Solution For: Wakil Bupati: JCH asal Parimo harus solid selama di Makkah

Wakil Bupati: Jamaah Calon Haji Asal Parimo Diharapkan Tetap Solid Saat di Makkah

Solution For – Parigi, Sulawesi Tengah (ANTARA) – Pemimpin daerah Parigi Moutong, Abdul Sahid, memberikan pesan penting kepada seluruh jamaah calon haji (JCH) yang berasal dari wilayah tersebut. Ia menekankan perlunya kesatuan dan kekompakan selama proses ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, yang akan berlangsung pada musim haji 2026. Menurut Sahid, selama berada di Tanah Suci, para jamaah harus saling mendukung agar dapat menciptakan suasana harmonis dan memperkuat tali persaudaraan antarumat beragama.

“Ibadah haji bukan hanya sekadar memenuhi rukun Islam, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membangun kekeluargaan sesama jamaah, serta menjaga konsistensi dalam menjalankan tugas ibadah,” ujarnya saat menggelar pelepasan JCH daerah setempat di Parigi, Senin.

Dalam rangkaian acara tersebut, Sahid juga mengingatkan para JCH untuk tetap menjaga kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, kebugaran tubuh yang baik akan memastikan mereka dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan khidmat. “Karena tidak semua jamaah memiliki daya tahan tubuh yang sama, kita harus siapkan diri secara maksimal,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Parigi Moutong, total jumlah JCH asal Parimo yang akan berangkat tahun ini mencapai 100 orang. Angka tersebut terdiri dari 38 jamaah laki-laki dan 62 jamaah perempuan. Seluruh peserta akan menginap di Asrama Haji Transit Palu sebelum berangkat ke Embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai titik awal perjalanan ke Tanah Suci. Tahap ini bertujuan memastikan kesiapan mental dan fisik sebelum masuk ke proses ibadah utama.

Persiapan dan Harapan untuk Musim Haji 2026

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kemenhaj Parigi Moutong, Subhan Lalu, menyampaikan harapan agar para JCH dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai sarana meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan. “Ibadah haji 2026 menjadi momen penting untuk mengingatkan umat Muslim tentang nilai-nilai ibadah yang utama, serta memperkuat komitmen terhadap perjuangan spiritual,” kata Subhan.

“Kami berharap seluruh jamaah asal Parimo dapat pulang dengan membawa kesan indah dan penuh makna, karena tidak semua umat Muslim diberi kesempatan untuk menunaikan rukun Islam ini. Maka, momentum yang diberikan oleh Allah SWT harus dimanfaatkan secara optimal,” tambahnya.

Subhan juga menyoroti visi utama penyelenggaraan haji 2026, yaitu menciptakan ibadah yang berkeadilan, penuh empati, serta menempatkan kelompok rentan sebagai prioritas. Hal tersebut terutama menyangkut perlakuan terhadap perempuan dan lansia, yang dianggap menjadi bagian penting dari keberagaman peserta. “Petugas haji memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keadilan dan kenyamanan selama proses ibadah, terutama bagi jamaah yang memerlukan perlakuan khusus,” jelasnya.

Sebagai penutup, Sahid menegaskan bahwa solidaritas antarjamaah harus tetap terjaga, terlepas dari perbedaan usia atau kondisi fisik. “Kita perlu saling menjaga, berbagi pengalaman, dan memperkuat semangat ibadah selama berada di Makkah. Ini adalah kesempatan langka yang tidak bisa terulang setiap hari,” katanya.

Proses Perjalanan dan Pentingnya Disiplin

Menurut informasi dari Kemenhaj, para JCH akan melalui beberapa tahapan sebelum tiba di Tanah Suci. Selain menginap di Asrama Haji Transit Palu, mereka juga diwajibkan mengikuti pelatihan singkat untuk memahami protokol kesehatan, keamanan, serta arahan dari pendamping haji. “Disiplin dalam menjalankan instruksi petugas sangat vital, karena itu akan mengurangi risiko terjadinya kekacauan selama ibadah,” kata Sahid.

“Jamaah tidak boleh mengabaikan arahan pendamping haji, terutama jika ada kendala di lapangan. Segera komunikasikan masalah tersebut agar dapat segera diatasi. Tugas pendamping adalah memberikan bimbingan dan memastikan semua jamaah dapat menjalani ibadah dengan tertib,” ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, haji menjadi kegiatan yang penuh tantangan, baik dari segi logistik maupun kondisi kesehatan. Dengan adanya protokol yang ketat dan pendamping yang terlatih, para JCH asal Parimo diharapkan dapat mengatasi segala hambatan dengan baik. “Kami percaya bahwa perjalanan ini akan memberikan pengalaman berharga dan memperkuat semangat kebersamaan,” tambah Sahid.

Subhan Lalu juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 bergantung pada kerja sama antara pemerintah daerah, Kemenhaj, dan jamaah itu sendiri. “Seluruh pihak harus saling mendukung agar tidak ada jamaah yang terlewat atau terlambat berangkat. Kepala kantor Kemenhaj juga akan terus memantau dan memberikan bantuan jika dibutuhkan,” katanya.

“Musim haji 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan konsep haji yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kami berharap seluruh jamaah dari Parimo dapat menjadi contoh dalam menjalani ibadah dengan penuh semangat dan kepercayaan,” ujarnya.

Menurut data Kemenhaj, jumlah jamaah yang mendaftar untuk haji 2026 mencapai 100 orang, dengan distribusi antara laki-laki dan perempuan. Kehadiran jamaah perempuan dan lansia diperkirakan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, karena program pemerintah yang lebih memperhatikan kesejahteraan kelompok rentan. “Ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Parimo semakin peduli pada keberagaman dan keadilan dalam ibadah haji,” kata Subhan.

Dalam rangka memastikan keberhasilan penyelenggaraan haji, pemerintah Parimo juga berkomitmen untuk memberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, fasilitas, serta pengawasan terhadap seluruh JCH. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemenhaj untuk memastikan semua persiapan telah selesai dengan baik,” tambah Sahid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *