Important Visit: MPR: LKBB-PB wahana pembentukan karakter generasi muda

MPR: Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Generasi Muda

Important Visit – Jakarta, Minggu – Inspektur Sekretariat Jenderal MPR RI, Anies Mayangsari Muninggar, menegaskan bahwa LKBB-PB (Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera) berperan sebagai alat penting dalam membentuk karakter para pemuda. Dalam sebuah pernyataan, Anies menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi pelajar SMA/SMK untuk menerapkan prinsip-prinsip seperti disiplin, kesetiaan terhadap negara, serta rasa persatuan dan gotong royong. Acara tersebut diadakan di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, pada hari Sabtu (6/6), dan menjadi wadah untuk memperkuat semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.

Anies menekankan bahwa melalui kegiatan baris berbaris dan pengibaran bendera, peserta tidak hanya menunjukkan keterampilan fisik tetapi juga membangun kebiasaan baik yang berdampak pada pembentukan kepribadian mereka. Ia berharap generasi muda mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan. “Setiap langkah yang stabil, setiap perintah yang diikuti dengan tegas, serta setiap pengibaran bendera merah putih yang gagah, merupakan wujud dari semboyan isen mulang,” ujar Anies, seperti dilaporkan dari Jakarta. Semboyan ini diambil dari masyarakat Dayak Ngaju yang berarti pantang menyerah dan terus maju.

“Setiap langkah tegap, setiap komando yang tegas, dan setiap kibaran merah putih yang gagah mencerminkan semangat isen mulang, semboyan luhur masyarakat Dayak Ngaju yang berarti pantang menyerah dan maju terus,”

Dalam pembukaan LKBB-PB 2026 tingkat provinsi tersebut, Anies juga mengungkapkan bahwa semangat dari leluhur Dayak Ngaju sangat sejalan dengan nilai-nilai luhur Kalimantan Tengah. Nilai-nilai tersebut mencakup rasa gotong royong, persatuan, dan keragaman di antara berbagai suku seperti Dayak, Melayu, Banjar, serta pendatang. Selain itu, kearifan lokal juga menjadi bagian penting dalam mengamalkan nilai-nilai kebersamaan dalam menjaga alam dan lingkungan sekitar.

Anies menyatakan bahwa kegiatan seperti lomba baris berbaris dan festival budaya bisa menjadi sarana efektif dalam menginternalisasi semboyan isen mulang ke dalam jiwa generasi muda. “Melalui aktivitas yang penuh semangat, disiplin, dan kekompakan, kita tidak hanya melatih fisik, tetapi juga menanamkan karakter kebangsaan yang berakar pada kearifan lokal,” tambahnya. Kegiatan ini, menurut Anies, memungkinkan peserta lebih mudah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi dasar persatuan.

Dalam LKBB-PB, para peserta menampilkan kemampuan mereka dalam menjalankan baris berbaris dan mengibarkan bendera secara selaras. Keterampilan ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari unsur kepolisian, TNI, serta Purna Paskibraka Indonesia. Anies menegaskan bahwa penilaian ini bukan hanya untuk menentukan juara, tetapi juga untuk mengukur sejauh mana peserta mampu menunjukkan semangat persatuan dan kebersamaan.

Menurut Anies, acara LKBB-PB memiliki makna yang lebih dalam. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini menjadi platform untuk memperkuat nilai-nilai lokal yang sudah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Kalimantan Tengah. “Nilai-nilai lokal ini semakin memperkuat dan dipertegas oleh Empat Pilar MPR RI,” ujarnya. Empat Pilar tersebut, yang meliputi pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, menjadi dasar untuk membangun kebangsaan yang kuat.

Anies juga menekankan bahwa keberhasilan dalam lomba bukan sekadar mendapatkan penghargaan, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat semangat persatuan dan kesatuan. “Kemenangan sejati adalah ketika kalian membawa pulang semangat isen mulang, jiwa gotong royong, serta komitmen kuat terhadap Empat Pilar MPR RI,” kata dia. Peserta diminta untuk menjadi generasi muda yang tidak mudah menyerah dalam menjaga persatuan bangsa, keutuhan NKRI, serta memajukan wilayah Bumi Tambun Bungai dan Bumi Pancasila.

Dalam pembukaan acara, Anies berharap peserta LKBB-PB dapat menjadi contoh yang baik bagi teman sebaya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk menunjukkan tanggung jawab, kekompakan, serta semangat berjuang yang memadukan budaya lokal dengan nilai-nilai nasional. “LKBB-PB adalah bagian dari upaya membangun generasi muda yang tangguh, kreatif, dan peduli terhadap kebersamaan,” katanya.

Menurut Anies, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk menggali potensi generasi muda dalam berbagai bidang. Ia menekankan bahwa selain keterampilan fisik, peserta juga memperoleh pembelajaran tentang pentingnya disiplin dan kerja sama. “Kedua hal ini menjadi fondasi dalam membangun identitas kebangsaan yang kuat dan tangguh,” ujarnya. Hal ini terutama relevan di tengah tantangan global yang mengubah pola hidup dan cara berpikir masyarakat.

Adapun hasil lomba ini akan menjadi bahan pertimbangan untuk mengirimkan wakil Kalimantan Tengah ke tingkat nasional di Jakarta. Acara nasional akan digelar bersamaan dengan peringatan Hari Konstitusi, yang menunjukkan bahwa LKBB-PB tidak hanya bersifat kompetitif tetapi juga memiliki makna simbolis dalam memperingati keberadaan konstitusi sebagai fondasi negara. “Dengan mengikuti LKBB-PB, peserta tidak hanya berlomba, tetapi juga menjadi bagian dari cerita kebangsaan yang berkelanjutan,” tambah Anies.

Keluaran dari lomba ini, menurut Anies, bisa menjadi pengalaman berharga untuk menginspirasi generasi muda. Ia menyarankan bahwa nilai-nilai yang diinternalisasi selama kegiatan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan semboyan isen mulang, kita diingatkan untuk terus berkembang, tidak berhenti, dan menjaga persatuan bangsa,” kata dia. Anies berharap melalui LKBB-PB, peserta mampu menjadi agen perubahan yang mendorong kemajuan bangsa secara bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *