Yang Dibahas: Prabowo: Bagi sebuah bangsa terkadang keras kepala dibutuhkan
Prabowo: Bagi sebuah bangsa terkadang keras kepala dibutuhkan
Dari Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa sikap gigih dan tegas sering kali menjadi kebutuhan sebuah bangsa, terutama saat menghadapi tekanan atau tantangan besar. “Dalam beberapa situasi, kemandirian dan keteguhan suatu bangsa justru dibutuhkan,” ujar Presiden saat menghadiri pertemuan dengan seluruh anggota Kabinet Merah Putih, eselon I lembaga pemerintah, serta direktur perusahaan BUMN, di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu.
Pada kesempatan itu, Prabowo juga menyebutkan bahwa banyak pihak menganggap dirinya memiliki sifat yang dinilai keras. Menjawab hal tersebut, Presiden menyatakan bahwa ia harus menerima pandangan yang ada. Ia pun menambahkan dengan cara humor, mengetuk-ngetuk kepalanya sambil tertawa. “Saya coba pegang-pegang kepala ini, apakah benar-benar keras?” kata Prabowo, sambil mengalihkan perhatian ke suasana yang ringan.
“Sekarang orang mengatakan rakyat Iran keras kepala, pejuang-pejuang Iran juga dianggap gigih. Bolak-balik diancam, bolak-balik mau dihabisi,” ujar Presiden, merujuk pada karakter bangsa lain yang dinilai memiliki sikap serupa.
Menurut Prabowo, dalam sejarah Indonesia, para pendiri negara dan tokoh-tokoh pemimpin sebelumnya juga menunjukkan semangat yang dapat diartikan sebagai ketegasan. “Dulu para bapak pendiri bangsa kita memiliki sifat gigih, lebih baik mati daripada dijajah kembali. Mereka tidak mau negara mereka kembali dibawah penjajahan,” tambah Presiden, menyebutkan bagaimana semangat tersebut mendorong perjuangan nasional.
Pertemuan tersebut dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih, mulai dari menteri hingga pejabat setingkat eselon I. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, menjelaskan bahwa Presiden menginginkan penyampaian arahan secara langsung agar semua pihak memiliki kesamaan pemahaman dalam menjalankan kebijakan pemerintahan.