Andre Rosiade Sinyalir Kesiapan di Exco PSSI, Tapi Kursi Ketum Masih Tergantung Dinamika 2027
Pemandanganindah.com – Perdebatan soal siapa yang akan memimpin federasi sepak bola Indonesia setelah Juli 2027 mulai mendapat warna baru. Presiden klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk menempati posisi di jajaran pimpinan PSSI—namun dengan catatan bahwa ia lebih condong ke arah Komite Eksekutif atau Wakil Ketua Umum, bukan kursi utama. Pernyataan itu ia lontarkan di hadapan para jurnalis ketika menghadiri peluncuran skuad Semen Padang untuk musim kompetisi 2026/27 di kawasan Alam Sutera, Tangerang, Selasa.
“Ya belum tahu, nanti kita tunggu Juli 2027, yang penting Semen Padang juara Liga 2 (Championship) dulu lah.”
Komentar tersebut mencerminkan sikap pragmatis seorang pemilik klub yang masih tenggelam dalam ambisi promosi. Bagi Andre, prioritas saat ini bukan kursi di kantor federasi, melainkan mengangkat Semen Padang kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekosistem sepak bola di Sumatera Barat merupakan agenda utama yang tidak bisa ditunda.
Hitung Mundur Menuju Kongres PSSI 2027
Masa jabatan Erick Thohir sebagai Ketua Umum PSSI akan berakhir pada Juli 2027. Dengan demikian, kurang dari satu tahun lagi federasi akan menggelar pemilihan untuk menentukan pemimpin periode 2027-2031. Proses ini berpotensi melibatkan Kongres Luar Biasa (KLB) jika Erick memutuskan untuk kembali mencalonkan diri, atau pemilihan reguler jika ia memilih mundur dari arena politik sepak bola nasional.
Andre tidak menutup pintu untuk posisi tertinggi, tetapi ia secara eksplisit menyatakan bahwa keputusannya bergantung pada dinamika internal PSSI menjelang kongres. Ia menyebut akan mengamati apakah Erick masih berminat memimpin federasi setelah menuntaskan program-programnya di periode berjalan.
“Ya saya, kalau sekadar maju Exco atau Wakil Ketum, insyaallah saya maju. Tapi untuk Ketum saya tunggu restu bos dulu lah.”
Ia tidak merinci siapa yang dimaksud dengan “bos” dalam pernyataan tersebut. Namun konteks kalimatnya mengisyaratkan bahwa keputusan akhir terkait pencalonan dirinya akan sangat dipengaruhi oleh arah kebijakan Erick Thohir menjelang akhir masa jabatannya.
“Karena kami lihat perkembangan PSSI dulu. Apakah Pak Erick mau maju lagi atau tidak, gitu. Ya kalau memang Pak Erick di akhir tahun ini berprestasi dan ingin maju lagi, mungkin saya bisa jadi Wakil Ketumnya, atau bisa jadi Exco-nya.”
Fokus Utama: Membangun Sepak Bola Sumatera Barat
Di balik wacana politik federasi, Andre menegaskan bahwa keterlibatannya yang lebih besar di PSSI belum menjadi prioritas utama. Ia memilih untuk menyalurkan energinya pada pembangunan infrastruktur sepak bola di daerah asalnya. Bagi seorang politisi yang juga pengusaha, langkah ini sekaligus menjadi investasi jangka panjang: memperkuat basis suporter, mengembangkan akademi, dan memastikan bahwa klub-klub lokal memiliki jalur kompetisi yang sehat.
Semen Padang, yang dikenal dengan julukan Kabau Sirah, saat ini berkompetisi di Liga 2 Indonesia atau Championship. Pada musim 2026/27, klub ini tergabung di Grup A yang mencakup wilayah barat Indonesia. Andre menargetkan gelar juara divisi tersebut sebagai tiket promosi ke Liga 1—kasta tertinggi yang telah lama ditinggalkan oleh klub bersejarah asal Padang itu.
“Seperti itu. Tapi yang pasti, fokus saya sekarang bagaimana bisa pertama membangun sepak bola di Sumatera Barat, yang kedua mengembalikan Semen Padang ke Liga 1. Itu dulu. Urusan PSSI masih lama, masih jauh.”
Konteks Kompetisi dan Jadwal Pembuka
Perjalanan Semen Padang di Championship musim ini akan dimulai pada 13 September dengan menghadapi Persiraja Banda Aceh di Stadion Haji Dimurthala, Banda Aceh. Laga pembuka Grup A tersebut menjadi ujian awal bagi skuad yang baru saja diperkenalkan kepada publik. Bagi Andre, hasil di lapangan akan menjadi tolok ukur apakah ambisi promosi realistis atau sekadar retorika musim panas.
Secara struktural, posisi Andre dalam lanskap sepak bola Indonesia unik. Ia bukan sekadar pemilik klub, melainkan juga politisi aktif yang memahami mekanisme organisasi dan lobi. Kombinasi tersebut menjadikannya figur yang sulit diabaikan dalam bursa kepemimpinan PSSI, terlepas dari apakah ia akhirnya mencalonkan diri sebagai ketua umum atau memilih peran di belakang layar melalui Exco dan Wakil Ketua Umum.
Yang jelas, hingga Juli 2027 tiba, narasi tentang masa depan PSSI akan terus berkembang. Setiap keputusan Erick Thohir—apakah melanjutkan atau mundur—akan mengubah kalkulasi politik seluruh kandidat yang mengintai dari pinggir. Andre Rosiade, untuk saat ini, memilih menunggu sambil memastikan Kabau Sirah kembali mendominasi papan klasemen Liga 2.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Andre Rosiade bicara peluang maju?
Andre Rosiade bicara peluang maju is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Andre Rosiade bicara peluang maju matter?
Andre Rosiade bicara peluang maju matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

