ESDM sebut pembangunan pabrik baterai EV di Karawang sudah rampung

9 hours ago  ·  3 min read
By Thomas Davis - pemandanganindah.com

ESDM Sebut Pembangunan Pabrik Baterai EV di Karawang Sudah Rampung

Pemandanganindah.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah selesai dikerjakan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM, Ahmad Erani Yustika, saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada hari Jumat. Menurut Erani, fasilitas berkapasitas produksi 6,9 gigawatt hour (GWh) per tahun tersebut kini tinggal menunggu jadwal peresmian resmi oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Insyaallah, kayaknya sudah (rampung), ya. Insyaallah. (Peresmiannya) tinggal tunggu jadwal Pak Presiden (Prabowo Subianto),” ujar Erani.

Status Operasional Bertahap dan Jadwal Peresmian

Erani menambahkan bahwa pabrik tersebut tidak lagi berada dalam fase konstruksi penuh. Ia menjelaskan bahwa lini produksi sudah mulai berjalan, meskipun masih dalam tahap bertahap. “Sudah mulai beroperasi, walaupun mungkin masih bertahap, ya. Tapi sudah mulai beroperasi,” ucapnya. Artinya, ESDM sebut pembangunan pabrik baterai ini telah melewati seluruh tahapan konstruksi dan memasuki masa komisioning serta uji coba produksi sebelum peresmian nasional.

Peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi penanda akhir dari proses pembangunan yang dimulai sejak peletakan batu pertama pada Minggu, 29 Juni 2025. Saat itu, Presiden meletakkan batu pertama proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium Antam-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang. Dari titik awal tersebut hingga pernyataan rampungnya pembangunan, proses konstruksi berlangsung kurang dari delapan bulan.

Profil Investasi, Tenaga Kerja, dan Komitmen Lingkungan

Pabrik sel baterai ini dikembangkan oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), sebuah perusahaan patungan antara Indonesia Battery Corporation (IBC) dan konsorsium CATL-Brunp-Lygend (CBL). Pada awal Februari 2026, Director of Corporate Public Affair PT CATIB, Bayu Hermawan, mengungkapkan bahwa nilai investasi proyek ini mencapai kurang lebih Rp7 triliun. Kapasitas produksi tahunan ditetapkan sebesar 6,9 GWh, menjadikannya salah satu fasilitas sel baterai terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Dari sisi ketenagakerjaan, estimasi jumlah pekerja yang akan diserap saat pabrik beroperasi penuh mencapai kurang lebih 3.000 orang. Angka tersebut mencakup tenaga teknis, operator lini produksi, logistik, serta fungsi pendukung lainnya. Bagi masyarakat Karawang dan sekitarnya, kehadiran fasilitas ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendorong transfer teknologi manufaktur baterai ke dalam negeri.

Komitmen lingkungan juga menjadi bagian integral dari operasional pabrik. Bayu Hermawan menyampaikan bahwa PT CATIB mengoperasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 18 MWh untuk mendukung kegiatan produksi. Langkah ini sejalan dengan prinsip industri hijau dan mengurangi jejak karbon dari proses manufaktur sel baterai.

Tanya Jawab

Kapan pabrik baterai EV di Karawang diresmikan? Peresmian dijadwalkan menunggu ketersediaan waktu Presiden Prabowo Subianto. Hingga pernyataan Erani pada Jumat tersebut, jadwal pasti belum diumumkan. ESDM sebut pembangunan pabrik baterai sudah rampung secara teknis, sehingga peresmian bersifat seremonial.

Siapa pengembang pabrik dan berapa nilai investasinya? Pengembangnya adalah PT CATIB, patungan antara IBC dan konsorsium CBL. Nilai investasi keseluruhan proyek berada di kisaran Rp7 triliun dengan kapasitas produksi 6,9 GWh per tahun.

Berapa banyak tenaga kerja yang akan terserap? Estimasi penyerapan tenaga kerja saat operasi penuh mencapai sekitar 3.000 pekerja, mencakup berbagai fungsi teknis dan pendukung di kawasan industri Karawang.

Apakah pabrik ini sudah beroperasi? Ya, menurut Erani lini produksi sudah berjalan secara bertahap. Fase komisioning dan uji coba produksi tengah berlangsung sebelum kapasitas penuh tercapai.

More from this category