Pemkot Jaktim soroti pentingnya pelatihan manajemen kurban
Pemkot Jaktim soroti pentingnya pelatihan manajemen kurban
Pemkot Jaktim soroti pentingnya pelatihan manajemen – Jakarta, Senin – Pemerintah Kota Jakarta Timur (Jaktim) tengah mengupas manfaat mengadakan pelatihan terkait manajemen penyembelihan hewan kurban di berbagai kelurahan, terutama menjelang Idul Adha 2026. Sekretaris Kota Jakarta Timur Eka Darmawan mengungkapkan dukungan dan apresiasi terhadap kegiatan tersebut, karena diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam proses penyembelihan hewan kurban.
Pelatihan Manajemen Kurban di Kelurahan Dukuh
Pelatihan yang diinisiasi Forum Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, menarik partisipasi sekitar 150 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Peserta terdiri dari pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, anggota karang taruna, serta Dewan Kesejahteraan Masjid (DKM). Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kompetensi para penyembelih kurban, sekaligus mendorong transparansi dalam pengelolaan ibadah.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kegiatan ini, karena ini untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan cara penyembelihan hewan kurban,”
ujar Eka Darmawan dalam sebuah wawancara di Jakarta. Selama pelatihan, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pemilihan hewan yang layak, tetapi juga diberi kesempatan melakukan praktik langsung. Dua ekor kambing menjadi bahan latihan, di mana proses penyembelihannya dipandu oleh Eka Darmawan dan Lurah Dukuh Riswanto.
Para peserta kemudian ikut serta dalam langkah-langkah penyembelihan, sehingga bisa memahami detail teknis dari awal hingga akhir. Eka berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat lebih mandiri dalam mengurus ibadah kurban. “Dengan pelatihan ini, mereka bisa menyembelih hewan sendiri saat Idul Adha dan tidak terlalu bergantung pada petugas juru sembelih,” tambahnya.
Event Rutin dan Pemerataan Partisipasi
Ketua RW 04 Kelurahan Dukuh, Tri Wulantoro, menjelaskan bahwa pelatihan ini telah menjadi tradisi tahunan sebelum hari raya Idul Adha. Ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkuat keahlian penyembelihan, tetapi juga menciptakan rasa persatuan di lingkungan warga. “Ini kegiatan rutin tahunan dengan peserta yang berbeda-beda, sehingga ada pemerataan di masyarakat,”
“Ini kegiatan rutin tahunan dengan peserta berbeda-beda, sehingga ada pemerataan di masyarakat,”
katanya. Menurut Tri, keberagaman peserta menjadikan pelatihan lebih dinamis dan memberikan peluang bagi semua kalangan untuk terlibat langsung. Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi aktif warga dalam memastikan proses kurban berjalan secara syar’i dan amanah.
Selain pelatihan, Pemkot Jaktim juga telah melakukan sosialisasi sebelumnya terkait penanganan dan pemotongan hewan kurban menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Sosialisasi tersebut bertujuan memastikan penyembelihan sesuai dengan aturan agama dan standar kesehatan. Ini merupakan langkah pemerintah untuk mengurangi risiko kesalahan dalam pengelolaan hewan kurban.
Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban
Dalam upaya memastikan kualitas hewan kurban, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh sejak 27 April 2026. Pemeriksaan berlangsung hingga 26 Mei 2026, dengan fokus pada kondisi fisik sapi seperti gigi, mulut, telinga, kuku, dan kaki. Selain itu, organ tubuh seperti ekor, anus, serta alat kelamin juga diperiksa secara detail.
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menjamin kelayakan hewan kurban sesuai dengan syariat Islam dan standar kesehatan. Petugas juga memberikan vitamin kepada hewan yang terlihat lelah setelah perjalanan jauh dari daerah asal. Langkah ini bertujuan memulihkan kondisi mereka sebelum hari raya.
Langkah Lengkap untuk Kualitas Kurban
Dalam rangka mendukung transparansi dan kualitas kurban, pihak KPKP memasang stiker Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) di sejumlah tempat penjualan hewan kurban yang telah lolos uji kelayakan. Stiker ini menjadi bukti bahwa hewan tersebut layak untuk disembelih dan dikonsumsi.
Adapun kegiatan pelatihan manajemen kurban ini juga diimbangi dengan penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan. Pemkot Jaktim berupaya mengembangkan kapasitas pengurus RT/RW dan DKM dalam mengorganisir ibadah kurban secara mandiri. Eka Darmawan menambahkan bahwa pelatihan ini bisa menjadi percontohan bagi kelurahan lain di Jakarta Timur.
Kegiatan tahunan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk belajar dan berlatih secara langsung. Tidak hanya itu, pelatihan juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran akan pentingnya kebersihan dan keamanan dalam penyembelihan hewan. Dengan demikian, masyarakat bisa memastikan bahwa setiap hewan kurban diurus secara profesional dan sesuai dengan prinsip agama.
Menurut