Program Terbaru: Membangun kedaulatan karakter di era algoritma
Membangun kedaulatan karakter di era algoritma
Indonesia tengah berada di tengah perubahan besar dalam pola kehidupan masyarakat. Di satu sisi, kebiasaan harian anak-anak semakin dibentuk oleh pengaruh algoritma digital yang membelenggu. Di sisi lain, pemerintah bergerak untuk menanamkan nilai-nilai karakter generasi muda melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam membatasi penggunaan gawai bukan hanya kebijakan teknis, tetapi juga bentuk perlindungan bagi pemupukan nilai mental di masa depan.
Regulasi digital sebagai benteng karakter
PP TUNAS, Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, memberlakukan aturan 3S: Screen Time, Screen Break, dan Screen Zone. Prinsip ini menetapkan batasan durasi penggunaan gawai, jeda wajib antar penggunaan, serta area khusus untuk akses digital. Meski tidak melarang penggunaan gadget, kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan agar pertumbuhan anak tidak terganggu.
“Rem darurat” bagi anak-anak yang terjebak dalam dunia virtual, kata Menkomdigi, dalam upaya membebaskan mereka dari ketergantungan layar.
Selama pembatasan akses digital diterapkan, nilai-nilai 7 KAIH harus dijadikan kebiasaan sehari-hari. Program ini, yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bertujuan mencetak generasi yang bertakwa, tangguh, mandiri, dan memiliki identitas budaya Indonesia. Jika tidak disertai dengan pengembangan karakter, kebijakan teknis bisa saja menjadi ruang kosong.
Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara penggunaan gadget berlebihan dengan penurunan daya juang dan identitas anak. Dengan membatasi waktu layar, pemerintah berharap mendorong pembentukan kepribadian yang lebih sehat. Tantangan utama terletak pada bagaimana mengisi pembatasan ini dengan konten dan nilai yang konstruktif. Kedaulatan karakter harus menjadi prioritas, agar anak-anak tidak menjadi pengekor peradaban digital semata.
Menkomdigi menegaskan bahwa sinergi antara regulasi digital dan penerapan 7 KAIH sangat penting. Kedua hal ini perlu berjalan bersamaan untuk menjemput fajar Generasi Emas 2045. Tanpa fondasi karakter yang kuat, anak-anak berisiko tumbuh menjadi individu yang antipati, antisosial, dan egois.