Wamenko Pangan tekankan penguatan industri susu dari hulu ke hilir
Wamenko Pangan Tekankan Penguatan Industri Susu dari Hulu ke Hilir
Strategi Nasional untuk Kemandirian Sektor Susu
Wamenko Pangan tekankan penguatan industri susu nasional melalui pendekatan komprehensif yang mencakup seluruh mata rantai produksi. Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa langkah ini krusial untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor susu yang masih tergolong tinggi. Pernyataan penting tersebut disampaikan selama kunjungan kerja ke Koperasi Susu SAE Pujon di Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Kamis, 16 Juli 2025.
Kunjungan kerja ini memiliki dimensi strategis yang melampaui sekadar prosesi formalitas. Melalui observasi langsung terhadap operasional koperasi, Wakil Menteri memperoleh gambaran akurat mengenai kondisi lapangan. Koperasi Susu SAE Pujon dipilih sebagai lokasi kunjungan karena kontribusinya yang signifikan dalam mendorong perekonomian masyarakat lokal melalui sektor peternakan dan pengolahan susu.
Memahami Konsep Hulu hingga Hilir dalam Industri Susu
Penguatan industri susu dari hulu ke hilir merupakan strategi yang dirancang untuk menciptakan ekosistem yang lebih kokoh dan mandiri. Pada fase hulu, fokus utama terletak pada produksi bahan baku mentah, meliputi aktivitas peternakan sapi perah, manajemen pakan ternak berkualitas, serta pengawasan kesehatan hewan secara berkala. Sementara itu, fase hilir mencakup rangkaian aktivitas mulai dari pengolahan susu menjadi produk olahan, sistem distribusi, hingga pemasaran akhir kepada konsumen.
Keseimbangan antara penguatan hulu dan hilir akan menghasilkan dampak positif yang berantai. Peningkatan kapasitas produksi bahan baku di tingkat peternakan akan menjamin ketersediaan pasokan yang stabil bagi unit pengolahan. Di sisi lain, permintaan pasar yang kuat akan memberikan insentif bagi peternak untuk memperluas kapasitas produksi mereka. Sinergi ini diharapkan mampu menurunkan ketergantungan terhadap impor susu dalam bentuk tepung maupun susu cair.
Tantangan dan Peluang dalam Mengatasi Impor Susu
Indonesia menghadapi tantangan serius terkait ketergantungan impor susu yang mencapai volume signifikan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Kondisi ini menciptakan kerentanan terhadap volatilitas harga global dan gangguan pada rantai pasok internasional. Melalui penguatan industri susu secara menyeluruh, pemerintah menargetkan terciptanya substitusi yang lebih efektif untuk produk-produk impor.
Inisiatif ini juga selaras dengan program swasembada pangan yang menjadi prioritas nasional. Sektor susu dipandang memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan secara berkelanjutan dengan dukungan kebijakan yang tepat. Pemberian dukungan kepada koperasi-koperasi susu di berbagai wilayah akan mempercepat pencapaian target swasembada tersebut.
Dampak Kunjungan dan Dukungan Pemerintah ke Depan
Koperasi Susu SAE Pujon berdiri sebagai bukti nyata keberhasilan model pengelolaan susu berbasis komunitas. Melalui kunjungan ini, Wakil Menteri memastikan bahwa kebijakan tingkat nasional dapat diimplementasikan secara efektif di tingkat lokal. Selain itu, kunjungan ini juga berfungsi sebagai wujud apresiasi terhadap para peternak dan pelaku usaha susu di Kabupaten Malang.
Wakil Menteri juga menginstruksikan agar pemerintah terus memberikan dukungan komprehensif berupa fasilitas infrastruktur, program pelatihan, dan berbagai insentif bagi pelaku industri susu. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas susu lokal sehingga mampu bersaing secara kompetitif dengan produk impor.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menegaskan penguatan produksi susu nasional harus dilakukan dari hulu hingga hilir untuk menekan ketergantungan impor yang saat ini masih tinggi.
Proyeksi Pertumbuhan Industri Susu Nasional
Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan, industri susu nasional diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang. Penguatan dari hulu ke hilir bukan hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan ekonomi bagi para peternak dan pelaku usaha di sepanjang rantai nilai.
Laporan ini disusun oleh tim reporter Achmad Saif Hajarani, Andi Bagasela, dan Ludmila Yusufin Diah Nastiti yang mengikuti perkembangan kunjungan dari lokasi.