Desak Made dan Kadek Adi melaju ke putaran final Series Chamonix 2026

Atlet Panjat Tebing Indonesia Raih Kesuksesan di Kualifikasi Chamonix 2026

Desak Made dan Kadek Adi melaju ke babak final World Climbing Series Chamonix 2026 setelah menunjukkan performa luar biasa dalam babak kualifikasi. Prestasi gemilang ini ditorehkan oleh dua atlet panjat tebing putri Indonesia di kancah internasional. Kedua nama besar tersebut, Desak Made Rita dan Kadek Adi Asih, berhasil mengamankan posisi di 16 besar kategori speed yang berlangsung di Prancis pada Jumat waktu setempat. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa atlet-atlet Indonesia mampu bersaing di level dunia dengan penuh percaya diri.

Performa Cemerlang dalam Kualifikasi

Dalam babak kualifikasi yang berlangsung intensif, Desak Made Rita menunjukkan kemampuan luar biasa dengan menempati peringkat keenam secara keseluruhan. Catatan resmi dari International Federation of Sport Climbing (IFSC) mencatatkan pencapaian luar biasa dari atlet asal Indonesia ini. Di lintasan B, Desak Made mencatatkan waktu terbaiknya sebesar 6,485 detik, sementara di lintasan A ia mencatatkan waktu 8,926 detik. Konsistensi dan kecepatan yang ditunjukkan membuat namanya masuk ke dalam daftar atlet yang lolos ke babak selanjutnya.

Sementara itu, Kadek Adi Asih juga memberikan penampilan yang membanggakan. Atlet ini berhasil lolos ke babak 16 besar setelah menempati peringkat ke-11 dalam babak kualifikasi. Torehan waktu 6,658 detik di lintasan B menjadi kunci keberhasilannya, dengan tambahan waktu 7,563 detik di lintasan A. Kombinasi kedua waktu tersebut memastikan Kadek Adi mendapatkan tiket ke putaran final dengan nyaman.

Rajiah Sallsabillah Tertinggal Tipis

Meskipun kedua atlet lainnya berhasil melaju, keberhasilan tersebut tidak bisa diikuti oleh atlet putri panjat tebing Indonesia lainnya, yaitu Rajiah Sallsabillah. Rajiah harus puas menempati peringkat ke-17 setelah mencatatkan waktu 6,889 detik di lintasan A dan 6,746 detik di lintasan B. Kekecewaan tentu menyelimuti atlet ini, namun ia hanya terpaut sangat tipis dari atlet panjat tebing Rusia, Milana Melnichenko, yang menempati peringkat ke-16 kualifikasi dengan waktu 6,726 detik di lintasan A.

Selisih hanya 0,020 detik menjadi pembeda antara lolos dan tidaknya atlet ke babak final. Angka kecil ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di level internasional.

Menanti Babak Final di Sabtu Sore

Desak Made dan Kadek Adi kini bersiap menghadapi babak 16 besar final World Climbing Series Chamonix 2026. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli, pukul 21.00 waktu setempat. Kedua atlet ini akan kembali menunjukkan kemampuan terbaik mereka di depan penonton internasional. Babak final ini menjadi momen penting untuk membuktikan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dunia dalam kategori panjat tebing speed.

Keberhasilan Desak Made dan Kadek Adi melaju ke babak final ini menjadi motivasi besar bagi atlet-atlet muda Indonesia lainnya. Prestasi mereka tidak hanya membanggakan keluarga dan negara, tetapi juga membuka peluang baru bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia. Dengan dukungan yang terus meningkat, diharapkan atlet-atlet Indonesia dapat terus berprestasi di ajang-ajang internasional berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *