Meeting Results: KTO dorong minat wisatawan Indonesia ke Korea Selatan
KTO Dorong Minat Wisatawan Indonesia ke Korea Selatan
Meeting Results – Jakarta menjadi salah satu pusat perhatian dalam upaya promosi pariwisata Korea Selatan, berkat gelaran acara “Korea Hybrid Travel Fair 2026” yang digagas oleh Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office. Event ini diharapkan mampu menarik perhatian calon wisatawan Indonesia untuk menjelajahi destinasi di Negeri Ginseng tersebut dengan lebih menarik dan menyenangkan. Acara ini berlangsung selama tiga hari, tepatnya pada 15 hingga 17 Mei 2026, di Main Atrium Gandaria City Mall, Jakarta. Dengan lokasi strategis di kota metropolitan, KTO menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan pengalaman yang komprehensif bagi pengunjung.
Pengenalan ke Korea Hybrid Travel Fair 2026
KTO Jakarta Office mempersembahkan gelaran khusus ini sebagai bagian dari strategi pengembangan kunjungan wisatawan dari Indonesia ke Korea Selatan. “KTO menargetkan jumlah pengunjung Indonesia ke negara tersebut mencapai 440.000 orang dalam tahun ini. Kami ingin masyarakat lebih mudah memperoleh informasi pariwisata, serta merasakan kesan langsung budaya Korea melalui pengalaman interaktif dan menyenangkan,” tutur Kim Jisun, Direktur KTO Jakarta Office, dalam pernyataan resmi di Jakarta pada Jumat lalu. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan berbagai keunikan dan potensi destinasi yang mungkin belum dikenal secara luas oleh wisatawan lokal.
“KTO menargetkan jumlah pengunjung Indonesia ke negara tersebut mencapai 440.000 orang dalam tahun ini. Kami ingin masyarakat lebih mudah memperoleh informasi pariwisata, serta merasakan kesan langsung budaya Korea melalui pengalaman interaktif dan menyenangkan,” kata Kim Jisun, Direktur Korea Tourism Organization Jakarta Office, di Jakarta, pada Jumat.
Partisipasi dan Kerja Sama
“Korea Hybrid Travel Fair 2026” tidak hanya menampilkan berbagai aspek pariwisata, tetapi juga menjadi ajang kolaborasi antara sektor industri kunci seperti perusahaan perjalanan online, maskapai penerbangan, dan mitra bisnis lainnya. Dengan menggabungkan berbagai elemen tersebut, acara ini menciptakan ruang untuk pengunjung mengakses informasi perjalanan secara menyeluruh dan merasakan kenyamanan dalam merencanakan kunjungan ke Korea Selatan. KTO mengungkapkan bahwa partisipasi 8 maskapai penerbangan internasional, antara lain Korean Air, Asiana Airlines, Garuda Indonesia, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Royal Brunei Airlines, Thai Airways, dan Vietnam Airlines, adalah salah satu langkah penting dalam memperkuat hubungan antara kedua negara.
Salah satu aspek penting dari acara ini adalah integrasi layanan transportasi udara yang menjadi fondasi utama bagi perjalanan internasional. Dengan adanya berbagai maskapai ternama, pengunjung dapat memperoleh penawaran tiket yang kompetitif, serta informasi tentang rute penerbangan, pengalaman penerbangan, dan fasilitas di dalam kabin. Selain itu, KTO juga menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan penyewaan kendaraan dan penyedia layanan pelengkap perjalanan, seperti transportasi darat dan bantuan akomodasi, untuk memastikan proses kunjungan menjadi lebih lancar.
Tema dan Fokus Acara
Dalam rangka menyoroti keunikan Korea Selatan, gelaran ini mengusung tema “Beyond Korea Travel Fair”. Pemilihan tema ini menunjukkan komitmen KTO untuk memperluas wawasan wisatawan Indonesia tentang berbagai aspek yang tidak hanya terkait dengan destinasi wisata, tetapi juga budaya, kuliner, dan kegiatan unik yang dapat dinikmati di sana. “Tujuan kami adalah membawa pengunjung ke luar dari kebiasaan biasa, agar mereka mengenali Korea sebagai tempat yang lebih dari sekadar tempat berlibur,” jelas Kim Jisun dalam wawancara terpisah.
Pengunjung diberikan kesempatan untuk menghadiri berbagai sesi edukatif dan rekreasi. Talk show menjadi bagian integral dari acara, dengan topik yang mencakup tips mengatur perjalanan, keuntungan mengunjungi Korea Selatan, serta cara menikmati budaya lokal secara maksimal. Selain itu, program-program menarik seperti Airlines Program, mini games interaktif, dan pertunjukan khas Korea Selatan juga disiapkan untuk memberikan pengalaman yang lebih dinamis dan memikat.
Aktivitas Menarik di Event
Pengunjung yang hadir akan menemukan berbagai kegiatan yang dirancang secara kreatif. Salah satu highlight acara adalah K-Drama Dubbing Challenge, di mana peserta dapat mencoba meniru adegan dari drama Korea favorit mereka dengan bantuan tim profesional. Selain itu, K-Travel Golden Bell menjadi bagian dari program hiburan yang menawarkan hadiah menarik bagi peserta yang berhasil menyelesaikan pertanyaan tentang pariwisata Korea Selatan. Pertunjukan K-Pop Dance Show juga disediakan untuk menghibur para penggemar musik pop asal Negeri Ginseng, sementara Noraebang & RPD menjadi kolaborasi yang memperkaya pengalaman budaya melalui seni nyanyi dan hiburan di tempat.
Acara ini juga menjadi wadah untuk menampilkan berbagai keunggulan destinasi di Korea Selatan. Dengan peragaan yang menampilkan landscape alam, kota modern, museum, dan atraksi budaya, pengunjung diberi gambaran menyeluruh tentang keindahan dan keragaman yang ditawarkan oleh negara tersebut. “Kami ingin wisatawan Indonesia merasakan bahwa Korea Selatan tidak hanya tempat berlibur, tetapi juga destinasi yang memadukan kekinian dan tradisi,” ujar Kim Jisun.
Tujuan Utama dan Harapan
Dengan menyelenggarakan event seperti ini, KTO berharap mampu meningkatkan minat wisatawan Indonesia untuk mengunjungi Korea Selatan, baik untuk liburan maupun kunjungan bisnis. “Kami percaya bahwa dengan memadukan teknologi dan kebudayaan, pengalaman perjalanan ke Korea Selatan akan lebih mudah diakses dan lebih menarik,” tambah Kim Jisun. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkenalkan berbagai inisiatif pemerintah Korea Selatan dalam mempromosikan pariwisata, seperti kemudahan visa, akses internet gratis, dan program diskon khusus bagi wisatawan dari Indonesia.
Dalam rangka mencapai target 440.000 wisatawan, KTO menyediakan berbagai layanan yang memudahkan perjalanan, seperti panduan lengkap destinasi, info akomodasi, serta bantuan penerjemahan untuk pengunjung yang tidak mengerti bahasa Korea. Acara ini juga menawarkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pelaku industri pariwisata Korea Selatan, seperti pemilik restoran, penyelenggara acara budaya, dan pengelola tempat wisata. Dengan kombinasi ini, KTO berharap mampu mengubah persepsi wisatawan Indonesia tentang Korea Selatan