Key Strategy: TP PKK minta kader perkuat 10 program pokok selaras Astacita

TP PKK Dorong Penguatan Sepuluh Program Utama Menuju Visi Indonesia Emas 2045

Key Strategy – Makassar menjadi saksi sejarah bagi peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK yang ke-54 pada tahun 2026. Acara puncak tersebut menghadirkan Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga, Tri Tito Karnavian, yang menyampaikan ajakan kuat kepada seluruh pengurus dan kader organisasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan sepuluh program pokok PKK. Langkah ini selaras dengan program Astacita yang digagas oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas pada tahun 2045.

Tema yang diangkat dalam acara tersebut secara eksplisit menegaskan komitmen gerakan PKK. Melalui pernyataan resminya di Jakarta pada hari Minggu, Tri Tito menjelaskan bahwa tema ini mencerminkan dedikasi organisasi dalam memperkuat implementasi program-program inti yang selaras dengan kebijakan nasional. PKK memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga.

Landasan Hukum dan Data Kader

Kebijakan tersebut semakin diperkuat dengan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020. Aturan ini mewajibkan penyusunan Rencana Induk serta Rencana Strategis PKK untuk periode 2025 hingga 2029. Penyusunan dokumen tersebut harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang juga mencakup tahun 2025 sampai 2029. Berdasarkan data terbaru dari Profil Desa dan Kelurahan (Prodeskel) Kementerian Dalam Negeri tahun 2026, jumlah kader TP PKK mencapai 6.364.671 orang. Mereka tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten dan kota, serta 83.762 desa dan kelurahan di seluruh nusantara.

“Tema ini menegaskan komitmen gerakan PKK untuk memperkuat pelaksanaan 10 program pokok PKK yang selaras dengan Astacita Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sebagai kontribusi nyata menuju Indonesia Emas tahun 2045,” kata Tri dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurut Tri, jaringan kader yang begitu luas merupakan modal sosial berharga untuk mempercepat berbagai program prioritas pemerintah. Ia menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara TP PKK daerah dengan organisasi perangkat daerah. Dengan integrasi yang baik, program PKK dapat masuk ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah secara efektif. Meskipun pemerintah saat ini melakukan efisiensi anggaran, gerakan PKK harus tetap konsisten mendukung berbagai inisiatif pemerintah.

Kolaborasi dan Penghargaan

Keberhasilan program PKK tidak hanya berdampak pada keluarga dan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kinerja pemerintahan daerah. Hal ini sesuai dengan pernyataan Tri yang menyebutkan bahwa sinergi antara berbagai pihak akan menghasilkan dampak yang lebih luas. Pada kesempatan tersebut, TP PKK juga menandatangani nota kesepahaman dengan sembilan kementerian, lembaga pemerintah, serta mitra nonpemerintah. Kesepakatan ini merupakan bentuk penguatan kolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.

TP PKK juga memberikan penghargaan Adhi Bhakti Utama berupa pin emas kepada kader yang telah mengabdi selama lebih dari dua puluh lima tahun tanpa henti. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam gerakan PKK. Tri turut melaporkan keberhasilan rangkaian kegiatan HKG PKK, termasuk pelaksanaan minum pil multiple micronutrients supplement (MMS) secara serentak. Program ini diikuti oleh 54 ribu ibu hamil di 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan, sekaligus mencatatkan rekor MURI pertama di Indonesia.

“Dengan demikian, keberhasilan program PKK tidak hanya berdampak bagi keluarga dan masyarakat, tetapi juga turut meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah,” ujar Tri.

Menutup sambutannya, Tri menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader PKK, kelompok Dasawisma, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, media, serta seluruh mitra kerja. Ia menegaskan komitmen PKK untuk terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang berdaya dan sejahtera. Kehadiran berbagai pejabat penting dalam acara tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap gerakan PKK.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Pelindung TP PKK Selvi Gibran Rakabuming yang didampingi jajaran Solidaritas Perempuan Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifatul Choiri Fauzi juga hadir. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar serta Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman turut berpartisipasi. Jajaran TP PKK Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota seluruh Indonesia serta pejabat terkait lainnya juga hadir dalam acara yang berlangsung meriah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *