Latest Program: Danantara umumkan 85 calon mitra proyek PSEL gelombang kedua
Danantara Sampaikan 85 Calon Mitra untuk Gelombang Kedua PSEL
Latest Program – Jakarta – PT Danantara Investment Management (DIM) dari Danantara Indonesia secara resmi mengumumkan 85 entitas yang berhasil melewati seleksi untuk menjadi calon mitra dalam Proyek Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan (BUPP PSEL) gelombang kedua. Pemilihan ini merupakan bagian dari upaya memperluas peluang kerja sama dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan, khususnya untuk skema pengurangan sampah menjadi energi listrik. Dalam pengumuman tersebut, direksi investasi DIM serta CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Fadli Rahman menyatakan bahwa jumlah peserta yang masuk ke dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) meningkat signifikan dibandingkan gelombang pertama.
Konteks Seleksi dan Penambahan Lokasi
Sebelumnya, program BUPP PSEL telah mengadakan seleksi mitra pada gelombang pertama yang mencakup tiga lokasi utama, yaitu Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya. Gelombang kedua ini melibatkan lebih banyak area, dengan total peserta yang mencapai 85 entitas. Fadli Rahman dalam pernyataan resmi di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa peningkatan peserta dari dalam negeri maupun luar negeri membuktikan bahwa proyek PSEL memiliki daya tarik besar bagi calon investor.
“Peningkatan jumlah peserta dari lokal maupun mancanegara menunjukkan bahwa program PSEL menarik minat investasi yang besar serta dikelola dengan manajemen yang terstruktur dan transparan,” ujar Fadli Rahman.
Pemilihan mitra BUPP PSEL gelombang kedua dirancang untuk memastikan terbentuknya sistem integrasi pengelolaan sampah yang efektif. Fadli menegaskan bahwa proses seleksi mitra dijalankan secara transparan dan kompetitif agar menghasilkan pemain yang mampu mendukung pengembangan infrastruktur pengolahan sampah skala besar. “Kami terus berkomitmen untuk menjaga kejelasan dalam setiap tahapan pemilihan mitra, sehingga prosesnya bisa memberikan hasil optimal bagi pengelolaan sampah yang lebih baik,” tambahnya.
Transparansi dan Kredibilitas Proses
Sebagai bagian dari tahapan seleksi, DIM akan mengirimkan Terms of Reference (ToR) kepada 85 peserta yang terpilih. ToR ini berisi detail lebih lanjut mengenai syarat, jadwal, serta prosedur untuk tahapan selanjutnya, seperti proses kualifikasi dan pemilihan akhir. Fadli Rahman menyatakan bahwa pengumuman tentang jadwal dan prosedur akan diberikan melalui laman resmi terpisah, agar semua calon mitra dapat memahami langkah-langkah yang harus diambil.
“Dengan menyelesaikan proses prakualifikasi ini, kami percaya bahwa calon mitra yang terpilih akan mampu berkontribusi secara nyata dalam penyelesaian masalah darurat sampah di Indonesia,” tutur Fadli.
Menurut Fadli, partisipasi perusahaan nasional juga semakin aktif dalam gelombang kedua. Dalam DPT gelombang kedua, terdapat 16 entitas lokal yang tergabung dalam konsorsium. “Hal ini mencerminkan kesiapan industri dalam negeri untuk lebih terlibat dalam pengembangan proyek infrastruktur PSEL, sesuai dengan peraturan yang berlaku,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa keikutsertaan perusahaan lokal menunjukkan komitmen untuk memperkuat peran sektor ekonomi nasional dalam penyelesaian isu lingkungan.
Partisipasi Global dan Teknologi Beragam
DPT gelombang kedua menunjukkan peningkatan partisipasi dari berbagai negara. Dalam keterangan resmi, Fadli Rahman menyebutkan bahwa perusahaan dan konsorsium dari Indonesia, Singapura, India, Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, serta Prancis turut berpartisipasi. “Perluasan cakupan ini memperkaya variasi teknologi, struktur pembiayaan, serta model kemitraan yang akan diterapkan dalam pengembangan proyek PSEL,” ujarnya.
“Dengan adanya perusahaan dari berbagai negara, kami percaya bahwa proyek ini akan lebih beragam dan memiliki potensi inovasi yang tinggi,” kata Fadli.
Kehadiran perusahaan internasional diharapkan mampu memberikan perspektif baru dalam penerapan teknologi pengolahan sampah berbasis energi. Sementara itu, perusahaan lokal tetap menjadi pilar penting, dengan 16 konsorsium nasional yang terdaftar dalam DPT. “Kami menyadari bahwa keterlibatan industri dalam negeri sangat penting dalam memastikan kesuksesan proyek PSEL, terutama dalam memperkuat daya tahan ekonomi nasional,” lanjut Fadli.
Progres Proyek dan Harapan di Masa Depan
Fadli Rahman juga menyoroti bahwa DPT gelombang kedua mengalami peningkatan jumlah peserta hingga mencapai 85 entitas, dibandingkan hanya 24 peserta pada gelombang pertama. “Peningkatan ini menunjukkan antusiasme yang tinggi dari berbagai pemain industri, baik dalam negeri maupun luar negeri, terhadap program PSEL,” katanya.
“Dengan keikutsertaan perusahaan-perusahaan dari berbagai negara, kami optimis bahwa proyek ini akan menjadi model pengelolaan sampah yang inovatif dan berkelanjutan,” ujar Fadli Rahman.
Menurut Fadli, gelombang kedua ini tidak hanya memperluas jaringan mitra tetapi juga mendorong kolaborasi yang lebih dinamis. “Selain perusahaan lokal, kehadiran mitra internasional memberikan kontribusi dalam berbagi pengalaman dan kapasitas teknis, sehingga proyek PSEL dapat tumbuh secara lebih cepat dan berkelanjutan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa perusahaan yang masuk dalam DPT akan menjadi calon mitra yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut dalam tahap selanjutnya.
Pembentukan DPT gelombang kedua juga merupakan langkah awal untuk membangun kerangka kerja yang lebih solid. Fadli Rahman menyebutkan bahwa DPT ini akan menjadi fondasi bagi seleksi akhir dan pemenang proyek. “Kami berharap bahwa kehadiran mitra-mitra baru akan membawa dampak positif dalam pengelolaan sampah di seluruh Indonesia,” tutur Fadli.
Menurut rencana, program PSEL akan dijalankan oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak perusahaan dari DIM. Fadli menyatakan bahwa perusahaan pengelola