Main Agenda: Menhub targetkan Celukan Bawang atasi kepadatan Ketapang-Gilimanuk

Strategi Baru Menhub: Pelabuhan Celukan Bawang Jadi Solusi Kepadatan Jalur Jawa-Bali

Main Agenda – Jakarta — Upaya pemerintah untuk mengurangi kemacetan di jalur penyeberangan utama antara Pulau Jawa dan Bali semakin konkret. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengumumkan rencana strategis untuk mengaktifkan Pelabuhan Celukan Bawang sebagai alternatif baru dalam melayani arus kendaraan penyeberangan. Target operasional pelabuhan ini ditetapkan pada akhir tahun depan, tepatnya bulan Desember 2026, guna membantu memecah kepadatan yang selama ini terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Pengembangan infrastruktur pelabuhan di wilayah Buleleng, Bali, ini dinilai sebagai langkah penting dalam strategi nasional untuk mendistribusikan arus transportasi laut. Selama bertahun-tahun, jalur Ketapang-Gilimanuk menjadi tulang punggung konektivitas antar-pulau, namun sering kali mengalami kemacetan parah, terutama pada musim liburan. Menhub menjelaskan bahwa pengalaman dari pengembangan jalur Merak-Bakauheni menjadi referensi utama dalam pendekatan ini.

“Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak–Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif,” jelas Menhub dalam keterangannya di Jakarta pada hari Jumat.

Kunjungan kerja Menhub ke lokasi Pelabuhan Celukan Bawang dilakukan pada Kamis, 9 Juli, sebagai bagian dari persiapan matang menghadapi gelombang perjalanan Natal 2026, Tahun Baru 2027, serta angkutan Lebaran 2027 yang bertepatan dengan Hari Raya Suci Nyepi. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Menhub dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Gedung Kertha Sabha, Denpasar. Dalam forum tersebut, kedua pihak membahas percepatan penguatan infrastruktur transportasi di Bali, baik di sektor udara maupun laut.

Alternatif Lintasan dan Peran Strategis Celukan Bawang

Kementerian Perhubungan telah melakukan kajian komprehensif terhadap berbagai opsi lintasan penyeberangan yang dapat mendukung distribusi arus kendaraan secara lebih merata. Beberapa alternatif yang dipertimbangkan meliputi rute Jangkar menuju Celukan Bawang, Tanjung Wangi ke Celukan Bawang, Ketapang ke Padang Bai atau Gunaksa, serta Ketapang ke Benoa. Dari keseluruhan opsi tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi simpul krusial dalam mendistribusikan arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali.

Menhub telah memberikan instruksi langsung kepada PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempercepat kesiapan operasional Pelabuhan Celukan Bawang. Langkah-langkah yang diambil mencakup penyelesaian kajian teknis dan pengembangan fasilitas sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan. Dudy Purwagandhi secara khusus meminta Pelindo untuk melakukan revitalisasi menyeluruh terhadap pelabuhan tersebut agar mampu melayani lintasan penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, dan Tanjung Wangi di Banyuwangi.

“Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan Ketapang Gilimanuk,” tegas Dudy.

Program Water Taxi dan Pengembangan Bandara

Selain fokus pada sektor pelabuhan, Menhub juga menyoroti program water taxi sebagai moda transportasi alternatif yang dapat mengurangi beban lalu lintas darat. Layanan ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu. Berdasarkan perhitungan tim teknis, waktu yang sebelumnya dibutuhkan sekitar satu setengah hingga dua jam dapat dipersingkat menjadi hanya sekitar tiga puluh menit melalui jalur laut.

Menhub menambahkan bahwa antusiasme masyarakat dan wisatawan terhadap program water taxi ini cukup tinggi karena menawarkan pengalaman perjalanan yang berbeda dari moda transportasi konvensional. “Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan. Animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda,” ujarnya.

Dalam sektor penerbangan, Kemenhub terus mendorong penguatan konektivitas udara di Bali melalui pengembangan kapasitas bandara eksisting. Saat ini, jumlah penumpang di Bandara I Gusti Ngurah Rai telah mencapai sekitar 24,9 juta penumpang per tahun, bahkan telah melampaui kondisi sebelum pandemi COVID-19. Dengan pengembangan kapasitas bandara yang sedang berlangsung, target yang ditetapkan adalah peningkatan jumlah penumpang hingga sekitar 32 juta orang per tahun. Hal ini diharapkan dapat mendukung pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.

Pelindo dan ASDP diminta untuk menuntaskan seluruh persiapan operasional sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Dengan demikian, Pelabuhan Celukan Bawang dapat mulai beroperasi secara penuh pada Desember 2026 mendatang. Keberadaan pelabuhan ini tidak hanya akan membantu mendistribusikan arus penyeberangan, tetapi juga secara signifikan mengurangi kepadatan di lintas Ketapang-Gilimanuk yang selama ini menjadi jalur utama konektivitas antar-pulau di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *