Tim SAR gabungan temukan jasad dua WNA korban erupsi Dukono

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Dua WNA Korban Erupsi Dukono

Tim SAR gabungan temukan jasad dua WNA – Sebuah tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan berhasil menemukan jasad dua warga negara asing (WNA) yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, pada hari Minggu, 10 Mei. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keberhasilan ini menandai berakhirnya operasi SAR yang berlangsung selama beberapa hari. (Irfan Hardiansah/Soni Namura/Ahmad Faishal Adnan)

Proses Penyelamatan Berakhir Setelah Dua Mayat Ditemukan

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengungkapkan bahwa penemuan dua mayat warga negara Singapura tersebut menjadi titik akhir dari operasi SAR yang telah berjalan intensif. “Dengan ditemukannya jasad dua WNA, operasi SAR resmi dihentikan,” kata Ramdani dalam pernyataan resmi. Menurutnya, selama operasi, tim SAR melakukan pencarian di area yang terkena dampak letusan, termasuk wilayah perbukitan dan kawasan desa yang terisolasi akibat tebalnya abu vulkanik.

“Kami berupaya maksimal untuk mencari seluruh korban yang belum ditemukan, namun penemuan dua mayat ini mengisyaratkan bahwa semua jasad telah ditemukan,” tutur Ramdani. Ia menambahkan, erupsi Gunung Dukono pada Minggu pagi mengakibatkan banyak kerugian, terutama di sekitar kawasan yang terkena langsung oleh material letusan.

Erupsi Gunung Dukono yang terjadi pada hari Minggu, 10 Mei, telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat setempat. Puluhan warga dilaporkan terluka akibat gempa dan awan panas, sementara sebagian besar bangunan di daerah rawan terkena abu vulkanik. Tim SAR terus bekerja sepanjang hari, menggunakan alat seperti drone dan perahu kecil untuk mencari korban yang terjebak di lereng gunung atau di dekat desa-desa yang terdampak.

Konteks Erupsi Dukono dan Dampak pada Penduduk

Gunung Dukono, yang terletak di pulau Halmahera, dikenal sebagai satu dari gunung berapi aktif di Indonesia. Erupsi terjadi sekitar pukul 06.30 WIT, dengan ketinggian awan panas mencapai 1.200 meter. Menurut data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan ini terjadi setelah serangkaian aktivitas seismik yang meningkat selama beberapa minggu. WNA yang menjadi korban, termasuk dua pendatang dari Singapura, dikabarkan berada di kawasan wisata Gunung Dukono pada saat letusan terjadi.

Penduduk setempat, yang sebagian besar tinggal di desa-desa kecil di sekitar gunung, mengalami ketidaknyamanan besar akibat letusan. Banyak dari mereka terpaksa meninggalkan rumah dalam keadaan darurat, dengan beberapa orang mengalami luka serius. Tim SAR bekerja sama dengan warga setempat untuk mencari korban, terutama di daerah yang sulit dijangkau. Tidak hanya itu, penduduk juga memberikan informasi penting tentang lokasi-lokasi yang mungkin menjadi tempat jasad tersisa.

Koordinasi Antar Tim SAR dan Penyelamatan Korban

Operasi SAR ini melibatkan beberapa lembaga, termasuk Tim SAR Ternate, Polri, dan BMKG. Koordinasi antar tim dilakukan secara terus-menerus, dengan peta dan data dari sensor vulkanik digunakan untuk memprioritaskan area pencarian. Selama operasi, tim SAR juga melakukan evakuasi penduduk yang tinggal di kawasan rawan, membantu mereka berpindah ke tempat yang aman. Iwan Ramdani menyebutkan bahwa kondisi cuaca dan keadaan medan yang sulit memperumit proses pencarian.

“Kami berharap semua korban telah ditemukan, dan masyarakat kembali tenang setelah erupsi ini selesai,” ujarnya. Erupsi Gunung Dukono bukanlah yang pertama kali dalam sejarah daerah tersebut. Sebelumnya, pada tahun 2020, gunung berapi ini juga mengalami letusan yang menewaskan tiga orang. Dengan adanya penemuan dua WNA hari ini, jumlah korban yang diidentifikasi mencapai 15 orang, termasuk warga lokal dan turis.

Dampak dari erupsi juga mengarah pada kebutuhan bantuan darurat. Pemerintah setempat dan organisasi lokal telah menyediakan makanan, air, dan perlengkapan medis bagi penduduk yang terdampak. Selain itu, beberapa area sekitar Gunung Dukono ditutup sementara waktu untuk mencegah masyarakat dan turis masuk ke zona bahaya. Tim SAR juga melakukan pendataan terhadap korban yang masih dalam perjalanan pencarian.

Kepala SAR Ternate menegaskan bahwa operasi SAR akan dilanjutkan hingga semua mayat ditemukan. “Setiap hari, kami tetap aktif untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi kerja sama masyarakat setempat yang menjadi bagian dari upaya penyelamatan. Dengan penemuan ini, keberhasilan tim SAR dianggap sebagai bukti dari upaya yang luar biasa dalam menyelamatkan nyawa manusia.

Korban WNA dan Upaya Pencarian

Dua WNA Singapura yang ditemukan jasadnya, menurut laporan, tercatat sebagai korban kecelakaan akibat erupsi. Mereka sebelumnya dinyatakan hilang saat mencoba mendaki Gunung Dukono untuk menikmati pemandangan alam. Selama pencarian, tim SAR melalui radar dan pengintaian terus-menerus, dengan hasil akhir ditemukan di bagian lereng yang cukup jauh dari posisi awal. Pemulasaran korban juga dilakukan untuk memastikan identitas mereka.

“Kami sangat berharap bisa menemukan semua korban dalam waktu singkat, sehingga proses penyelamatan bisa segera ditutup,” kata Ramdani. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa erupsi Gunung Dukono memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam. “Ini adalah momen penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan sistem peringatan dini,” tukasnya.

Tim SAR gabungan berharap keberhasilan ini menjadi titik balik bagi masyarakat Halmahera Utara, yang sebelumnya mengalami ketidaknyamanan akibat aktivitas vulkanik. Pemulihan pasca-erupsi, termasuk pembersihan area dan pemberian bantuan, akan dilanjutkan segera setelah semua korban ditemukan. Iwan Ramdani menegaskan bahwa erupsi ini selesai, dan tidak ada tindakan lanjut yang diperlukan selama operasi SAR.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *