Key Strategy: Unhas perkuat pengembangan pendidikan vokasi di Selayar

Unhas perkuat pengembangan pendidikan vokasi di Selayar

Key Strategy – Makassar, Universitas Hasanuddin (Unhas) menggalakkan pengembangan pendidikan vokasi di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat lokal. Wilayah ini, yang berada di area strategis, memiliki tantangan unik akibat karakteristik geografis yang tersebar. Kondisi tersebut memaksa adanya pendekatan pendidikan yang berbeda, sehingga kehadiran lembaga vokasi sangat penting untuk mengatasi hambatan tersebut. Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, dalam pernyataannya di Makassar pada hari Sabtu, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif proaktif yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar. Menurut JJ, langkah ini menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong kemajuan pendidikan daerah.

Dalam konteks ilmu pengetahuan, JJ menilai bahwa perhatian terhadap sektor kelautan dan perikanan masih perlu ditingkatkan, meskipun potensinya sangat besar. JJ menekankan bahwa Unhas telah melakukan langkah nyata untuk memperkuat sektor tersebut, termasuk kerja sama dengan Guangdong University. “Salah satu upaya implementasi yang diusulkan adalah menetapkan Selayar sebagai proyek percontohan dalam riset dan pengembangan budidaya perikanan secara menyeluruh,” tambahnya. Ia juga menjelaskan bahwa penelitian yang dijalankan harus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tidak hanya sekadar teori atau konsep.

“Pendidikan vokasi harus menjadi pengikat baru bagi kemajuan Selayar. Ini bukan hanya tentang bidang akademik, tetapi juga bagaimana kita menciptakan masa depan daerah yang didasarkan pada potensi yang dimiliki,” ujarnya pada acara penyerahan tanah hibah dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar ke Unhas.

Menurut JJ, hibah tanah dan bangunan yang diberikan oleh pemerintah daerah adalah wujud nyata dari visi besar kepala daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Dukungan ini memberikan ruang bagi program vokasi untuk berkembang lebih cepat dan menawarkan layanan yang lebih baik. Selain itu, JJ berharap kolaborasi dengan institusi pendidikan lainnya dapat membuka peluang penelitian dan pengembangan yang lebih luas. “Dengan kerja sama ini, kita bisa memperkaya kurikulum serta menggali potensi lokal yang belum sepenuhnya dimanfaatkan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, mengatakan bahwa daerahnya masih menghadapi berbagai tantangan dalam bidang pembangunan, terutama berkaitan dengan keterbatasan lahan dan kondisi geografis yang terpisah. “Situasi ini menuntut pendekatan pembangunan yang tidak hanya konvensional, tetapi juga adaptif dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pendidikan vokasi menjadi salah satu solusi strategis untuk menghadapi tantangan tersebut. Dengan pendekatan aplikatif dan fokus pada keterampilan, vokasi diharapkan mampu membentuk sumber daya manusia yang siap kerja serta relevan dengan potensi unggulan wilayah, seperti sektor kelautan, perikanan, dan industri produktif lainnya.

“Membangun di wilayah kepulauan tentu memiliki tantangan tersendiri. Namun, kami melihat pendidikan sebagai investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda,” jelas Natsir Ali.

Dalam upaya meningkatkan akses pendidikan, Unhas juga menyoroti perluasan jangkauan program vokasi. Selama ini, banyak lulusan yang mampu menyelesaikan pendidikan vokasi langsung berkontribusi pada pengembangan ekonomi daerah. JJ mengungkapkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan pendidikan sangat penting. “Kami ingin memastikan bahwa setiap program yang dijalankan benar-benar memenuhi kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak langsung,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari upaya ini, Unhas juga menyiapkan beberapa inisiatif spesifik untuk meningkatkan kualitas pendidikan vokasi. Salah satu langkah yang diambil adalah mengintegrasikan kurikulum dengan kebutuhan industri lokal. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga langsung terlibat dalam praktik lapangan. Selain itu, pihak universitas berencana menyelenggarakan pelatihan keterampilan spesifik untuk menghadapi dinamika pasar kerja. “Kami ingin menciptakan model pendidikan yang fleksibel dan sesuai dengan tuntutan era digital saat ini,” katanya.

Bupati Selayar juga menyoroti pentingnya pendidikan vokasi dalam mengatasi masalah pengangguran dan meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Ia berharap, melalui kerja sama dengan Unhas, daerahnya bisa mengembangkan sumber daya manusia yang siap mengisi berbagai sektor produktif. “Kami percaya bahwa pendidikan vokasi menjadi jembatan penting antara kebutuhan masyarakat dan tuntutan industri,” tambahnya.

Upaya pengembangan ini diharapkan dapat berdampak positif pada jangka panjang. Dengan penguatan pendidikan vokasi, Selayar dianggap memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pendidikan unggulan di wilayah Sulawesi Selatan. JJ menegaskan bahwa perlu adanya koordinasi yang lebih intensif antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat. “Kolaborasi yang baik akan mempercepat proses transformasi pendidikan yang berkelanjutan,” pungkasnya. Dengan dukungan bersama, Unhas berkomitmen untuk menjadikan Selayar sebagai contoh sukses dalam pendidikan berbasis kebutuhan lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *