Kronologi Lengkap Sampah TPST Bantargebang Longsor Menimbun Lima Truk dan Warung – Empat Orang Ditemukan Meninggal Dunia
Kronologi Lengkap Longsor Sampah TPST Bantargebang
Longsor terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada hari Minggu (8/3). Kejadian ini menghancurkan 5 unit truk sampah dan 1 warung, dengan empat orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih mencari korban yang tersisa di lokasi bencana. Evakuasi berlangsung dengan dukungan sekitar 20 unit mesin gali.
Detik-Detik Tragedi
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan longsor terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu, truk-truk sampah sedang mengantre untuk membongkar muatan. “Tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa 5 unit truk sampah dan 1 warung di sekitar lokasi,” kata Isnawa dalam keterangan tertulis.
“Dugaan penyebab hujan lebat dengan durasi lama,” ujar Isnawa.
BPBD mencatat sekitar 10 orang diduga tertimbun, terdiri dari lima warga dan lima sopir truk sampah. Empat korban telah ditemukan, yaitu Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (sopir truk), dan Irwan Supriatain (42), juga sopir truk. Dua orang lainnya dinyatakan selamat, yakni Jonan dan Risno, yang bekerja sebagai sopir.
Langkah Mitigasi dan Evakuasi
Setelah kejadian, pemerintah DKI Jakarta segera mengaktifkan operasi tanggap darurat. Area Zona 4A ditutup sebagai upaya mitigasi, sementara tim gabungan memastikan stabilitas material longsoran. “Tingginya curah hujan yang berlangsung lama membuat tumpukan sampah licin, sehingga memicu longsor,” tambah Pramono, salah satu petugas.
Dalam penyelidikan lanjutan, BPBD mengungkapkan 13 orang menjadi korban, dengan tujuh di antaranya meninggal dan enam lainnya selamat. Basarnas DKI Jakarta masih memantau potensi korban tambahan. Proses evakuasi terus berlangsung sambil menunggu stabilisasi area yang berisiko longsor kembali.
Pelaporan Akhir
Peristiwa di Zona 4C TPST Bantargebang, Kelurahan Cikiwul, Kecamatan Bantargebang, menewaskan tiga orang, termasuk pemilik warung dan sopir truk. Meski delapan korban diumumkan awalnya, data terkini menyebut total korban mencapai 13, dengan jumlah kematian meningkat menjadi tujuh.