Antasyafi Robby Al Hilmi raih perak World Climbing Series Madrid 2026

Antasyafi Robby Al Hilmi Peroleh Medali Perak di World Climbing Series Madrid 2026

Antasyafi Robby Al Hilmi raih perak – Di Alcobendas, Spanyol, Senin dini hari WIB, atlet panjat tebing Indonesia Antasyafi Robby Al Hilmi berhasil meraih medali perak pada nomor speed putra dalam World Climbing Series Madrid 2026. Prestasi ini menjadi hasil terbaik dari tiga atlet Indonesia yang turun di sektor putra pada ajang tersebut. Dalam babak semifinal, Robby mencatatkan waktu 4,72 detik, yang hanya berbeda tipis dari wakil Amerika Zach Hammer (4,75 detik). Meski sedikit lebih lambat, perolehan peraknya tetap mengukir sejarah sebagai satu-satunya medali untuk Merah Putih di seri ini.

Kisah Penyisihan di Babak Akhir

Bobby, yang sebelumnya menorehkan waktu 4,91 detik di babak 16 besar untuk mengalahkan Ziyu Zhou dari China, tampil konsisten di putaran lebih lanjut. Namun, di semifinal, ia menghadapi tantangan sengit dari lawannya, Zach Hammer, yang hanya kalah 0,06 detik. Hasil ini menunjukkan kualitas tinggi dari persaingan di ajang bergengsi ini. Robby, yang telah mempersiapkan diri secara matang, mampu mempertahankan performa baik meski tidak bisa menyamai rekor waktu emas yang dicetak oleh Shuhong Chu dari China (4,75 detik).

Sementara itu, dua atlet Indonesia lainnya, Veddriq Leonardo dan Raharjati Nursamsa, terpaksa berhenti di babak lebih awal. Veddriq Leonardo, yang sebelumnya menembus babak 16 besar, kandas setelah jatuh atau Fall saat melawan atlet Italia Matteo Zurloni. Raharjati Nursamsa, yang mencapai perempat final, tak bisa melangkah lebih jauh setelah gagal menyelesaikan perlombaan atau Fall saat bertemu dengan Jie Yang dari China. Aditya Tri Syahria, yang turun di sektor putra, juga tidak mampu melangkah ke babak final karena menghuni peringkat ke-27 di kualifikasi.

Kontribusi FPTI dalam Kompetisi Speed

Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) mengirimkan total tujuh atlet untuk mengikuti World Climbing Series Madrid 2026, dengan empat di sektor putra dan tiga di sektor putri. Pada nomor speed putri, ketiga atlet Indonesia yang diturunkan—Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma—semuanya berhasil melaju ke babak final. Namun, hasil akhir tidak sebaik yang diharapkan.

Di babak semifinal, Desak Made Rita Kusuma Dewi terhenti setelah jatuh saat melawan Sophia Curcio dari Amerika. Rajiah Sallsabillah, yang mencapai perempat final, juga tak bisa melangkah lebih jauh. Sementara itu, Berthidgna Devi Surya Kusuma kandas di babak 16 besar setelah mencatat waktu 6,83 detik, sedangkan lawannya Emma Hunt dari Amerika meraih emas dengan 6,24 detik. Meskipun demikian, partisipasi mereka tetap menjadi langkah penting dalam memperkuat kehadiran Indonesia di kancah internasional.

Rintangan dalam Perjalanan Kejuaraan

Pada babak kualifikasi, Robby Al Hilmi menorehkan waktu 4,81 detik, yang sedikit lebih lambat dari Shuhong Chu dari China. Namun, dalam putaran final, ia menunjukkan kemampuan yang menjanjikan. Robby memulai babak 16 besar dengan menyingkirkan Ziyu Zhou, yang mencatatkan waktu 5,27 detik. Di perempat final, ia kembali menang atas Michael Hom dari Amerika dengan waktu 5,27 detik melawan 6,60 detik lawannya. Kinerjanya yang stabil menciptakan momentum positif hingga semifinal.

Dalam pertandingan sengit semifinal, Robby memperlihatkan ketangguhan luar biasa. Meski berada di posisi teratas dengan 4,72 detik, ia harus mengakui keunggulan Zach Hammer dari Amerika, yang hanya tertinggal 0,06 detik. Namun, keberhasilan Robby dalam memperoleh perak tetap menjadi pencapaian luar biasa, terutama mengingat rivalitas sengit yang terjadi di babak-babak sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki daya saing kuat di ajang global.

Kisah Lengkap Atlet Indonesia di Madrid

Banyak faktor yang memengaruhi performa para atlet Indonesia di Madrid 2026. Untuk nomor speed putra, hanya Robby yang berhasil mencapai semifinal dan memperoleh medali. Sementara itu, Veddriq Leonardo dan Raharjati Nursamsa harus berhenti di babak 16 besar atau perempat final. Aditya Tri Syahria, yang mungkin dianggap sebagai salah satu favorit, hanya bisa mencapai posisi ke-27 di kualifikasi.

Di sektor putri, meski semua tiga atlet Indonesia melangkah ke babak final, mereka menghadapi lawan yang kuat. Desak Made Rita Kusuma Dewi, Rajiah Sallsabillah, dan Berthidgna Devi Surya Kusuma semuanya mencatatkan waktu yang cukup baik, tetapi tidak cukup untuk menembus babak lebih lanjut. Emma Hunt dari Amerika menjadi pemenang medali emas dengan catatan waktu 6,24 detik, sementara Desak Made kandas setelah mengalami Fall di babak 16 besar. Rajiah Sallsabillah mencapai perempat final, namun Berthidgna tidak mampu melanjutkan perjalanan.

Persiapan dan Prestasi dalam Pertandingan Internasional

World Climbing Series Madrid 2026 menjadi salah satu dari serangkaian kompetisi yang menguji kemampuan para atlet Indonesia. FPTI telah mempersiapkan tim dengan matang, mengirimkan tujuh atlet untuk menguji potensi mereka di kancah internasional. Namun, hanya satu dari empat atlet putra yang bisa melangkah lebih jauh, sementara tiga atlet putri harus berhenti di babak final.

Kemampuan Robby Al Hilmi dalam menghadapi lawan-lawan dari berbagai negara menunjukkan konsistensi yang tinggi. Dalam babak 16 besar, ia mengalahkan Ziyu Zhou dengan waktu 4,91 detik, lalu memperbaiki catatan waktu di perempat final dan semifinal. Meski tidak meraih emas, perak yang diperolehnya menjadi bukti bahwa Indonesia mampu bersaing di ajang bergengsi seperti ini. Ini juga menjadi motivasi bagi atlet lain untuk terus meningkatkan performa.

Keberhasilan Robby Al Hilmi memberi harapan baru untuk panjat tebing Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *