Bupati tinjau sistem air bersih yang rusak di Pulau Kelapa Dua

1 week ago  ·  4 min read
By Matthew Gonzalez - pemandanganindah.com

Pemkab Kepulauan Seribu Pastikan Sistem Air Bersih di Pulau Kelapa Dua Segera Pulih

Pemandanganindah.com – Bupati tinjau sistem air bersih yang mengalami gangguan operasional di Pulau Kelapa Dua, Kepulauan Seribu. Ketidaknormalan pada instalasi pengolahan air bersih menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu. Bupati Muhammad Fadjar Churniawan melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk mengevaluasi kondisi Sistem Penyediaan Air Minum Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) milik PAM JAYA yang sedang mengalami masalah. Kerusakan ini berdampak langsung pada kapasitas produksi dan distribusi air bersih bagi warga pulau tersebut.

Kedatangan bupati ke lokasi bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh sarana produksi dan distribusi air bersih berfungsi optimal. Dengan demikian, masyarakat tidak akan menghadapi kendala berkepanjangan dalam mendapatkan pasokan air bersih yang layak. Fadjar menyatakan bahwa koordinasi intensif akan dilakukan bersama pihak PAM JAYA agar masalah pada fasilitas SWRO dapat segera ditangani secara tuntas. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan publik.

Penyebab Gangguan Operasional Sistem SWRO

Koordinator SWRO PAM JAYA di Pulau Kelapa Dua, Andi Ardiansyah, menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor teknis yang menghambat proses produksi air bersih. Gangguan pertama berkaitan dengan sensor pembaca tekanan membran yang tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini menyebabkan mesin high pressure mengalami siklus mati-hidup yang tidak stabil, sehingga mempengaruhi efisiensi keseluruhan sistem.

Pertama, sensor pembaca tekanan membran tidak terbaca sehingga membuat mesin high pressure mati-hidup. Kemudian, air hasil produksi juga berbau, kata Andi Ardiansyah.

Penyebab kedua yang signifikan adalah kerusakan pada pompa lumpur. Kerusakan ini mengakibatkan lumpur mengendap dan masuk ke dalam jalur produksi, yang kemudian menyebabkan air hasil olahan memiliki bau tidak sedap. Selain masalah mekanis, stok bahan kimia sodium hypochlorite (NaOCl) yang digunakan dalam proses pengolahan air juga telah habis. Bahan kimia ini berperan penting dalam proses disinfeksi air sebelum didistribusikan ke masyarakat.

Jadwal Perbaikan dan Kapasitas Sistem

Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, PAM JAYA telah menyusun jadwal perbaikan yang komprehensif. Tim teknisi dari kantor pusat dijadwalkan untuk tiba dan menangani permasalahan pada tanggal 14 Agustus mendatang. Kedatangan tim ahli ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan sistem SWRO agar kembali beroperasi secara normal. Proses perbaikan akan mencakup penggantian komponen yang rusak serta pembersihan jalur produksi.

Sistem SWRO di Pulau Kelapa Dua dirancang dengan kapasitas produksi yang memadai untuk memenuhi kebutuhan warga. Dalam kondisi normal, instalasi ini beroperasi selama sekitar 22 jam setiap hari dengan hasil produksi mencapai 19 meter kubik air bersih per hari. Proses distribusi kepada masyarakat dilakukan selama dua jam per hari, dengan volume yang berkisar antara 15 hingga 20 meter kubik. Kapasitas ini cukup untuk melayani seluruh penduduk pulau.

Pihak PAM JAYA telah menjadwalkan pengiriman teknisi dari kantor pusat untuk melakukan penanganan terhadap permasalahan tersebut pada 14 Agustus mendatang, jelas Andi Ardiansyah.

Pentingnya Air Bersih bagi Masyarakat Kepulauan

Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan fundamental bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kepulauan Seribu. Berbeda dengan daerah daratan yang memiliki akses lebih mudah ke sumber air tawar, masyarakat pulau sangat bergantung pada sistem pengolahan air laut melalui teknologi reverse osmosis. Gangguan pada sistem ini dapat menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan aktivitas sehari-hari warga. Selain itu, keterlambatan perbaikan juga dapat mempengaruhi sektor pariwisata yang menjadi salah satu sumber pendapatan utama.

Bupati Fadjar menegaskan bahwa pengawasan ketat akan terus dilakukan bersama jajaran terkait. Tujuannya bukan hanya menyelesaikan persoalan teknis semata, tetapi juga memastikan bahwa kualitas air yang dihasilkan memenuhi standar kebutuhan masyarakat. Setelah sistem beroperasi kembali, air yang didistribusikan harus dipastikan aman dan layak untuk dikonsumsi. Pengawasan ini akan dilakukan secara berkala untuk mencegah terulangnya masalah serupa.

Kami akan kawal proses perbaikan tersebut dan setelah beroperasi kembali, air yang dihasilkan harus dipastikan aman dan layak untuk didistribusikan kepada masyarakat, tegas bupati.

Frequently Asked Questions

Berapa lama sistem SWRO di Pulau Kelapa Dua beroperasi setiap hari? Sistem SWRO dirancang untuk beroperasi selama sekitar 22 jam setiap hari dalam kondisi normal.

Kapan jadwal perbaikan sistem SWRO dilakukan? Tim teknisi dari kantor pusat dijadwalkan tiba pada tanggal 14 Agustus untuk menangani permasalahan.

Berapa kapasitas produksi air bersih sistem SWRO? Dalam kondisi normal, sistem menghasilkan 19 meter kubik air bersih per hari dengan distribusi 15 hingga 20 meter kubik.

Apa penyebab utama air hasil produksi berbau? Kerusakan pompa lumpur mengakibatkan lumpur mengendap dan masuk ke jalur produksi, menyebabkan air berbau tidak sedap.

Pemulihan sistem SWRO ini menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah. Dengan memastikan bahwa seluruh komponen berfungsi optimal, masyarakat Pulau Kelapa Dua dapat kembali menikmati akses air bersih yang konsisten dan berkualitas. Proses perbaikan yang komprehensif diharapkan dapat mencegah terulangnya gangguan serupa di masa mendatang.

More from this category