Solving Problems: Dirut ANTARA ajak Paskibraka jadi “mercusuar” nilai Pancasila
Dirut ANTARA Ajak Paskibraka Jadi “Mercusuar” Nilai Pancasila
Solving Problems – Dalam upaya memperkuat penyebaran nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika informasi yang semakin cepat, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar memberikan pesan penting kepada para anggota Paskibraka. Ia menekankan bahwa para pelaku upacara bendera ini perlu menjadi perwakilan yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap identitas bangsa. Latihan Paskibraka Tingkat Pusat yang berlangsung di Jakarta Pusat pada Rabu lalu menjadi ajang untuk menyampaikan gagasan ini, dengan fokus pada peningkatan kesadaran terhadap lingkungan sekitar serta pemahaman tentang potensi lokal masing-masing.
“Para Paskibraka harus menyadari keunggulan daerah tempat mereka tinggal. Jika tidak mengetahui keistimewaan wilayah sendiri, maka tidak akan bisa menemukan keunggulan diri sendiri,” kata Benny. Ia menjelaskan bahwa kepekaan terhadap lingkungan dan kebanggaan akan potensi lokal menjadi fondasi penting dalam membentuk sikap dan prinsip yang kuat.
Benny menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali para Paskibraka dengan kemampuan menyikapi isu-isu yang terjadi di masyarakat. “Mereka perlu mampu mengungkapkan masalah atau potensi yang ada di wilayah masing-masing, karena hal ini memperkuat peran mereka sebagai penggerak kebudayaan dan nilai Pancasila,” ujarnya. Menurut Benny, kepekaan ini juga mendorong pengembangan prinsip-prinsip kehidupan yang sehat, serta meningkatkan kepercayaan diri sebagai bagian dari komunitas nasional.
Kebanggaan terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitar, menurut Benny, tidak hanya membentuk identitas diri, tetapi juga memperkuat rasa kebangsaan. Ia mencontohkan bahwa setiap daerah memiliki ciri khas yang unik, dan dengan memahami hal ini, para Paskibraka bisa menjadi wadah untuk menyuarakan bagaimana Indonesia berkembang menjadi bangsa yang kuat dan harmonis. “Mereka seperti mercusuar yang mampu mengarahkan pandangan masyarakat ke arah nilai-nilai Pancasila, terutama ketika informasi yang beredar terkadang mengaburkan konsep kebangsaan,” jelas Benny.
“Kami mengajak mereka untuk melihat persoalan-persoalan sosial dengan perspektif yang lebih luas dan berasal dari sumber yang terpercaya,” kata Rima Agristina, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan memupuk kemampuan analisis dan komunikasi agar Paskibraka bisa menjadi pilar yang menginspirasi.
Rima menyoroti pentingnya pendidikan nilai Pancasila dalam konteks era digital yang serba cepat dan bisa menyebar berita yang tidak selalu akurat. “Dengan memahami keunggulan daerah serta berbagai isu yang berkembang, mereka bisa menjadikan diri sebagai penyebar pesan yang jelas dan berimbang,” tambahnya. BPIP juga mengharapkan para Paskibraka mampu menjadi representasi kebhinekaan, yang menunjukkan bagaimana perbedaan dapat dijaga dan ditegakkan secara harmonis.
Latihan Paskibraka Tingkat Pusat ini tidak hanya melibatkan teknik gerak dan kebugaran fisik, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan tentang sejarah, filosofi, serta makna Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Benny menekankan bahwa peran Paskibraka harus di atas kegiatan operasionalnya sebagai penjaga bendera, yakni menjadi duta kebangsaan yang aktif dalam menghadapi tantangan sosial dan informasi.
“Mereka harus mampu menjadi wadah yang mengungkapkan bagaimana Pancasila tetap relevan dalam kehidupan modern, meskipun seringkali tergeser oleh tren globalisasi,” tambah Benny. Ia menambahkan bahwa selama berlatih, para Paskibraka diharapkan bisa melatih diri untuk memperkuat kepercayaan diri dan mengembangkan kepekaan sosial yang mendalam.
Menurut Rima, pelatihan ini juga melibatkan diskusi tentang pentingnya kebhinekaan dalam menjaga persatuan. “Nilai Pancasila tidak hanya tentang kebangsaan, tetapi juga tentang bagaimana perbedaan dapat diterima dan dihargai sebagai kekayaan bersama,” katanya. Ia menegaskan bahwa Paskibraka perlu mampu menyampaikan pesan-pesan ini secara tepat, terutama kepada generasi muda yang menjadi penonton utama dari upacara bendera.
Benny Siga Butarbutar menekankan bahwa kepekaan terhadap lingkungan dan potensi lokal tidak bisa terpisah dari kompetensi sebagai Paskibraka. “Kita perlu mengajarkan mereka bahwa Indonesia bukan hanya satu suku, satu agama, atau satu budaya, tetapi kumpulan elemen-elemen yang saling melengkapi,” ujarnya. Dengan meningkatkan kesadaran ini, ia yakin para Paskibraka akan menjadi penggerak positif dalam menjaga nilai-nilai Pancasila di tengah persaingan informasi yang semakin sengit.
Latihan Paskibraka Tingkat Pusat di Jakarta Pusat dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Benny menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa Paskibraka tidak hanya menjadi penjaga bendera, tetapi juga pemimpin perubahan di lingkungan sosial mereka. “Mereka perlu belajar bagaimana menyesuaikan diri dengan kondisi lokal, sekaligus menjadi teladan bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.
Sebagai bagian dari upacara bendera yang rutin digelar, Paskibraka diharapkan mampu memperkuat identitas nasional melalui aksi-aksi kecil yang konsisten. Benny menyoroti bahwa kepekaan ini harus diimbangi dengan kepercayaan diri dan kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat secara efektif. “Kita ingin mereka bisa menjadi mercusuar yang tidak hanya terlihat di tempat mereka bertugas, tetapi juga berpengaruh di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Dalam kesimpulannya, Benny menyatakan bahwa Paskibraka memiliki peran vital dalam menghadirkan pesan Pancasila yang jelas dan terpercaya. “Mereka tidak hanya mewakili kebangsaan, tetapi juga menjadi pelopor perubahan yang bermakna dalam menegakkan nilai-nilai luhur,” pungkasnya. Rima Agristina menambahkan bahwa pelatihan ini akan dilanjutkan secara berkala, sehingga para Paskibraka tetap terjaga kemampuan dan semangatnya dalam menjalankan tugas tersebut.
Peran Paskibraka sebagai mercusuar Pancasila semakin penting di tengah pergeseran nilai yang terjadi di masyarakat. Dengan memahami potensi lokal dan melatih kepekaan terhadap lingkungan, mereka bisa menjadi penyebar pesan kebangsaan yang relevan dan berimbang. Latihan ini diharapkan memberikan pengalaman yang memperkaya pemahaman para Paskibraka, sekaligus membentuk mereka menjadi individu yang mampu menginspirasi orang lain.