New Policy: Santri Pesantren Darunnajah nikmati daging sapi kurban dari Prabowo
Santri Pesantren Darunnajah Berbagi Daging Kurban dari Sumbangan Prabowo dan Nusron Wahid
New Policy – Pada hari Idul Adha tahun ini, ratusan santri dari Pesantren Darunnajah di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, bersuka cita membagi-bagikan daging sapi hasil kurban yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sumbangan ini menjadi bagian dari program “Kita Qurban Darunnajah,” yang diinisiasi oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darunnajah. Selain itu, juga terdapat hewan kurban sapi yang disumbangkan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid. Kedua sumbangan tersebut menjadi kebahagiaan bagi masyarakat sekitar dan para pelaku pendidikan di pesantren tersebut.
Kurban yang Diberikan Prabowo Subianto
Direktur LAZNAS Darunnajah, Zakiyanto Arief, menjelaskan bahwa lembaga tersebut berhasil menerima sumbangan sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto. “Sapi tersebut memiliki berat sekitar 850 kilogram,” tambah Zakiyanto. Ia menegaskan bahwa hewan kurban ini merupakan bentuk kepedulian Prabowo terhadap kebutuhan masyarakat di pesantren. Sapi yang diberikan tersebut segera disembelih, dan dagingnya dibagi kepada ratusan santri, ustadz, ustadzah, serta warga sekitar.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tulus kepada seluruh shohibul qurban atau orang yang berkurban dan telah mempercayakan jembatan ibadahnya melalui program ‘Kita Qurban Darunnajah,'” ujar Zakiyanto.
Dalam wawancara dengan media di Jakarta, Rabu, Zakiyanto mengungkapkan bahwa keberhasilan distribusi daging kurban ini bukan hanya sebagai bentuk kebahagiaan, tetapi juga sebagai kepercayaan dari masyarakat terhadap program yang dijalankan. “Semoga Allah SWT menerima ibadah kurban ini sebagai amal soleh yang berbobot berat di yaumil akhir,” tambahnya.
Penambahan Daging Kurban dari Nusron Wahid
Selain bantuan dari Prabowo, Zakiyanto juga menyebutkan bahwa LAZNAS Darunnajah menerima sumbangan sapi kurban dari Nusron Wahid. “Kedua hewan tersebut telah selesai disembelih, dan dagingnya dinikmati oleh banyak pihak, termasuk santri, ustadz, ustadzah, serta masyarakat sekitar,” jelas Zakiyanto. Kedua sumbangan ini menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kebutuhan makanan selama perayaan hari raya tersebut terpenuhi.
Kegiatan distribusi daging kurban di pesantren ini dilakukan secara serentak, dengan memastikan setiap mustahik mendapatkan bagian yang adil. Pihak LAZNAS Darunnajah menekankan bahwa proses ini dijalankan dengan transparansi, sehingga tidak ada kesenjangan dalam penerimaan manfaat. “Kami memastikan distribusi dilakukan secara merata dan memenuhi prinsip Syariah,” imbuh Zakiyanto.
Pencapaian Masa Pendataan Pasca Pandemi
Dalam perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, LAZNAS Darunnajah berhasil menghimpun dan mengelola total amanah kurban sebanyak 41 ekor sapi atau kerbau, serta 432 ekor kambing atau domba. “Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Zakiyanto. Jika dihitung berdasarkan aturan Syariah, satu ekor sapi setara dengan tujuh ekor kambing, sehingga total pemotongan hewan kurban tahun ini mencapai 719 ekor setara kambing.
Menurut Zakiyanto, jumlah ini mencetak sejarah baru sebagai volume perolehan kurban tertinggi kedua sepanjang masa pendataan institusi tersebut sejak pascapandemi COVID-19. “Pencapaian tahun ini merepresentasikan lonjakan pertumbuhan yang sangat masif, yakni sebesar 46 persen dibandingkan dengan perolehan tahun 2025,” ujarnya. Ini menunjukkan kepercayaan publik yang semakin membesar terhadap lembaga tersebut.
Pertumbuhan Jangka Panjang dan Jaringan Distribusi
Dalam rentang waktu 14 tahun sejak integrasi data dimulai dari 2012 hingga 2026, LAZNAS Darunnajah mencatat kurva pertumbuhan akumulatif yang sangat mengesankan. “Total keseluruhan hewan kurban yang disalurkan sepanjang sejarah mencapai 7.717 ekor,” papar Zakiyanto. Pertumbuhan ini mencapai 119 persen, dengan kontribusi dari berbagai elemen, termasuk alumni, wali santri, korporasi mitra, dan donatur ritel.
Distribusi amanah dilaksanakan secara serentak melalui jaringan strategis yang tersebar di 23 Pondok Pesantren Cabang Darunnajah. Jaringan ini mencakup wilayah pelosok nusantara, sehingga memastikan keberlanjutan program. “Keterlibatan civitas akademika Universitas Darunnajah juga memperkuat keberhasilan ini,” tambah Zakiyanto. Pihaknya menegaskan bahwa program ini menjadi bentuk kerja sama yang solid antara pesantren dan berbagai pihak.
“Rekam jejak pertumbuhan yang konsisten ini membuktikan dedikasi tanpa henti dari seluruh elemen internal pesantren, rektorat, universitas, serta kesetiaan berlapis dari para donatur,” tutur Zakiyanto.
Komitmen terhadap akuntabilitas publik juga menjadi fokus utama. “Kami tidak hanya menjalankan program ini sebagai transaksi spiritual biasa, tetapi juga sebagai bentuk ikatan ukhuwah islamiyah yang mendalam,” ungkap Zakiyanto. Ia menekankan bahwa daging kurban yang disalurkan akan sampai kepada mustahik yang paling berhak, baik di sekitar pesantren maupun di berbagai daerah di Indonesia.
Zakiyanto menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap LAZNAS Darunnajah terus bertumbuh. “Kebangkitan gerakan filantropi terkuat dalam lima tahun terakhir menunjukkan bahwa program ini tidak hanya sekadar inisiatif, tetapi juga menjadi bagian dari komunitas yang berkekuatan sosial dan kepercayaan yang mantap,” pungkasnya.