Visit Agenda: Ade Govinda menunggu hampir satu dekade duet bareng Gloria Jessica
Ade Govinda menunggu hampir satu dekade duet bareng Gloria Jessica
Visit Agenda – Jakarta, Antaranews – Sebuah lagu yang menjadi buah karya kolaborasi antara musisi Ade Govinda dan Gloria Jessica, berjudul “Terbelah Jadi Dua”, akhirnya terealisasi setelah hampir sepuluh tahun menunggu. Lagu ini menggambarkan perasaan sakit yang muncul akibat pengkhianatan dalam hubungan, tema yang terinspirasi dari pengalaman nyata Ade sendiri. Menurut Gloria, konsep duet ini muncul sejak tahun 2017, namun baru terwujud di tahun 2025. “Ini buah dari kesetiaan Kak Ade yang menunggu dengan sangat yakin dan sabar hingga proyek ini bisa diproduksi,” jelas Gloria, saat ditemui media di Antara Heritage Center, Jakarta, Jumat lalu.
Berawal dari Penampilan Gloria di The Voice
Ade Govinda mengungkapkan bahwa inspirasi untuk bekerja sama dengan Gloria Jessica muncul setelah melihat keterlibatannya dalam ajang The Voice. “Saya perhatikan banyak orang mengapresiasi suaranya, terutama saat ia tampil di lagu ‘Dia Tak Cinta Kamu’,” tutur Ade. Dari momen itu, ia merasa Gloria memiliki kemampuan vokal yang memikat dan penjiwaan yang dalam, sehingga memicu keinginannya untuk mengajaknya berduet. Meski ide sudah ada sejak 2017, prosesnya terhambat karena Gloria masih dalam tahap awal karier dan jadwal keduanya sering bertabrakan.
“Barulah di 2025, kita bisa bertemu dan mengisi kesempatan itu. Selama ini, kondisi kami sudah jauh lebih matang,” kata Ade, menjelaskan bahwa proyek ini sudah berjalan selama delapan tahun. Dengan kesiapan yang lebih baik, keduanya akhirnya menemukan waktu yang tepat untuk menggarap karya ini.
Menurut Ade, “Terbelah Jadi Dua” bukan hanya lagu biasa, tetapi juga merupakan upaya untuk menghadirkan nuansa musik yang berbeda. Ia memilih menggabungkan beat berbasis loop dan mengurangi penggunaan drum konvensional agar suara lagu terasa lebih modern. “Mixingnya dirancang detail agar bisa menyentuh telinga anak muda, tapi tetap mempertahankan kedalaman emosional,” tambah Ade. Dalam penulisan lirik, ia memperhatikan sudut pandang perempuan sebagai penjelasan utama, mencerminkan pengalaman pribadi dalam mencari jalan keluar dari cinta yang tidak selaras.
“Ya, terinspirasi pasti dari kisah hidupku walaupun sudah yang lalu-lalu. Lagu ini menunjukkan bahwa cinta memang penuh misteri, tapi ketika pengkhianatan datang, dibutuhkan akal sehat dan keberanian untuk bangkit,” imbuh Ade, yang ingin menyalurkan perasaan sakit dan kekuatan batin melalui karya ini.
Bagi Gloria, duet ini menjadi bentuk perwujudan mimpi yang sempat tertunda. “Saya pernah memikirkan suara Kak Ade dalam lagu-lagunya, dan akhirnya bertemu di waktu yang tepat,” ujarnya. Dengan latar belakang perjalanan karier yang berbeda, keduanya akhirnya menyatukan visi untuk membuat lagu yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan bermakna. “Saya selalu percaya bahwa cinta itu indah, tapi ketika ada kesetiaan yang dibuang, rasa sakitnya tak bisa dihindari,” lanjut Gloria.
Kontroversi dan Harapan dalam Kolaborasi
Kolaborasi antara Ade Govinda dan Gloria Jessica juga dianggap sebagai langkah penting dalam mengeksplorasi genre musik yang lebih luas. Ade menekankan bahwa proses produksi lagu ini menghadirkan tantangan khusus, terutama dalam menggabungkan aliran vokal dan instrumentasi yang selaras. “Lagu ini dirancang agar bisa memberi ruang bagi pendengar untuk merasakan emosi yang dalam, tapi tetap hidup dan relevan,” katanya. Ia juga menyebutkan bahwa penjelasan tentang konflik dalam hubungan dilakukan secara langsung, sehingga pendengar dapat merasakan alur cerita yang jelas.
