Solving Problems: LIMA Unifest padukan olahraga mahasiswa dan seni
LIMA Unifest padukan olahraga mahasiswa dan seni
Solving Problems – Jakarta – Festival tahunan LIMA Ubaya yang digelar di Universitas Surabaya (Ubaya) menampilkan kombinasi antara aktivitas olahraga dan seni hiburan. Acara ini melibatkan sejumlah pertandingan bola basket, futsal, pertunjukan tari, serta konser musik, yang dihadiri oleh peserta dan penonton dari berbagai kalangan. Lokasi penyelenggaraan, yaitu Ubaya Sports Center, menjadi pusat perhatian ribuan orang yang antusias mengikuti serangkaian acara tersebut.
Peran LIMA dalam pengembangan minat mahasiswa
Direktur Utama LIMA, Junas Miradiarsyah, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan wadah untuk mahasiswa mengekspresikan bakat kreatif sekaligus menunjukkan sikap sportif dalam kompetisi. “Kami sangat bangga melihat semangat dan sportivitas yang luar biasa dari para mahasiswa di LIMA Ubaya Unifest tahun ini,” ujarnya, seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
“Kami sangat bangga melihat semangat dan sportivitas yang luar biasa dari para mahasiswa di LIMA Ubaya Unifest tahun ini.”
Junas menambahkan bahwa kolaborasi antara olahraga dan seni hiburan di lingkungan kampus dapat menjadi sarana efektif untuk memperkaya pengalaman akademik dan nonakademik. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya memperkuat kebugaran fisik, tetapi juga melatih kemampuan kerja sama, kreativitas, dan kepekaan emosional para peserta.
Kerja sama BEM dalam menghadirkan ruang ekspresi
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Ubaya, Richie Devalino Hari Wibawa, menjelaskan bahwa acara ini merupakan hasil kolaborasi berbagai elemen mahasiswa. “Event ini menciptakan ruang ekspresi kreatif serta hiburan bagi seluruh civitas academica,” kata Richie.
“Event ini menciptakan ruang ekspresi kreatif serta hiburan bagi seluruh civitas academica.”
Richie menyoroti bahwa tingkat partisipasi penonton yang tinggi mencerminkan daya tarik acara berbasis olahraga dan seni. Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menarik perhatian mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum, sehingga menjadi momentum untuk memperkuat ikatan antar generasi muda.
Detil kegiatan: olahraga dan seni yang saling melengkapi
Dalam rangkaian acara, pertandingan olahraga seperti bola basket putra dan putri, serta futsal, menarik minat banyak peserta dan penonton. Keberhasilan acara tersebut didukung oleh persiapan yang matang, termasuk pelatihan tim dan pembekalan teknis bagi para atlet. Selain itu, pertunjukan tari yang disajikan oleh pemenang kompetisi dance LIMA Ubaya Unifest memberikan warna unik, dengan koreografi yang dinamis dan penuh semangat.
Pada sela-sela pertandingan, peserta dan penonton diberi kesempatan untuk menikmati kesenian yang dipertunjukkan oleh sejumlah penyanyi dan pemain musik. Kombinasi antara kegiatan fisik dan kreativitas ini diharapkan mampu memperkaya pengalaman akademik mahasiswa, sekaligus memperkuat komunitas kampus sebagai tempat pembelajaran yang holistik.
Acara penutup: kolaborasi antara Oomleo Berkaraoke dan Zevana Arga
Puncak acara ditutup dengan pertunjukan Oomleo Berkaraoke bersama Zevana Arga, yang membawakan sejumlah lagu populer dan mengajak penonton bernyanyi bersama. Kombinasi antara vokal dan musik ini memberikan kesan hangat serta memperkuat suasana kebersamaan antara peserta dan pengunjung.
Dalam pandangan Junas, festival ini menjadi bagian dari upaya LIMA untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik. “Kami ingin menjadikan acara ini sebagai sarana pengembangan kepribadian generasi muda, baik melalui pendekatan olahraga maupun seni,” katanya. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan acara ini berkat peran aktif mahasiswa yang berkompeten dalam berbagai bidang.
Hasil kolaborasi yang terukur
Keberhasilan LIMA Ubaya Unifest tahun ini terlihat dari tingkat partisipasi yang tinggi, baik dari peserta maupun penonton. Banyak mahasiswa yang menyatakan bahwa acara ini tidak hanya memperkuat semangat kompetisi, tetapi juga membangun kebersamaan dalam kegiatan nonakademik. “Festival ini memberikan kesempatan untuk menggali potensi diri sambil menikmati hiburan yang menyenangkan,” ungkap salah satu peserta.
Banyak juga masyarakat umum yang tertarik mengikuti kegiatan ini, terutama karena adanya pertunjukan musik yang mengundang perhatian. Sejumlah penonton menyatakan bahwa pengalaman mereka di acara ini memberikan pengaruh positif, baik secara fisik maupun emosional. “Saya baru pertama kali menghadiri acara serupa, tetapi rasanya sangat berkesan,” kata seorang penonton yang hadir sejak pagi hari.
Kontribusi seni dan olahraga dalam pembentukan karakter
Richie Devalino Hari Wibawa menambahkan bahwa kegiatan seperti LIMA Ubaya Unifest tidak hanya menyenangkan, tetapi juga berdampak pada pembentukan karakter mahasiswa. “Seni dan olahraga merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam penguatan soft skills,” jelasnya. Ia menekankan bahwa pengalaman berkompetisi di arena olahraga mampu melatih sikap tanggung jawab, sementara seni hiburan memperkaya kemampuan ekspresi dan empati.
Menurut Junas, festival ini juga menjadi sar