Main Agenda: Roblox patuh penuh PP Tunas, komitmen atur akses gim untuk anak
Roblox Penuhi Persyaratan PP Tunas, Jamin Kebutuhan Perlindungan Digital Anak
Main Agenda – Jakarta, Kamis – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid mengungkapkan bahwa platform game Roblox telah memenuhi seluruh ketentuan Peraturan Presiden (PP) Tunas. Regulasi ini bertujuan melindungi anak-anak Indonesia dari risiko negatif di dunia digital. Dalam pidatonya pada konferensi pers terkini, Meutya menyebutkan bahwa Roblox menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengatur akses game khusus untuk kalangan usia dini.
Roblox telah melaksanakan beberapa kebijakan penting, termasuk penghapusan fitur komunikasi yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan orang tak dikenal. Selain itu, platform ini wajib melakukan verifikasi usia dengan teknologi pengenalan wajah, atau facial recognition, sebagai bagian dari tindak lanjut PP Tunas. “Kami mengapresiasi langkah Roblox yang proaktif dalam menjalankan verifikasi usia, karena ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak,” ujar Meutya.
Implementasi Awal PP Tunas
Meutya menjelaskan bahwa penyesuaian Roblox terhadap PP Tunas memastikan delapan platform digital yang ditetapkan oleh pemerintah telah memenuhi standar baru. Keputusan ini diambil setelah diskusi intensif antara perwakilan Roblox dan lembaga pemerintah Indonesia. Hasilnya, Roblox menyetujui untuk melakukan verifikasi usia kepada seluruh pengguna, termasuk dewasa, sebagai dasar pengelompokan akses game.
Dalam menjalankan kebijakan ini, Roblox mencatat bahwa di Indonesia terdapat sekitar 23 juta pemain usia anak dari total pengguna sebanyak 45 juta. Regulasi PP Tunas berlaku bagi semua pemain yang terdaftar, dengan sistem pengaturan khusus berdasarkan usia akun. “Kami telah meluncurkan pembatasan games sesuai klasifikasi usia. Artinya, game yang bisa dilihat anak di bawah 13 tahun akan berbeda dengan game yang diterima usia 16 tahun ke bawah, serta usia 16 tahun ke atas,” lanjut Meutya.
Pelaksanaan verifikasi usia secara otomatis akan mematikan kemampuan pengguna berkomunikasi dengan pihak yang tidak dikenal. Dengan mekanisme ini, anak-anak dapat terhindar dari konten atau interaksi berpotensi merugikan. Selain itu, Roblox menyediakan alat bantu bagi orang tua untuk mengatur waktu layar, atau screen time, agar anak tidak terlalu lama terpapar game.
Kebijakan Tertentu untuk Usia Anak
Sebagai bagian dari upaya memisahkan pengguna usia dini, Roblox membagi akun menjadi dua jenis. Pengguna di bawah 13 tahun akan memiliki akun Roblox Kids, di mana seluruh fitur komunikasi ditutup, dan game yang ditampilkan hanya berisi konten yang difilter untuk usia anak. Akun ini juga menampilkan tema khusus, berbeda dari akun pengguna dewasa.
Untuk pengguna usia 13-15 tahun, Roblox memberikan opsi akun Roblox Select. Akun ini memungkinkan komunikasi dengan orang yang sudah dikenal, tetapi membatasi interaksi dengan pihak asing. Sistem ini tetap menjaga keamanan digital, sekaligus memberikan ruang untuk eksplorasi game yang lebih luas. “Tema khusus di akun Select akan memudahkan orang tua dalam memantau aktivitas anak, sambil tetap memperbolehkan interaksi sosial yang sehat,” kata Meutya.
Meutya menambahkan bahwa PP Tunas merupakan aturan pertama di dunia yang mengatur akses game secara spesifik untuk anak-anak. Sebelumnya, banyak negara hanya membatasi kecanduan media sosial, tetapi Indonesia menjadi negara pertama yang mengimplementasikan ini pada platform game. “Ini merupakan langkah strategis untuk menjaga keselamatan anak di ruang digital, sambil tetap memperkaya pengalaman bermain mereka,” tutur Meutya.
Reaksi dari Pihak Roblox
Dalam kesempatan yang sama, Nicky Jackson Colaco, Wakil Presiden Global Public Policy Roblox, menyatakan bahwa PP Tunas menjadi aturan penting bagi keluarga Indonesia. “Roblox sangat bangga bisa bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam menciptakan lingkungan digital yang aman. Kami berkomitmen penuh untuk menjalankan standar ini, agar anak-anak dapat menikmati kegiatan bermain sambil belajar dan berkembang,” ungkap Nicky.
Nicky juga menjelaskan bahwa sistem verifikasi usia akan diintegrasikan ke dalam proses pendaftaran pengguna. Setelah proses selesai, akun akan dikelompokkan berdasarkan usia. Pengguna yang teridentifikasi berusia di bawah 16 tahun akan diberi akses ke akun Roblox Kids atau Roblox Select, tergantung pada kategori usia mereka. “Dengan pengaturan ini, kami yakin kecanduan game dapat dikurangi, sekaligus memberikan kesempatan belajar bagi anak-anak dalam memahami konten digital,” tambah Nicky.
Roblox berharap kebijakan ini bisa memberikan dampak positif, terutama dalam membentuk kebiasaan bermain game yang sehat. Nicky menekankan bahwa platform ini memberikan ruang belajar, berkreasi, dan bersenang-senang bagi jutaan pemain di Indonesia. “Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sistem perlindungan digital, agar anak-anak bisa menikmati teknologi tanpa risiko,” tutup Nicky.
Meutya menegaskan bahwa kepatuhan Roblox terhadap PP Tunas memberikan contoh baik bagi platform digital lainnya. “Seluruh pengguna, baik anak-anak maupun dewasa, harus tetap diawasi untuk memastikan mereka menjalani kehidupan digital yang seimbang dan positif. Ini adalah langkah penting dalam mewujudkan ekosistem digital yang aman dan inklusif,” pungkas Meutya.
Dengan adanya PP Tunas, anak-anak Indonesia kini memiliki perlindungan tambahan di ruang digital. Roblox, sebagai salah satu platform yang lebih dulu menyesuaikan diri, menunjukkan tanggung jawab sebagai bagian dari industri game global. Harapan besar ditempatkan pada pihak platform lain untuk segera menindaklanjuti regulasi ini, agar semua pemain bisa menjalani kehidupan digital dengan lebih terarah dan terlindungi.