Program Terbaru: Bappenas sebut Sumbar kehilangan 6,6 ribu hektare kawasan hutan
Kota Padang – Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebut Sumatera Barat kehilangan sekitar 6,6 ribu hektare kawasan hutan sehingga turut memicu bencana hidrometeorologi di akhir 2025. "Catatan kami, Sumatera Barat itu kehilangan sekitar 6,6 ribu hektare kawasan hutan dan mungkin ini turut menyebabkan bencana kemarin," kata Deputi Bidang Pembangunan Kewilayahan Bappenas RI Medrilzam di Padang, Rabu. Ia mengatakan hilangnya kawasan hutan tersebut berkaitan dengan alih fungsi hutan, salah satunya terkait perkebunan kelapa sawit hingga pertambangan ilegal.
Mengingat besarnya dampak alih fungsi kawasan hutan tersebut, Bappenas meminta pemangku kepentingan terkait lebih memperhatikan tata guna lahan demi kesinambungan lingkungan. "Kita mesti mencari betul bagaimana tata guna lahan yang tepat. Jangan sampai bencana seperti tahun lalu kembali lagi menghantam," kata dia mengingatkan.
Meskipun Sumbar sudah memiliki sistem peringatan dini potensi dampak bencana dari berbagai sektor, namun hal tersebut tetap harus didukung dengan kebijakan yang tepat terutama mengenai tata guna lahan. Sekaitan pemulihan bencana di Sumatera, ia mengatakan pemerintah telah menetapkan timeline rehabilitasi dan rekonstruksi dituntaskan dalam kurun tiga tahun (2026-2028). Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebutkan total kerusakan dan kerugian akibat bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu mencapai Rp33,55 triliun, dengan kebutuhan pemulihan mendesak sebesar Rp21,44 triliun.
Meskipun demikian, Sumbar menunjukkan resiliensi yang kuat. Hal ini tercermin dari capaian indikator makro pembangunan yang relatif baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pada 2025 mencapai 77,27 atau berada di atas rata-rata nasional.