PPIH Medan imbau jamaah hindari wisata kota sebelum puncak haji
PPIH Medan imbau jamaah hindari wisata kota sebelum puncak haji
PPIH Medan imbau jamaah hindari wisata – Medan, Sumatera Utara – Zulkifli Sitorus, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan, mengingatkan para jamaah calon haji dari daerah tersebut untuk menghindari kegiatan wisata kota sebelum puncak ibadah haji tahun ini. Hal ini dilakukan agar jamaah dapat fokus pada pelaksanaan ibadah yang wajib dijalani, khususnya bagian-bagian utama seperti ibadah di Makkah, Madinah, dan Arafah.
“Saya ingin jamaah calon haji mengingatkan diri sendiri untuk tidak terbawa oleh kegiatan wisata kota. Jika terlalu banyak berkunjung ke tempat-tempat wisata, mereka mungkin tidak dapat mengikuti ibadah secara maksimal,” jelas Zulkifli setelah melangsungkan pelepasan 355 jamaah dari Kloter 14 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, Kamis.
Dalam upaya memastikan kelancaran ibadah, Zulkifli juga menyampaikan pesan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) di Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa selama periode sebelum puncak haji, kegiatan “city tour” harus diperkecil. “KBIHU diminta agar tidak menyediakan aktivitas wisata kota hingga puncak haji tiba. Beberapa waktu lalu, ada kecelakaan yang menimpa bus yang membawa jamaah, padahal mereka belum melaksanakan ibadah haji,” tambahnya.
Kecelakaan tersebut terjadi di Jabal Magnet, sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Madinah. Menurut laporan, dua bus dari jamaah Indonesia yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Barat mengalami insiden pada Selasa (28/4). Meski tidak ada korban jiwa, sepuluh jamaah mengalami cedera ringan akibat peristiwa tersebut. Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi semua pihak terkait kebutuhan untuk memastikan keamanan dan keselamatan jamaah sebelum ibadah haji dimulai.
Langkah Pemerintah untuk Meminimalkan Risiko
Dalam upaya mencegah kejadian serupa, Kementerian Haji dan Umrah RI telah menerbitkan peraturan yang melarang jamaah calon haji melakukan wisata kota sebelum puncak haji. Larangan ini ditegaskan dalam Surat Edaran bernomor S-88/BN/2026, yang ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah di seluruh Indonesia. Surat tersebut menjadi dasar untuk mengatur kegiatan jamaah selama masa persiapan ibadah haji.
Zulkifli menjelaskan bahwa kegiatan city tour berpotensi menyebabkan kelelahan fisik dan mental bagi jamaah. Padahal, pada masa tersebut, mereka masih dalam proses penyesuaian dan persiapan untuk melaksanakan ritual ibadah haji yang dianggap lebih penting. “City tour tidak termasuk dalam bagian wajib haji, tetapi sering kali mengganggu fokus jamaah,” ujarnya.
PPIH Medan menekankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga konsentrasi jamaah selama perjalanan ke Tanah Suci. Dengan mengurangi aktivitas non-esensial, para jamaah diharapkan dapat menjalani ibadah haji secara optimal, tanpa terganggu oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan atau kurangnya kewaspadaan.
Zulkifli menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau kegiatan KBIHU di wilayah Sumatera Utara. “Kami mendorong semua pihak untuk mematuhi arahan ini, agar tidak ada hal yang tidak terduga saat jamaah melaksanakan ibadah haji,” tuturnya. Pihak PPIH juga memberikan saran agar jamaah menghabiskan waktu mereka untuk mempelajari tentang ibadah haji, seperti mengikuti pengajian atau membaca kitab-kitab yang relevan.
Pentingnya Fokus pada Ritual Ibadah Haji
Puncak ibadah haji biasanya dimulai saat jamaah tiba di Arafah, yang merupakan bagian penting dari proses ibadah tersebut. Dengan larangan city tour sebelum masa ini, jamaah diharapkan dapat menjalani setiap tahap ibadah haji dengan sungguh-sungguh. Zulkifli menjelaskan bahwa kegiatan wisata kota tidak hanya memakan waktu, tetapi juga berpotensi mengurangi kualitas ibadah yang dijalani.
Kecelakaan di Jabal Magnet menjadi bahan pertimbangan utama bagi PPIH Medan dalam menetapkan kebijakan ini. Zulkifli menekankan bahwa insiden tersebut mengingatkan semua pihak akan pentingnya menjaga konsentrasi dan keselamatan jamaah selama perjalanan ke Tanah Suci. “Kami ingin jamaah calon haji dapat mengalami ibadah haji secara utuh, tanpa gangguan yang tidak perlu,” jelasnya.
PPIH Medan juga mengajak para jamaah untuk memperhatikan kesehatan fisik dan mental sebelum memasuki masa ibadah. “Kita harus memastikan jamaah tidak terlalu lelah atau terburu-buru saat menghadapi ritual-ritual utama haji,” lanjut Zulkifli. Hal ini terutama penting bagi jamaah yang akan melakukan ibadah haji di daerah yang cukup jauh dari Medan.
Dalam rangka menjaga konsistensi, PPIH Medan menekankan bahwa kegiatan wisata kota harus dikurangi hingga puncak haji. Tidak hanya untuk menghindari risiko kecelakaan, tetapi juga agar jamaah dapat menjalani ibadah haji dengan