di era digital. Special Plan ini akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan teknologi global.