Meeting Results: Kemendukbangga perkuat perlindungan “daycare” melalui Program Tamasya
Kemendukbangga Perkuat Perlindungan Anak di Daycare Melalui Program Tamasya
Meeting Results – Jakarta, Sabtu – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) terus berupaya meningkatkan sistem pengasuhan dan perlindungan anak di lingkungan daycare. Upaya ini dilakukan melalui Program Tamasya, yang dianggap sebagai salah satu strategi utama dalam memastikan pengasuhan anak berjalan optimal. Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, menyampaikan hal ini saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang penanganan kasus daycare di Yogyakarta dan penguatan sistem perlindungan anak di Jakarta pada Kamis (30/4). Dalam kesempatan tersebut, Isyana menegaskan bahwa Tamasya tidak hanya menjadi solusi untuk memperkuat layanan penitipan anak, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian terhadap kualitas asuhan yang diberikan kepada anak.
Program Tamasya: Konsep dan Tujuan
Program Tamasya dirancang sebagai bentuk penguatan layanan pengasuhan anak yang aman, ramah, serta memiliki kualitas tinggi. Konsep ini selaras dengan Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2045, yang secara jelas menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan partisipasi perempuan dalam pembangunan nasional. “Program Tamasya merupakan salah satu inisiatif prioritas kami untuk menjamin anak mendapatkan pengasuhan yang terpadu dan menyeluruh,” tutur Isyana dalam keterangan resmi di Jakarta.
“Kami ingin mendorong peningkatan partisipasi angkatan kerja perempuan, sehingga keberadaan tempat penitipan anak yang berkualitas menjadi sangat penting,” ujar Isyana.
Dalam penjelasannya, Isyana menjelaskan bahwa Tamasya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga sebagai pusat pendampingan yang melibatkan pengasuh, anak, orang tua, dan keluarga. Layanan ini dirancang untuk memberikan dukungan holistik, termasuk memberikan rujukan jika ditemukan kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut. “Tujuan utama Tamasya adalah memastikan pengasuhan anak tidak hanya aman, tetapi juga sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan anak,” tambahnya.
Capaian dan Kegiatan Tamasya
Sampai saat ini, Program Tamasya telah mencapai lebih dari 3.300 layanan penitipan anak di berbagai wilayah Indonesia. Kemendukbangga mengklaim bahwa pertumbuhan ini didukung oleh penyuluh Keluarga Berencana (KB) serta Tim Pendamping Keluarga yang terlibat aktif dalam mengawasi dan meningkatkan kualitas layanan. Isyana menyoroti bahwa penguatan kapasitas pengasuh merupakan bagian penting dari upaya ini. “Kami terus memperkaya pengetahuan pengasuh melalui kelas daring seperti ‘Tamasya di Kerabat’, agar mereka lebih memahami pola asuhan yang sesuai kebutuhan anak,” ujarnya.
Dalam rangka mendorong pengawasan yang lebih efektif, Kemendukbangga sedang mengembangkan aplikasi digital. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi alat pendukung dalam memantau dan mengoptimalkan layanan Tamasya di seluruh Indonesia. “Melalui teknologi digital, kami dapat memastikan keberlanjutan program ini dan meningkatkan transparansi dalam proses pelayanan,” tambah Isyana. Aplikasi ini akan menjadi bagian dari upaya menyelaraskan berbagai aspek layanan, mulai dari standar kualitas hingga sistem informasi yang terpadu.
Peran Menko PMK dalam Sinergi Lintas Kementerian
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, juga memberikan dukungan kuat terhadap upaya integrasi berbagai program penyelenggaraan daycare. Menurut Pratikno, ada beberapa program serupa dari berbagai kementerian, seperti Taman Asuh Sejahtera, Taman Asuh Ceria, serta layanan penitipan anak di sektor pendidikan, yang perlu diharmonisasi. “Sinergi antar kementerian sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelayanan, sekaligus memastikan setiap program saling melengkapi,” ujarnya.
“Kita perlu menyinergikan berbagai program yang ada, baik dari sisi standar, sistem informasi, maupun pembagian peran, agar tidak terjadi tumpang tindih dan justru saling melengkapi,” ujar Pratikno.
Dalam konteks ini, Pratikno menekankan bahwa penguatan sinergi lintas kementerian akan menghasilkan sistem layanan pengasuhan anak yang lebih terpadu, berkualitas, dan berkelanjutan. Ia menilai, dengan kolaborasi yang lebih solid, berbagai program yang sudah berjalan dapat memperkuat efektivitasnya dalam mendukung tumbuh kembang anak. “Kami harap sinergi ini mampu menciptakan lingkungan yang aman, ramah, serta berpihak pada kepentingan terbaik anak Indonesia,” tambahnya.
Aspek Kualitas dan Pengawasan dalam Tamasya
Menurut Isyana, penguatan kualitas pengasuhan anak juga memerlukan peningkatan kapasitas pengasuh. “Kami memastikan pengasuh memiliki pemahaman memadai tentang cara memberikan asuhan yang sesuai dengan usia anak dan kondisi keluarga mereka,” jelasnya. Selain itu, pengawasan yang terintegrasi dianggap krusial untuk memastikan standar layanan tetap terjaga. “Dengan sistem pengawasan yang terpadu, kami bisa merespons kebutuhan anak secara lebih cepat dan efisien,” ucap Isyana.
Program Tamasya juga memperhatikan aspek keterlibatan keluarga. Isyana menyoroti bahwa peran orang tua dalam pengasuhan anak tidak boleh diabaikan. “Kami berupaya membangun komunikasi yang baik antara pengasuh, anak, dan orang tua, sehingga mereka saling mendukung dalam proses pengasuhan,” tambahnya. Selain itu, layanan ini menjadi wadah untuk memberikan edukasi kepada orang tua terkait pentingnya pendekatan asuhan yang baik dan berkelanjutan.
Keberhasilan dan Harapan di Masa Depan
Isyana menyebut bahwa program ini telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas layanan penitipan anak. “Tidak hanya memberikan tempat untuk menitipkan anak, Tamasya juga menjadi alat untuk memperkuat ikatan keluarga dan memastikan anak tumbuh dalam lingkungan yang kondusif,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada komitmen bersama antara berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, dan penyuluh KB.
Dalam menilai masa depan program Tamasya, Isyana menekankan bahwa penguatan sistem perlindungan anak harus terus dilakukan. “Kami berharap program ini bisa menjadi salah satu pilar dalam menciptakan ekosistem pengasuhan anak yang lebih baik,” jelasnya. Di sisi lain, Pratikno menambahkan bahwa sin