Iran Kirim Kapal Perang Kedua ke Perairan Sri Lanka usai Serangan Kapal Selam AS

Iran Kirim Kapal Perang Kedua ke Perairan Sri Lanka usai Serangan Kapal Selam AS

Kapal perang Iran kedua sedang berlayar menuju perairan teritorial Sri Lanka, tempat di mana kapal selam Amerika Serikat (AS) menenggelamkan salah satu kapal fregat Iran pada hari Rabu. Serangan tersebut terjadi di wilayah internasional di lepas pantai pulau tersebut, menurut pernyataan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth.

“Kapal selam Amerika Serikat telah menenggelamkan kapal perang Iran dengan torpedo di perairan internasional di lepas pantai Sri Lanka,” ujar Hegseth dalam pengarahan Pentagon.

Pernyataan pemerintah Sri Lanka muncul setelah juru bicara kabinet menyatakan negara itu sedang berupaya melindungi nyawa awak kapal Iran yang terdampar di lepas pantai. Menteri Media Sri Lanka, Nalinda Jayatissa, mengungkapkan kapal tersebut berada tepat di luar perairan teritorial.

Dalam upaya penyelamatan, angkatan laut Sri Lanka melaporkan 87 jenazah telah ditemukan dan 32 pelaut berhasil diselamatkan setelah kapal perang Iran tenggelam. Pihak berwenang mengatakan kepada Al Jazeera bahwa frigat IRIS Dena, yang berada sekitar 40 mil laut (75 km) dari Galle di selatan Sri Lanka, mengirimkan panggilan darurat antara pukul 06.00 dan 07.00 (00:30 hingga 01:30 GMT).

Kapal tersebut membawa sekitar 180 awak, dan operasi pencarian masih berlangsung, kata pejabat Sri Lanka. Fregat Iran yang tenggelam itu sedang kembali dari partisipasi dalam Tinjauan Armada Internasional 2026 di Vishakapatnam, India timur.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath mengatakan kepada parlemen bahwa angkatan laut menerima informasi darurat tentang kapal tersebut dan pemerintah segera mengirimkan kapal serta pesawat udara untuk misi penyelamatan. Menurut juru bicara angkatan laut, tidak ada kapal atau pesawat lain yang terlihat di lokasi tenggelamnya kapal perang Iran.

Selain itu, pihak berwenang menegaskan bahwa serangan terhadap kapal Iran ini dianggap sebagai “serangan pertama terhadap musuh sejak Perang Dunia II” oleh Pentagon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *