Latest Program: KEK Kura Kura Bali kenalkan kawasan lewat pameran budaya dan UMKM
KEK Kura Kura Bali Memperkenalkan Kawasan Melalui Pameran Budaya dan UMKM
Latest Program – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menorehkan langkah konkret untuk memperkenalkan wilayahnya kepada masyarakat Pulau Bali dengan mengadakan Island Bazzar, sebuah acara yang menggabungkan pameran budaya dan usaha kecil menengah (UMKM) lokal. Acara ini dihelat di Denpasar, Sabtu, dan menjadi ajang menghadirkan kekayaan seni, kerajinan, serta keunikan budaya Bali dalam satu kesatuan yang lebih dinamis dan menarik. Sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), KEK Kura Kura Bali berharap kegiatan ini dapat membangun kesadaran masyarakat tentang potensi kawasan mereka sebagai pusat ekonomi kreatif.
Konsep dan Tujuan Acara
“KEK Kura Kura Bali mengajak warga Bali untuk berpartisipasi dalam perayaan seni, kerajinan, dan budaya, serta memperkenalkan suasana yang hangat serta bersemangat,” tutur Zefri Alfaruqy, Kepala Departemen Komunikasi KEK Kura Kura Bali. Zefri menjelaskan, acara ini bertujuan mengembangkan kawasan ekonomi kreatif di Pulau Serangan sekaligus menciptakan ruang bagi UMKM dan seniman lokal untuk berinteraksi dengan pengunjung. “Kami ingin mewadahi UMKM dan seniman Bali, serta mengajak masyarakat merasakan kekayaan budaya mereka melalui kegiatan yang lebih menarik dan inklusif,” tambahnya.
Keberagaman Aktivitas yang Digelar
Island Bazzar kali ini menyajikan beragam kegiatan yang memadukan aspek budaya dan ekonomi. KEK Kura Kura Bali menyediakan 30 stan UMKM kuliner, 30 stan ritel, serta 10 stan lokakarya yang memperlihatkan proses kreatif di balik produk lokal. Dengan total 3.000 peserta yang diharapkan hadir pada 2–3 Mei 2026, pameran ini menjadi ajang memperkenalkan kawasan yang dicanangkan sebagai proyek nasional sekaligus mendorong konsumsi produk UMKM. Selain itu, para pengunjung dapat menjelajahi aktivitas yang menampilkan busana adat Bali sebagai latar belakang kegiatan.
“Kami juga menghadirkan stan kostum Bali dari berbagai kabupaten, sehingga pengunjung bisa merasakan nuansa budaya yang berbeda,” kata Zefri. Ia menambahkan, pengunjung yang menampilkan gaya paling ikonik akan diberi kesempatan menyusuri kanal Riviera dengan perahu tradisional, sebuah pengalaman romantis dan interaktif yang memperkuat kesan budaya dalam acara ini.
Untuk menegaskan komitmen kekayaan budaya Bali, KEK Kura Kura Bali tidak hanya menghadirkan UMKM tetapi juga berkolaborasi dengan komunitas seni. Lokakarya dan pertunjukan Tari Kecak menjadi bagian utama dari acara ini, dengan mengundang Bali Bajra, sebuah komunitas yang bertugas mengajarkan teknik tari kepada pengunjung. “Tujuan kami adalah menyatukan berbagai elemen budaya Bali dalam satu ruang yang memudahkan akses bagi semua kalangan,” ujar Zefri, yang menjelaskan bahwa acara ini bertujuan mewujudkan kultur Bali yang lebih kuat dan terjaga.
Kolaborasi dengan Kreatif Lokal
Di samping kegiatan seni tradisional, KEK Kura Kura Bali juga mengundang kreator lokal untuk berpartisipasi dalam lokakarya kreatif yang interaktif. Komunitas seperti Museum Pasifika, Sharon Florist, dan Kevala Ceramics turut serta menyumbangkan keahlian mereka untuk memperkaya pengalaman para pengunjung. Zefri menegaskan, kolaborasi ini dilakukan demi menciptakan ruang yang menyenangkan serta menginspirasi masyarakat Bali dan wisatawan untuk terlibat secara aktif.
Salah satu atraksi menarik yang disajikan adalah sesi foto busana adat. Pengunjung dapat berfoto menggunakan pakaian tradisional Bali dengan latar belakang kawasan KEK Kura Kura Bali, yang mencerminkan estetika dan keunikan tempat ini. Zefri menyoroti bahwa acara ini menjadi alat untuk mengamplifikasi identitas budaya Bali sekaligus menarik minat wisatawan yang ingin merasakan atmosfer lokal secara lebih mendalam.
Perkembangan dan Rencana Selanjutnya
Menurut Zefri, antusiasme masyarakat yang terlihat pada hari pembukaan acara menginspirasi keputusan untuk melanjutkan Island Bazzar di tengah tahun 2026. Ia menegaskan bahwa acara ini tidak hanya menjadi ajang pameran tetapi juga menyajikan nilai ekonomi dan budaya yang bisa berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini bisa berlangsung secara berkala, sehingga masyarakat lebih akrab dengan kawasan KEK Kura Kura Bali,” katanya.
Sebagai bagian dari strategi pemasaran, KEK Kura Kura Bali juga merencanakan pengembangan lebih lanjut dengan meluncurkan mal atau pusat perbelanjaan bernama Sira Village Premium Outlet Bali. Lokasi ini akan menjadi tambahan untuk mendukung pertumbuhan UMKM lokal, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan tempat belanja yang menawarkan produk unik dan berkualitas. Zefri berharap, lewat Sira Village, kawasan ini dapat menjadi destinasi utama bagi pengunjung yang ingin menikmati pengalaman berbelanja sambil menjaga nilai budaya.
Pengaruh dan Manfaat bagi Masyarakat
Kegiatan Island Bazzar diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat Bali dalam menjaga keberlanjutan budaya. Dengan menghadirkan produk UMKM secara langsung, para pengunjung dapat memahami proses produksi dan nilai ekonomi yang dihasilkan oleh komunitas lokal. Selain itu, acara ini juga membuka peluang bagi UMKM untuk mengakses pasar yang lebih luas, baik dari warga lokal maupun pengunjung wisatawan.
Zefri Alfaruqy menuturkan, pengunjung yang berpartisipasi dalam acara ini bukan hanya mendapatkan pengalaman menyenangkan tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi kreatif Bali. “Pameran budaya ini bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan bahwa kawasan KEK Kura Kura Bali adalah ruang yang menjunjung tinggi kreativitas dan warisan budaya,” ujarnya. Ia menekankan bahwa KEK Kura Kura Bali berkomitmen untuk menjadi kawasan yang tidak hanya menarik secara ekonomi tetapi juga memperkaya kesadaran masyarakat tentang identitas lokal.
Strategi Pemasaran yang Inklusif
Acara Island Bazzar dirancang agar semua kalangan bisa merasakan manfaatnya. Dengan menyediakan berbagai kegiatan yang beragam, KEK Kura Kura Bali memastikan bahwa pengunjung dari berbagai usia dan latar belakang dapat menikmati pengalaman yang berbeda. Zefri menjelaskan, acara ini memperkenalkan kawasan melalui bentuk yang lebih modern dan interaktif, sehingga mampu menarik perhatian anak muda maupun wisatawan yang mencari pengalaman unik.
Kehadiran UMKM dan seniman lokal dalam acara ini juga menjadi strategi untuk menyebarluaskan keahlian mereka. Dengan menggabungkan seni dan ekonomi, KEK Kura Kura Bali berharap mampu menciptakan ekosistem yang saling mendukung. “Kami ingin menjadikan kawasan ini sebagai pusat perpaduan antara wisata dan kegiatan ekonomi,” ujar Zefri. Ia menambahkan, acara seperti Island Bazzar menjadi wujud nyata dari upaya memperkuat keterlib