Special Plan: Anggota DPR Yan Mandenas minta kepala BGN baru fokus benahi MBG Papua

Anggota DPR Yan Mandenas Dorong Kepala BGN Baru Perbaiki Kualitas MBG di Papua

Special Plan – Jayapura – Anggota Komisi XIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Yan P Mandenas memberikan pernyataan penting mengenai pentingnya perbaikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua. Ia menekankan bahwa kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru seharusnya fokus pada peningkatan kualitas distribusi dan pemberian makanan bergizi kepada peserta didik, agar program ini bisa memberikan dampak maksimal bagi masyarakat setempat.

Perubahan Kepemimpinan BGN Sebagai Langkah Evaluasi

Dalam sebuah wawancara di Jayapura, Rabu (3/6), Yan Mandenas menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan BGN yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari upaya evaluasi. Menurutnya, perubahan ini bertujuan untuk memastikan program strategis nasional berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang optimal kepada warga, terutama anak-anak di daerah paling terpencil.

“Pergantian pimpinan BGN yang dilakukan pemerintah merupakan bagian dari upaya evaluasi untuk memastikan program strategis nasional berjalan lebih baik dan memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yan, langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah memperhatikan masukan yang berkembang dari masyarakat dan hasil pengawasan yang dilakukan DPR terhadap pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Ia menilai bahwa keberhasilan MBG sangat bergantung pada keterlibatan aktif dan komitmen yang kuat dari pihak pengelola.

Pentingnya MBG dalam Pembentukan Generasi Muda Sehat

Yan Mandenas menekankan peran strategis MBG dalam mendukung peningkatan gizi peserta didik. Ia menambahkan bahwa program ini juga bertujuan menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif, sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045.

“Program MBG memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan gizi peserta didik sekaligus menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, Yan menyatakan bahwa jajaran kepala BGN baru harus lebih fokus pada peningkatan kualitas layanan. Ia menyarankan agar proses penyusunan menu, pengolahan makanan, dan distribusi ke sekolah-sekolah dikelola secara lebih terpadu dan transparan. “Tantangan pelaksanaan MBG di Papua, khususnya di daerah terpencil, membutuhkan perhatian serius mengingat kondisi geografis yang berbeda dengan daerah lain sehingga memerlukan pengelolaan yang efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.

Penggunaan Bahan Pangan Lokal sebagai Pendekatan Ekonomi

Selain menekankan aspek kualitas, Yan juga mendorong agar pelaksanaan MBG mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal. Ia menyarankan penggunaan bahan pangan yang tersedia di setiap daerah sebagai strategi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam program tersebut.

Yan menyatakan bahwa program MBG bukan hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga bisa menjadi sarana pengembangan ekonomi. Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, ia berharap ada peningkatan keterlibatan warga dalam pengelolaan program dan dampak ekonomi yang lebih signifikan.

Evaluasi Sebagai Momentum Perbaikan

Menurut Yan, evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap kepemimpinan BGN menjadi momentum penting untuk perbaikan. Ia berharap langkah ini mampu meningkatkan kualitas, keberlanjutan, dan kesetaraan manfaat program MBG di seluruh wilayah Indonesia, terutama di Tanah Papua.

“Kami berharap evaluasi yang dilakukan pemerintah terhadap kepemimpinan BGN dapat menjadi momentum perbaikan sehingga pelaksanaan MBG di Tanah Papua semakin berkualitas, merata, dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik maupun masyarakat,” ujarnya.

Yan Mandenas menegaskan bahwa program MBG harus terus ditingkatkan agar bisa berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Ia berharap kepala BGN baru mampu mengambil peran aktif dalam mengatasi hambatan yang dihadapi di Papua, seperti keterbatasan infrastruktur dan akses bahan pangan.

Latar Belakang Pergantian Kepemimpinan BGN

Dalam konteks pergantian kepemimpinan, Yan Mandenas menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mencopot Dadan Hindayana dari posisi kepala BGN sejak 2 Juni 2026. Dadan sebelumnya memimpin lembaga tersebut selama beberapa waktu, dan posisinya kini diisi oleh Nanik S Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Yan menyatakan bahwa pergantian ini menjadi momentum baru untuk mengoptimalkan pelaksanaan MBG di seluruh Indonesia, termasuk di Papua. Ia berharap dengan adanya Nanik S Deyang sebagai kepala BGN, ada perbaikan dalam koordinasi antara pemerintah, DPR, dan pihak terkait lainnya.

Di samping itu, Yan juga mengingatkan bahwa program MBG perlu diakui sebagai langkah penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan. Ia menilai bahwa pengelolaan program yang baik akan mendorong terciptanya perubahan positif dalam kesejahteraan masyarakat Papua.

Dalam keseluruhan penjelasannya, Yan Mandenas menekankan bahwa keberhasilan MBG bergantung pada komitmen yang konsisten dari semua pihak terlibat. Ia menilai bahwa dengan penyesuaian strategi dan fokus pada kebutuhan spesifik daerah, program ini bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki kondisi geografis unik.

Evaluasi kepemimpinan BGN, menurut Yan, adalah langkah strategis untuk memastikan program ini tidak hanya mencapai target sehat secara fisik, tetapi juga membantu masyarakat Papua dalam aspek ekonomi dan sosial. Ia berharap dengan kepemimpinan baru, BGN bisa menjadi mitra yang lebih efektif dalam mewujudkan visi nasional untuk pembangunan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *