New Policy: Dinkes Fakfak targetkan capaian imunisasi campak rubella 100 persen

Pencapaian 100 Persen Imunisasi Campak Rubella di Fakfak Dinantarkan

New Policy – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, sedang mengejar target pemenuhan 100 persen untuk program vaksinasi campak rubella yang ditujukan kepada 1.463 anak berusia 9 hingga 59 bulan. Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Fakfak, Husein Lie, hingga 30 April 2026, telah tercapai 99 persen dari jumlah sasaran. “Imunisasi campak rubella hingga 30 April 2026 mencapai 99 persen,” tutur Husein dalam wawancara di Fakfak, Jumat. Target ini, katanya, telah melampaui standar nasional sebesar 95 persen. Namun, tim kesehatan tetap meningkatkan upaya pelaksanaan vaksinasi untuk menjangkau semua anak di wilayah tersebut.

Strategi Jemput Bola Mempercepat Pemenuhan Sasaran

Kebijakan “jemput bola” menjadi salah satu metode utama dalam mempercepat cakupan vaksinasi campak rubella. Strategi ini dilakukan melalui pelayanan di pos-pos kesehatan serta kunjungan langsung ke setiap rumah warga. “Kami menggerakkan semua sumber daya kesehatan dan yakin bisa mencapai 100 persen karena ada dukungan dari Dinkes provinsi,” jelas Husein. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai sektor, hingga tingkat kampung, dalam menjaga kelancaran program.

“Vaksinasi campak rubella merupakan langkah efektif untuk mencegah penyakit berbahaya ini, terutama di kalangan anak-anak,” tambah Husein. Ia menjelaskan bahwa lokasi prioritas vaksinasi telah ditetapkan di empat wilayah kerja Puskesmas Sekban, yaitu Distrik Pariwari. Lokasi tersebut mencakup Kelurahan Dulanpokpok, Wagom, Wagom Utara, dan Kampung Tanama. “Semua lokasi sudah mencapai 100 persen, kecuali Kelurahan Wagom yang hanya mencapai 98 persen,” ungkapnya.

Dalam upayanya memastikan semua anak mendapat perlindungan, Dinkes Fakfak terus melakukan pemantauan pasca-vaksinasi. Fungsi pemantauan ini adalah untuk memastikan keamanan dan efektivitas vaksin yang diberikan kepada masyarakat. “Petugas terus mengawasi progres, sambil mengejar sisa target yang belum tercapai,” kata Husein. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko penyebaran penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi serius, bahkan kematian.

Kolaborasi Lintas Sektoral Memperkuat Kinerja

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Papua Barat, Billy Makamur, menyatakan bahwa keberhasilan vaksinasi di Fakfak berkat sinergi kerja antar-sektor, mulai dari tingkat kabupaten hingga kampung. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya mendorong partisipasi masyarakat, tetapi juga memperkuat sistem pemantauan penyakit. “Ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat,” katanya.

Program vaksinasi campak rubella di Kabupaten Fakfak juga didukung oleh pihak berwenang di tingkat provinsi. Dengan bantuan sumber daya dan teknis yang lebih luas, Dinkes Fakfak berharap semua anak usia 9 hingga 59 bulan dapat terlindungi. Billy mengimbau orang tua untuk segera mengantarkan anak-anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat. “Imunisasi adalah cara paling efektif mencegah campak dan rubella, yang bisa menyebabkan gejala berat atau bahkan kematian jika tidak diatasi dini,” tegasnya.

Sebagai upaya pencegahan, Dinkes Fakfak telah mengoptimalkan koordinasi dengan puskesmas dan tenaga kesehatan di lapangan. Hal ini diharapkan bisa mempercepat proses pemberian vaksin kepada semua sasaran. Pemantauan pasca-vaksinasi juga menjadi bagian penting untuk memastikan tidak ada gangguan pada respons tubuh anak-anak. “Kami memastikan semua langkah yang dilakukan benar dan aman,” ujar Billy. Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sangat krusial dalam mencapai cakupan penuh, terutama di daerah yang terpencil.

Secara umum, vaksinasi campak rubella di Fakfak memperlihatkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut Billy, program ini menjadi contoh sukses dalam penerapan kebijakan kesehatan yang berbasis masyarakat. “Kolaborasi antara pemerintah daerah, puskesmas, dan warga kampung menjadi tulang punggung keberhasilan,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran orang tua dalam menjaga kesehatan anak-anak, terlebih di usia rentan penyakit menular.

Sebagai bagian dari program nasional, vaksinasi campak rubella di Fakfak bertujuan mengurangi angka kejadian penyakit yang bisa menyebabkan kecacatan atau kematian. Dinkes Fakfak menargetkan semua anak usia 9 hingga 59 bulan terima vaksinasi penuh sebelum akhir tahun 2026. Husein Lie menegaskan bahwa tim kesehatan terus berupaya agar tidak ada anak yang terlewat. “Kami ingin semua anak mendapat perlindungan sejak dini,” katanya.

Penguatan Sistem Pemantauan Pasca-Vaksinasi

Untuk memastikan keberhasilan program, Dinkes Fakfak juga menguatkan sistem pemantauan pasca-vaksinasi. Langkah ini dilakukan dengan memantau gejala yang mungkin muncul setelah pemberian vaksin, serta mencatat efektivitas vaksin di setiap lokasi. “Dengan pemantauan ini, kami bisa menilai apakah vaksinasi memberikan perlindungan yang optimal,” jelas Husein. Ia menambahkan bahwa data yang diperoleh dari pemantauan akan menjadi dasar untuk evaluasi dan perbaikan program di masa mendatang.

Kebijakan jemput bola tetap menjadi fokus utama dalam menjangkau anak-anak yang belum terlayani. Tim kesehatan mengunjungi setiap rumah warga, terutama di daerah yang sulit diakses. “Kami ingin semua anak, termasuk yang berada di daerah terpencil, mendapat vaksinasi,” kata Billy. Dengan metode ini, Dinkes Fakfak berharap dapat menutup celah cakupan vaksinasi, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program kesehatan.

Vaksinasi campak rubella di Fakfak juga memperlihatkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani kesehatan masyarakat. Setiap upaya yang dilakukan, termasuk penguatan sistem pemantauan dan peningkatan kesadaran orang tua, bertujuan menjaga keberlanjutan program. “Kami percaya vaksinasi adalah investasi terbaik untuk masa depan generasi muda,” tutur Billy. Ia menambahkan bahwa dukungan dari seluruh lapisan masyarakat akan menjadi kunci utama dalam mencapai target 100 persen secara tepat waktu.

Dengan capaian yang hampir mencapai 100 persen, Dinkes Fakfak kini fokus pada penyelesaian sisa target. Hal ini diperlukan agar tidak ada anak yang terlewat dan penyakit campak rubella bisa ditekan secara maksimal. “Setiap anak yang terimavaksinasi akan berkontribusi pada penurunan angka penyebaran penyakit,” kata Husein. Ia berharap program ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain dalam menangani vaksinasi massal.

Program imunisasi campak rubella di Fakfak tidak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *