Rencana Khusus: Perang Iran Meluas ke Luar Teluk, Sampai ke Negara NATO dan Sri Lanka

Perang Iran Meluas ke Luar Teluk, Sampai ke Negara NATO dan Sri Lanka

TEHERAN, KOMPAS.com – Konflik antara Amerika Serikat dan Iran terus membesar hingga menyentuh wilayah luar Teluk Persia. Pada Rabu (4/3/2026), sebuah kapal selam AS diberitakan menenggelamkan kapal perang Iran di perairan selatan Sri Lanka, sementara sistem pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang mengarah ke Turkiye. Eskalasi ini dimulai setelah Washington dan Israel mengintensifkan operasi militer terhadap Teheran pada Sabtu (28/2/2026).

Kapal Selam AS Ledakan Kapal Perang Iran

Komando Pusat Amerika Serikat mengungkapkan bahwa lebih dari 20 kapal Iran telah dihancurkan, termasuk satu unit yang dihantam di lepas pantai Sri Lanka. Serangan ini menjadi pertama kalinya kapal selam AS menenggelamkan kapal musuh sejak Perang Dunia II. Seorang pejabat Sri Lanka mengidentifikasi kapal yang tenggelam sebagai fregat IRIS Dena, yang sedang dalam perjalanan kembali ke Iran dari India timur.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” ujar Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. “Sebaliknya, kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” imbuhnya.

Hegseth juga menyatakan bahwa Amerika Serikat menguasai momentum dalam pertarungan ini. “Ini tidak pernah dimaksudkan sebagai pertarungan yang adil, dan memang bukan pertarungan yang adil. Kami menghantam mereka saat mereka sedang terpuruk,” kata Hegseth dalam pidato di Pentagon. “Kami dapat mempertahankan pertempuran ini dengan mudah selama yang kami perlukan.”

Sistem Pertahanan NATO Tangkal Rudal Iran

Sementara itu, pertahanan udara NATO berhasil menangkal rudal balistik Iran yang ditujukan ke Turkiye. Ini merupakan kali pertama Turkiye terlibat langsung dalam konflik tersebut. Meski tidak ada bukti bahwa insiden ini akan memicu klausul pertahanan kolektif aliansi Atlantik Utara, Turkiye memiliki militer terbesar kedua di NATO dan berbatasan langsung dengan Iran.

Iran Kurangi Rudal, AS Klaim Kemenangan

Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, mengatakan bahwa Iran kini menembakkan rudal dengan jumlah lebih sedikit, yang menunjukkan penurunan kemampuan militer Teheran. Dalam waktu bersamaan, konflik memperlambat pelayaran di Selat Hormuz selama lima hari berturut-turut. Jalur ini menjadi salah satu rute utama ekspor minyak dan gas dari Timur Tengah ke pasar internasional.

Presiden AS Donald Trump menjanjikan dukungan dan perlindungan angkatan laut bagi kapal energi yang beroperasi di wilayah tersebut. Harga minyak mencapai level tertinggi dalam lebih dari setahun, dengan sekitar 200 kapal masih terjebak di perairan. Diketahui, beberapa unit militer Israel menghancurkan kompleks di Teheran timur yang menyimpan seluruh badan keamanan Iran, termasuk Garda Revolusi, intelijen, unit perang siber, dan kepolisian internal.

Dalam situasi yang semakin memanas, rencana pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Israel pada Sabtu (28/2/2026), ditunda sampai waktu yang belum ditentukan. Pihak Iran juga menunjukkan persiapan dengan memamerkan lusinan drone tempur di bunker bawah tanah, siap melancarkan serangan ke pangkalan militer AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *