Yang Terjadi Saat: Berawal dari Tambak Udang Menuju Harapan Baru: Jejak Kerja Sama Ekonomi Biru Tiongkok-Indonesia

Berawal dari Tambak Udang Menuju Harapan Baru: Jejak Kerja Sama Ekonomi Biru Tiongkok-Indonesia

Di Desa Lamba, Pulau Bangka, Ejak, seorang petambak udang, rutin datang ke tepi kolam di pagi hari. Ia memfokuskan perhatiannya pada tiga area tambak yang dikelolanya. Kehidupannya dua tahun lalu jauh berbeda: saat itu, ia bekerja sebagai penambang timah, berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Perjalanan dari gelapnya lorong tambang ke kilau biru tambak udang menandai perubahan drastis dalam hidup Ejak, yang ia lalui demi menuju kehidupan lebih baik dan impian membangun rumah baru.

Tim “Telling China’s Story” dari Shenzhen Media Group memfilmkan kisah Ejak untuk menyoroti dampak kolaborasi ekonomi biru antara Tiongkok dan Indonesia. Video ini menunjukkan solusi bertani udang berbasis siklus terpadu yang diperkenalkan perusahaan Tiongkok. Model ini tidak hanya melindungi sumber daya laut, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri lokal serta meningkatkan penghasilan masyarakat setempat.

“Filosofi GDI berakar pada kerja sama yang setara dan saling menguntungkan. Kami berbagi teknologi untuk bersama-sama berkembang, bukan hanya memaksa pihak lain mengikuti kita,” ujar Dr. Pan Yue, Wakil Direktur Pusat Studi Indonesia di Universitas Jinan.

Tahun 2026 menjadi momen kelima dari inisiatif Global Development Initiative (GDI) yang digagas Tiongkok. Pendekatan ekonomi biru yang diusung dalam proyek ini telah memberikan hasil nyata, seperti transformasi hidup Ejak yang dalam dua tahun berhasil membangun rumah baru. Kisah tambak udang di Bangka menjadi contoh konkret bagaimana Tiongkok dan Indonesia mewujudkan visi kolaborasi tersebut, sekaligus memperkuat hubungan bilateral Selatan-Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *