Important Visit: Pameran Karya Kreatif NTB 2026 persiapkan 119 UMKM merambah pasar luar

Pameran Karya Kreatif NTB 2026 Sediakan Peluang Bagi 119 UMKM untuk Masuk ke Pasar Luar Negeri

Important Visit – Dalam upaya meningkatkan daya saing sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Pameran Karya Kreatif Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 kembali digelar. Acara yang diselenggarakan di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, pada Jumat (15/5) ini menampilkan 119 UMKM yang binaan Bank Indonesia. Pameran ini tidak hanya menjadi wadah bagi para pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulannya, tetapi juga sekaligus langkah strategis untuk membuka akses ke pasar internasional.

Berbagai Inisiatif untuk Dukung Ekspor

Direktur Eksekutif Bank Indonesia, Kusnandar, menekankan bahwa pameran ini merupakan bagian dari inisiatif lembaga tersebut untuk memperkuat ekosistem UMKM di NTB. “Kami berkomitmen mendukung perusahaan-perusahaan lokal agar mampu bersaing di tingkat global,” katanya dalam wawancara eksklusif dengan media. Kusnandar menjelaskan bahwa melalui pameran ini, para pelaku UMKM akan memperoleh pelatihan pemasaran, serta kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pembeli dari negara-negara tetangga dan internasional.

Menurut Satrio Giri Marwanto, salah satu peserta pameran, acara ini menjadi ajang penting bagi UMKM NTB untuk menunjukkan potensi produknya. “Kami berharap, dengan berpartisipasi dalam pameran ini, merek kami bisa dikenal lebih luas, bahkan sampai ke luar negeri,” ujarnya. Satrio menyoroti bahwa banyak produk yang dipamerkan memiliki ciri khas lokal, seperti kerajinan tangan dari daerah-daerah di NTB yang terkenal dengan keunikan budaya dan seni.

Theme dan Tujuan

Pameran yang bertajuk “Harmoni Kreatif Sasambo” ini dirancang agar dapat menggambarkan identitas khas Nusa Tenggara Barat melalui produk-produk kreatif yang dipamerkan. Roy Rosa Bachtiar, perwakilan dari Kementerian Perdagangan, mengatakan bahwa tajuk tersebut memperkuat tema perpaduan antara inovasi dan tradisi. “Kami percaya bahwa produk-produk yang memiliki nilai seni dan budaya bisa menjadi daya tarik utama bagi konsumen di pasar luar,” jelasnya dalam pernyataan resmi.

Berdasarkan data dari Bank Indonesia, jumlah UMKM yang terlibat dalam pameran ini mencapai 119. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah produk yang dipilih untuk dipamerkan meliputi kerajinan tangan, makanan khas, dan peralatan kehidupan sehari-hari. Setiap produk dipilih dengan ketat untuk memastikan kualitas, keunikan, serta daya tawar di pasar internasional.

Keberhasilan pameran ini diharapkan mampu meningkatkan penjualan UMKM NTB secara signifikan. Berdasarkan laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor UMKM di NTB menyumbang sekitar 50 persen dari total PDB provinsi tersebut. Dengan kehadiran 119 UMKM, pameran ini dianggap sebagai langkah penting untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkuat keberlanjutan usaha mikro.

Persiapan dan Pelaksanaan

Persiapan pameran ini telah dimulai sejak beberapa bulan lalu, dengan melibatkan para pengusaha lokal untuk mengembangkan produk yang lebih inovatif. “Kami bekerja sama dengan berbagai instansi untuk memastikan bahwa UMKM yang dipamerkan siap untuk bersaing di pasar global,” kata Kusnandar. Proses seleksi produk dilakukan dengan mengacu pada kriteria seperti kualitas bahan baku, daya tahan terhadap permintaan pasar, serta kesesuaian dengan nilai ekspor.

Selama pameran, para peserta akan mendapatkan bimbingan teknis dari para ahli pemasaran dan ekspor. Acara ini juga dirancang sebagai ajang pertukaran pengalaman antara pengusaha lokal dan pelaku usaha dari luar daerah. “Mereka akan belajar bagaimana membangun brand, mengatur harga, dan memahami kebutuhan pelanggan di luar negeri,” kata Satrio Giri Marwanto. Dengan pembekalan ini, para pelaku UMKM diharapkan lebih siap menghadapi tantangan dan peluang di pasar internasional.

Banyak dari UMKM yang terlibat dalam pameran ini merupakan perusahaan kecil yang sebelumnya belum pernah mengirimkan produknya ke luar daerah. Roy Rosa Bachtiar menambahkan bahwa pameran ini juga membantu menyelesaikan masalah distribusi dan promosi yang sering menghambat pertumbuhan UMKM. “Kami mengadakan workshop tentang digital marketing dan eksportasi sebagai bagian dari pameran ini,” jelasnya. Workshop tersebut dilengkapi dengan contoh-contoh kasus sukses dari UMKM yang telah menembus pasar internasional.

Pameran ini juga menjadi wadah bagi komunitas kreatif di NTB untuk berkolaborasi dan berinovasi. Dengan berbagai keterlibatan, termasuk para desainer, produsen, dan pengusaha, acara ini diharapkan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi para peserta. “Kami ingin menunjukkan bahwa NTB memiliki potensi besar untuk menarik investasi dan kerja sama internasional,” tambah Roy. Pameran ini diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan ekspor dan pengembangan kreativitas sektor UMKM di NTB.

Langkah Strategis untuk Perekonomian Lokal

Menurut analisis dari para ekonom lokal, pameran ini menjadi salah satu langkah strategis dalam mengembangkan perekonomian daerah. Dengan memperkenalkan produk-produk unggul yang memiliki daya tahan tinggi, para UMKM diharapkan bisa membangun identitas merek yang kuat. “Dari sisi ekonomi, kehadiran UMKM di pameran ini bisa meningkatkan pendapatan daerah dan mengurangi ketergantungan pada impor,” kata seorang ekonom yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pameran ini juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan lokal dan nasional. Banyak pengusaha muda dari NTB berpartisipasi dalam acara ini sebagai bagian dari kompetisi antar generasi. “Kami ingin menunjukkan bahwa UMKM yang didirikan oleh generasi muda memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif.

Kehadiran 119 UMKM di pameran ini menunjukkan kepercayaan pihak Bank Indonesia terhadap potensi kreativitas dan inovasi di NTB. Dengan keberagaman produk yang dipamerkan, acara ini menjadi wadah untuk menarik minat investor asing dan membangun kemitraan dengan perusahaan lokal lainnya. Roy Rosa Bachtiar menyatakan bahwa Bank Indonesia akan terus mendukung upaya-upaya serupa di masa depan.

Dalam konteks ekspor, pameran ini dianggap sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan volume ekspor NTB secara signifikan. Menurut laporan dari Kementerian Perdagangan, ekspor NTB selama 2025 mencapai nilai 4,5 miliar dolar AS. Dengan memperkenalkan UMKM lokal ke pasar luar, pemerintah daerah dan Bank Indonesia berharap angka tersebut bisa terus meningkat. “Kami percaya bahwa UMKM NTB mampu menjadi bagian penting dari ekonomi nasional,” kata Kusnandar.

Pameran ini juga memberikan ruang bagi para pengusaha untuk membangun jejaring kerja sama. Sebagai contoh, beberapa peserta pameran berencana untuk mengadakan kerjasama dengan perusahaan dari Malaysia, Singapura, dan Jepang. “Kerja sama dengan negara-negara tetangga bisa menjadi langkah awal untuk menembus pasar internasional,” jelas Satrio Giri Marwanto. Dengan persiapan yang matang, ia optimis keberhasilan pameran ini akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *