3.051 calon haji asal Riau telah diberangkatkan ke Tanah Suci
3.051 Calon Haji Asal Riau Telah Berangkat ke Tanah Suci
3 051 calon haji asal Riau – Dari Pekanbaru, (ANTARA) – Total jumlah calon haji asal Provinsi Riau yang telah berangkat ke Tanah Suci mencapai 3.051 orang. Para jamaah ini dikirim melalui embarkasi Batam, Kepulauan Riau, bersama 14 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 28 petugas kloter. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap, dengan pembagian dalam beberapa kloter mulai dari BTH 3 hingga BTH 9. Meski terdapat sedikit hambatan akibat kondisi kesehatan, seluruh proses tetap berjalan lancar.
Persiapan dan Koordinasi dalam Proses Keberangkatan
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan matang untuk memastikan kelancaran perjalanan jamaah. Proses ini melibatkan kerja sama antara PHD, KBIHU, serta petugas kloter yang bertugas mengawal para calon haji sejak awal. Defizon menekankan bahwa kesiapan fisik jamaah menjadi prioritas utama sebelum mereka tiba di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, hingga saat ini total calon haji dari Riau yang telah berangkat mencapai 3.096 orang. Namun, ada sebagian yang harus menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan,” kata Defizon dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Sabtu.
Menurut Defizon, ada 18 calon haji yang terpaksa tertunda keberangkatannya. Penundaan ini terjadi karena beberapa alasan, seperti kebutuhan perawatan medis di Batam dan kondisi sakit yang dialami jamaah di daerah asal. Dari jumlah tersebut, 7 orang masih menjalani pengobatan di embarkasi, sementara 6 pendamping mereka turut terkena dampak. Dua calon haji lainnya mengalami gangguan kesehatan sebelum menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Kloter-Sekloter yang Diberangkatkan
Dalam pembagian kloter, setiap rombongan memiliki dinamika yang berbeda. Kloter BTH 3 mengirimkan 443 calon haji, dengan 2 orang yang harus tertunda. Kloter BTH 4 membawa 440 calon, namun ada 5 jamaah yang tidak bisa berangkat segera. Kloter BTH 5 memberangkatkan 438 orang, sedangkan 7 calon haji lainnya masih menunggu persiapan lebih lanjut.
Kloter BTH 6 mengirimkan 399 calon haji. Defizon menyebutkan bahwa ada mutasi antarkloter sebagai bagian dari penyesuaian data atau kondisi jamaah. “Mutasi ini adalah hal wajar dalam penyelenggaraan haji, terutama untuk memastikan kebutuhan medis atau logistik terpenuhi,” ujarnya.
Kloter BTH 7 menjadi yang terbesar dengan 488 calon haji. Dalam kloter ini, terdapat 6 orang yang tertunda keberangkatan karena alasan kesehatan. Sementara Kloter BTH 8 mengirimkan 445 orang, namun 1 jamaah dilaporkan meninggal dunia di daerah asal. Kloter BTH 9, yang diberangkatkan pada 1 Mei 2026, membawa 443 calon haji, dari mana 2 orang masih menjalani perawatan di Batam.
Prioritas Kesehatan dalam Pelayanan Jamaah
Defizon menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya memberikan layanan maksimal kepada jamaah. Hal ini termasuk pemantauan kesehatan secara intensif sebelum dan saat keberangkatan. “Kami memastikan jamaah tetap dalam kondisi baik agar bisa menjalankan ibadah haji tanpa hambatan,” tambahnya.
Dalam perjalanan ke Tanah Suci, seluruh calon haji menjalani proses pemeriksaan medis, termasuk vaksinasi dan pengukuran vital sign. PHD dan KBIHU juga berperan aktif dalam mengawasi kesehatan jamaah serta memberikan bimbingan spiritual. “Kesiapan fisik dan mental jamaah adalah kunci keberhasilan ibadah haji,” katanya.
Perbedaan Dinamika di Setiap Kloter
Masing-masing kloter memiliki tantangan unik. Misalnya, Kloter BTH 3 menghadapi kendala minimal, sementara Kloter BTH 4 mengalami penundaan lebih dari yang diharapkan. Defizon menyatakan bahwa penyesuaian jumlah jamaah dalam setiap kloter dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan selama perjalanan.
Dalam hal kloter BTH 5, jumlah jamaah yang berangkat tetap sesuai target, meski ada 7 orang yang harus menunggu sementara. Kloter BTH 6 mengalami perubahan kecil karena mutasi, sementara Kloter BTH 7 menghadirkan angka tertinggi dalam jumlah calon haji. “Kloter BTH 7 tercatat sebagai yang terbesar, dengan 488 jamaah yang siap berangkat,” ujar Defizon.
Kloter BTH 8 menjadi sedikit lebih kompleks karena satu jamaah meninggal sebelum keberangkatan. Pihak kloter segera memberikan penanganan darurat untuk memastikan proses tidak terganggu. Defizon menegaskan bahwa semua petugas kloter terus bekerja sama untuk mengatasi masalah yang muncul.
Proses Pemberangkatan dan Kesiapan Ibadah Haji
Kloter BTH 9, yang diberangkatkan pada 1 Mei 2026, membawa 443 orang, termasuk 2 calon haji yang masih dalam pengawasan medis di Batam. Defizon menyoroti bahwa semua upaya dilakukan untuk menjaga konsistensi dan keberlanjutan ibadah haji. “Setiap kloter dirancang agar bisa memenuhi kebutuhan jamaah sesuai rencana,” ujarnya.
Menurut Defizon, ada sejumlah perubahan kecil dalam pengaturan kloter untuk menyesuaikan situasi terkini. Hal ini termasuk penyesuaian jumlah jamaah dan penambahan petugas khusus di kloter tertentu. Pihak kloter juga terus memperbaiki sistem komunikasi untuk memastikan semua jamaah tiba di Tanah Suci dalam kondisi optimal.
Pemerintah provinsi mengambil langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko kesehatan selama perjalanan. Defizon menegaskan bahwa kloter yang dikirimkan telah diperiksa secara mendetail, termasuk persiapan dokumen, perlengkapan, dan kebutuhan logistik. “Semua aspek terus diperbaiki agar jamaah merasa nyaman dan