Swiss panggil dubes Israel soal hukuman mati kepada warga Palestina
Swiss Panggil Dubes Israel Soal Hukuman Mati kepada Warga Palestina
Swiss mengundang duta besar Israel untuk mendiskusikan penerapan hukuman mati terhadap warga Palestina yang dihukum karena melakukan serangan berdarah. Langkah ini diambil setelah parlemen Israel menyetujui undang-undang kontroversial pada 30 Maret, yang memperbolehkan hukuman mati bagi penduduk Palestina yang terbukti bersalah dalam kasus kematian. Media lokal Blick melaporkan bahwa Swiss memprotes keputusan tersebut secara internasional, termasuk dalam pernyataan resmi mereka.
Kementerian Luar Negeri Swiss diperkirakan akan memanggil Tibor Schlosser, duta besar Israel, pada pekan ini. Tim Enderlin, yang memimpin divisi Perdamaian dan Hak Asasi Manusia, dilaporkan telah berbicara langsung dengan Schlosser dan akan menyampaikan pandangan negara mereka dengan tegas. “Swiss menolak hukuman mati di mana pun dan dalam kondisi apa pun karena bertentangan dengan hak hidup serta martabat manusia,” jelas seorang pejabat kementerian kepada Blick.
“Karena alasan ini, Swiss telah menyampaikan posisi mereka kepada Israel baik melalui dialog bilateral maupun secara terbuka,” tambah sumber tersebut.
Knesset, lembaga legislatif Israel, mengesahkan undang-undang itu dengan hasil 62 suara untuk keputusan pro, melawan 48 lawan. Kepala pemerintahan Benjamin Netanyahu turut serta memberikan dukungan. Undang-undang ini menetapkan metode eksekusi melalui gantung. Pihak yang terlibat dalam proses akan mendapatkan anonimitas serta perlindungan hukum.
Tim Enderlin dilaporkan memulai diskusi dengan Schlosser, sebagai bagian dari upaya untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan Israel. Penerapan hukuman mati ini menuai kontroversi di tingkat global, dengan banyak negara menilai bahwa tindakan tersebut tidak sesuai dengan prinsip hak asasi manusia.