Isu Penting: Gubernur NTT nilai pawai paskah 2026 wadah pembinaan generasi muda
Pawai Paskah 2026: Kebangkitan Iman dan Harmoni Sosial
Kupang – Dalam acara Pawai Paskah 2026 yang diselenggarakan oleh Pemuda Gereja Injili Masehi di Timor (GMIT), Gubernur Nusa Tenggara Timur Melki Laka menekankan peran penting kegiatan tersebut dalam memperkuat iman dan membangun karakter generasi muda. Ia menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar acara perayaan agama, melainkan menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan, meningkatkan spiritualitas, serta mengembangkan potensi pemuda dalam pelayanan masyarakat.
Pemuda GMIT memilih tema “Cahaya Damai dari Gerbang Selatan Nusantara” untuk menggambarkan pesan keharmonisan yang diusung. Acara ini, menurut Gubernur, mengajarkan pentingnya menjaga persatuan, memperluas toleransi, dan memanfaatkan sumber daya daerah sebagai penggerak perekonomian. Ia menambahkan bahwa NTT dikenal sebagai wilayah yang memiliki nilai toleransi tinggi, di mana keberagaman etnis, agama, dan budaya hidup saling menghormati.
“Semangat Paskah kali ini hendaknya membawa damai sejahtera di tengah keluarga, masyarakat, dan negara, serta menginspirasi kita untuk terus membangun NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” ujar Gubernur Melki Laka.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti perayaan serupa sebelumnya, yaitu Pawai Takbiran, yang menjadi simbol kerukunan antarumat beragama. Ia berharap momentum Pawai Paskah bisa menjadi wadah untuk mengembangkan harmoni sosial dan menyejahterakan masyarakat secara terus-menerus.
Ketua Sinode GMIT, Samuel Pandie, menyampaikan bahwa Paskah harus diwujudkan sebagai kesaksian iman yang nyata dalam kehidupan sosial. Dalam sambutannya, dia meminta dukungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memberikan perhatian khusus terhadap berbagai tantangan NTT, seperti stunting, kekerasan terhadap perempuan dan anak, perlindungan buruh migran, serta isu HIV/AIDS di wilayah 3T.
Romo Dus Bone menambahkan pesan damai lintas agama. Ia mengajak masyarakat untuk memandang perbedaan sebagai anugerah Tuhan, memperkuat rasa solidaritas, serta menjaga persatuan dan toleransi. Pesan ini sejalan dengan harapan Gubernur bahwa NTT tetap menjadi contoh kehidupan damai dan inklusif di tengah tantangan kehidupan modern.