“Bersabar karena kalian tahu persis kekecewaan ini berasal dari fakta bahwa semua orang layak dicintai sepenuhnya,” tambah Gloria, menyoroti pesan utama dalam lagu ini. Meski ada ketegangan, ia percaya bahwa kejadian seperti ini bisa menjadi pelajaran untuk kehidupan yang lebih baik.
Dalam proyek ini, Ade dan Gloria berusaha memperlihatkan sisi lain dari musik mereka. Ade menjelaskan bahwa ia ingin menghadirkan kesan segar dengan memakai teknik mixing yang canggih dan menekankan pola beat yang unik. “Saya tidak ingin hanya mengikuti tren, tapi menciptakan sesuatu yang bisa diingat,” katanya. Sementara itu, Gloria merasa lagu ini bisa menjadi bentuk pengungkapan yang tepat tentang perasaan pribadinya.
Proses kolaborasi yang berlangsung selama hampir satu dekade juga menggambarkan kesabaran dan komitmen keduanya. Ade mengatakan bahwa ia sudah menyampaikan niat bekerja sama sejak lama, tetapi waktu dan kondisi harus benar-benar sesuai. “Dulu, jadwal kita sering bertabrakan, dan Gloria masih mencari jalan sendiri. Tapi sekarang, kita bisa merangkul keinginan itu,” ujarnya. Dengan konsistensi dan keseriusan, lagu ini akhirnya tercipta sebagai bukti dari usaha yang tak mudah.
“Terbelah Jadi Dua” adalah kisah cinta yang penuh liku-liku, tetapi juga memberi harapan bagi yang sedang melewati masa sulit. Dalam lagu ini, kita bisa melihat perjalanan dari rasa sakit menjadi kekuatan, dan itu yang ingin saya sampaikan,” tutur Gloria. Ia berharap lagu ini bisa menginspirasi pendengar untuk tetap percaya pada diri sendiri.
Kolaborasi ini juga menunjukkan bagaimana dua musisi yang berbeda bisa menemukan harmoni dalam karya mereka. Ade menyebutkan bahwa Gloria memiliki kemampuan untuk mengubah suara menjadi cerita yang menggugah. “Dengan kehadirannya, lagu ini tidak hanya indah dari segi musik, tapi juga bermakna dari sisi narasi,” katanya. Dengan memadukan genre dan gaya, keduanya menciptakan karya yang unik dan bisa menarik perhatian berbagai kalangan.
Menurut Gloria, kolaborasi ini juga membuktikan bahwa kesabaran bisa membuahkan hasil yang memuaskan. “Saya percaya bahwa setiap pertemuan ada alasan khusus, dan untuk kita, ini adalah momen yang tepat untuk menghadirkan sesuatu yang baru,” ujarnya. Lagu ini menjadi penutup dari proses panjang yang berujung pada penciptaan karya yang mampu menyentuh hati dan pikiran.
Nilai Emosional dan Musikal dalam “Terbelah Jadi Dua”
Kelahiran “Terbelah Jadi Dua” juga menyoroti pentingnya kejujuran dalam musik. Ade menjelaskan bahwa lagu ini bertujuan untuk mengeksplorasi emosi yang kompleks, terutama dari perspektif perempuan. “Dalam hubungan, perempuan sering menjadi bagian yang lebih rentan, tapi juga penuh kekuatan. Lagu ini mencoba menggambarkan kedua sisi itu,” katanya. Gloria menyetujui hal tersebut dan menambahkan bahwa lagu ini bisa menjadi cerminan dari pengalaman hidup banyak orang.
“Setiap lagu yang diciptakan adalah ekspresi dari hati. Untuk ‘Terbelah Jadi Dua’, saya ingin menunjukkan bagaimana cinta bisa membawa luka, tapi juga