Key Strategy: Polri mutasi 108 pati dan pamen ganti sejumlah kapolda dan PJU mabes

Polri Mutasi 108 Pati dan Pamen untuk Mengganti Kepemimpinan di Berbagai Wilayah dan Struktur Mabes Polri

Key Strategy – Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran dalam susunan jabatan dengan mengrotasikan 108 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) pada bulan Mei 2026. Tindakan ini bertujuan mengisi posisi strategis di Markas Besar Kepolisian (Mabes Polri) serta kepolisian daerah (Polda) yang sebelumnya ditinggalkan. Proses mutasi ini dipimpin oleh Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir, yang menjelaskan bahwa pergantian jabatan adalah bagian dari upaya memperkuat sistem organisasi dan kemampuan profesional personel.

Proses Rotasi dan Pembinaan Karier

“Rotasi jabatan adalah fenomena wajar dalam organisasi Polri, yang bertujuan memperbarui kompetensi serta meningkatkan kinerja para perwira,” ujar Johnny dalam pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Sabtu (7 Mei 2026). Menurutnya, tindakan ini juga mendukung peningkatan profesionalisme personel dalam menghadapi tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

Kepolisian terus berkomitmen melakukan regenerasi kepemimpinan dan penguatan organisasi agar semakin adaptif, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tambah Johnny.

Pergantian ini berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/960/V/KEP./2026, yang dikeluarkan pada 7 Mei 2026. Dalam rotasi tersebut, jumlah personel yang mengalami perubahan mencakup berbagai kategori, seperti promosi, perekrutan ke jabatan setara (flat), selesainya pendidikan, dan masa pensiun. Total ada 91 perwira yang masuk ke kategori promosi atau pengalihan jabatan setara, sementara tiga lainnya mengalami selesai pendidikan, dan 14 personel memasuki masa pensiun.

Kepemimpinan di Polda dan Struktur Mabes Polri

Mutasi kali ini mencakup pergeseran posisi di berbagai tingkatan, termasuk penugasan ke jabatan strategis di Mabes Polri. Dalam hal ini, satu perwira tinggi diangkat menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat), yakni Komisaris Jenderal Polisi Panca Putra. Selain itu, juga terjadi pergantian di sejumlah Polda, termasuk Kapolda Sumatera Barat, Kapolda Kalimantan Utara, Kapolda Jawa Barat, dan beberapa posisi lain di wilayah Nusa Tenggara, Sulawesi, serta Maluku.

Dari daftar mutasi, tercatat sembilan jabatan kepala daerah yang mengalami pergantian. Beberapa di antaranya meliputi: – Kapolda Sumatera Barat: Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy – Kapolda Kalimantan Utara: Brigjen Pol Agus Wijayanto – Kapolda Jawa Barat: Irjen Pol Pipit Rismanto – Kapolda Kalimantan Barat: Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar – Kapolda Maluku Utara: Brigjen Pol Arif Budiman – Kapolda Nusa Tenggara Barat: Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja – Kapolda Bengkulu: Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid – Kapolda Sulawesi Tenggara: Brigjen Pol Himawan Bayu Aji – Kapolda Sulawesi Tengah: Brigjen Pol Nasri

Adapun untuk posisi kepala kota dan kecamatan, terdapat dua Kapolres yang dirotasi, yaitu Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Christian Rony Putra, dan Kapolres Kota Pangkal Pinang, Kombes Pol Indra Wijatmiko. Johnny menyatakan bahwa perubahan ini didasari oleh pertimbangan kinerja, keahlian, serta kesesuaian dengan kebutuhan tugas di masing-masing wilayah.

Detail Promosi dan Nivelering Jabatan

Dalam mutasi, juga terjadi peningkatan jabatan untuk 16 personel yang naik dari pangkat kombatan ke jabatan Irjen Pol. Tiga orang diberikan jabatan setara di tingkat Irjen Pol, sementara 43 personel lainnya dipromosikan ke jabatan Brigjen Pol. Dalam kategori ini, terdapat peningkatan level IIB1 sebanyak 12 personel, level IIB2 tiga orang, dan level IIB3 satu orang.

Seorang perwira wanita, Brigjen Pol Sagung Dian Kartini, mendapatkan penugasan sebagai Kepala Biro Kelembagaan dan Tata Laksana Staf Utama Perencanaan Umum dan Anggaran (Karolemtala Stamarena). Johnny mengapresiasi keputusan ini karena memberikan ruang bagi perwira wanita untuk berkontribusi lebih luas di dalam struktur organisasi Polri.

Johnny juga menekankan bahwa mutasi ini menjadi langkah penting dalam membangun kepemimpinan yang lebih solid dan mendorong pertukaran antarunit kerja. “Kepolisian terus berupaya menyeimbangkan pengembangan karier dengan peningkatan kapasitas organisasi, sehingga mampu menjawab tantangan keamanan dan kriminalitas yang semakin kompleks,” jelasnya.

Perubahan untuk Meningkatkan Efisiensi Organisasi

Menurut Johnny, tindakan rotasi dan mutasi ini dilakukan untuk menciptakan dinamika baru dalam struktur kepolisian. “Dengan mengganti sejumlah pejabat, kita bisa memastikan bahwa kinerja organisasi tetap optimal dan adaptif terhadap perubahan situasi,” kata mantan Kadiv Propam ini. Rotasi ini juga memberikan peluang bagi personel yang memiliki potensi untuk berkembang ke posisi yang lebih tinggi.

Selain promosi, mutasi ini mencakup beberapa perubahan teknis di lingkungan Mabes Polri. Beberapa personel yang sebelumnya menjabat di posisi tertentu kini diangkat ke jabatan lain, baik di tingkat nasional maupun wilayah. Johnny berharap seluruh perwira yang mengalami mutasi dapat memberikan dampak positif dalam pengelolaan tugas rutin maupun khusus.

Menurut data yang disampaikan, mutasi ini tidak hanya berdampak pada susunan kepolisian daerah, tetapi juga membawa perubahan pada beberapa fungsi di Mabes Polri. Johnny menegaskan bahwa keputusan ini telah melalui evaluasi matang dan pertimbangan berbagai aspek, seperti kesiapan personel, kebutuhan daerah, serta kesesuaian dengan visi kepolisian nasional.

“Kami percaya bahwa pengalihan jabatan ini akan menghasilkan efisiensi dalam organisasi dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kepolisian,” tambah Johnny. Rotasi ini juga diharapkan mampu menciptakan atmosfer kerja yang lebih baik, serta mendorong keterlibatan perwira dalam pengambilan keputusan strategis.

Dalam proses mutasi, Polri juga mengalami pergeseran posisi pejabat utama yang terdiri dari beberapa tingkatan. Contohnya, penugasan Kombes Pol Indra Wijatmiko ke Kapolres Kota Pangkal Pinang menjadi bagian dari upaya mengatur sumber daya yang lebih seimbang. Sementara itu, promosi ke level Irjen Pol memberikan kesempatan bagi personel yang menunjukkan kompetensi tinggi dalam berbagai tugas operasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *