Program Terbaru: BGN ingatkan titik kritis di SPPG saat bahan baku datang

Jakarta – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan titik kritis di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yakni saat bahan baku datang. Hal tersebut disampaikan Nanik saat melakukan sidak di SPPG Pondok Kelapa 2 pada Minggu (5/4) usai insiden keamanan pangan berupa gangguan pencernaan yang menimpa puluhan siswa sehingga harus dirawat di rumah sakit. "Coba kalau ada bahan baku datang itu ikut mengecek, ahli gizi juga ikut mengecek, karena itu kritis.

Paling kritis yang utama itu, saat bahan baku datang, kemudian kalau mencuci itu termasuk yang bahaya, kalau mencucinya jadi satu," katanya sebagaimana dikutip dari video di Instagram Sidak BGN di Jakarta pada Rabu. Ia menegaskan, pemisahan tempat cuci sangat krusial untuk mencegah penularan kontaminasi bakteri dari bahan-bahan baku yang masuk ke SPPG, oleh karena itu, tempat meletakkan bahan-bahan juga perlu diatur dengan matang oleh SPPG. "Contoh tadi cucinya saja jadi satu, dia enggak tahu ini bakterinya ada di mana, kalau besok keluar (hasil pengecekan) dari laboratorium dari mana, bisa jadi karena waktu mencuci campur, tempat drop bahan bakunya saja enggak jelas, udah terkontaminasi mungkin dari nge- drop barang," ujar dia.

Nanik juga menegaskan kepada kepala SPPG agar mengecek dengan benar bahan baku dari pemasok sebelum diolah, karena setiap pengawas SPPG memiliki kewenangan untuk menolak bahan baku dari pemasok atau supplier yang dinilai tidak layak. "Tolong yang benar, karena aku lihat memang belum benar. Yang paling kritis adalah saat bahan baku datang karena kamu (kepala SPPG) harus memilah, ini benar atau tidak, seperti apa bahan bakunya?" paparnya.

Nanik juga meminta kepada mitra pemilik yayasan yang menaungi SPPG Pondok Kelapa 2 untuk menjenguk para siswa yang sedang dirawat di rumah sakit dan segera melaporkan ke Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan BGN apabila terdapat hal-hal yang berpotensi mengganggu jalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Kalau enggak benar, ini langsung laporkan Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan. Sudah ada kejadian begini, baru (bergerak).

Anda juga harus benar menjalankan program Presiden. Pokoknya, saya minta ada 72 orang itu, Anda (mitra) datangi satu-satu dan minta maaf, janji sama saya ya, dipenuhi, kalau tidak dipenuhi, enggak akan saya buka (operasional SPPG)," ucap Nanik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *